Budidaya Tanaman Gladiol

Budidaya Tanaman Gladiol

1. SEJARAH SINGKAT GLADIOL

Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yg berarti pedang kecil, seperti bentuk daunnya. Berasal dari Afrika Selatan & menyebar di Asia sejak 2000 tahun. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa & berkembang di Belanda. Tanaman gladiol yg termasuk subklas Monocotyledoneae, berakar serabut, & tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yg tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari & dapat berbunga sepanjang waktu.

2. JENIS TANAMAN GLADIOL

Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut:
Divisi : Tracheophyta
Subdivisi : Pteropsida
Klas : Angiospermae
Subklas : Monocotyledoneae
Ordo : Iridales
Famili : Iridaceae
Genus : Gladiolus
Spesies : Gladiolus hybridus

Ragam jenis bunga gladiol adalah :
  • Gladiolus gandavensis, berukuran besar, susunan bunga terlihat bertumpang tindih, panjang 90-150 cm.
  • Gladiolus primulinus. berukuran kecil, sangat menarik. Bertangkai halus tetapi kuat & panjangnya mencapai 90 cm.
  • Gladiolus ramosus. Panjang tangkai bunga 100-300 cm. 
  • Gladiolus nanus. Tangkai bunga melengkung, & panjang hanya 35 cm.
Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yg telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty, Priscilla, Oscar, Rose Supreme, Sanclere, Dr. Mansoer, Albino, Salem, Marah Api, Queen Occer, Ceker & lain sebagainya

3. MANFAAT TANAMAN GLADIOL

Gladiol di produksi sebagai bunga potong yg mempunyai nilai ekonomi. & memiliki nilai estetika. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional, agama, upacara kenegaraan & keperluan ritual lainnya.

4. SENTRA PENANAMAN GLADIOL

Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia utk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung), Salabintana (Sukabumi) & Cipanas (Cianjur). Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang).

5. SYARAT PERTUMBUHAN GLADIOL

5.1. Iklim yang Cocok Untuk Budidaya Gladiol


Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2.000-2500 mm/tahun. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh utk pertumbuhan & perkembangannya. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering & floret tdk terbentuk secara normal. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5, 6, & 7, yg menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. Kultifat Eurovision, Peter, Friendship, Jessica, & Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. Suhu udara rata-rata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan & perkembangan tanaman terhambat, jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C, kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C, bila kelembaban tanah & tanaman relatif tinggi.

5.2. Media Tanam Gladiol

Jenis tanah yg cocok utk tanaman gladiol adalah andosol & latosol yg subur, gembur & banyak mengandung bahan organik.
Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yg memiliki pH 5,5-5,9.

5.3. Ketinggian Tempat Yang Cocok Untuk Gladiol

Tanaman gladiol dapat tumbuh dgn baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl & beriklim sejuk.

6. PEDOMAN BUDIDAYA GLADIOL

6.1. Pembibitan Gladiol

  • Bibit gladiol dapat berasal dari pembiakan generatif, vegetatif, & kultur jaringan.Umumnya, pembibitan yg berasal dari vegetatif & kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dgn cara generatif.
  • Persyaratan Benih Gladiol : Bibit dari subang bibit yg baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2,5 cm, kecuali utk kultivar Golden Boy yg cukup berdiameter 1 cm. Bibit harus dipilih yg sehat, tdk cacat. Bibit vegetatif yg baik yg mempunyai daya kecambah lebih dari 90%. Bibit generatif harus berasal dari induk dgn pertumbuhan baik & cukup umur. 
  • Penyiapan Benih Gladiol : Perbanyakan generatif gladiol dgn biji, digunakan utk mendapatkan kultivar baru bukan utk tujuan bibit produksi. Biji didapat dgn cara penyerbukan buatan dibantu manusia. Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dgn menggunakan umbi (anak subang), bibit belah (subang belah), kultur jaringan maupun suspensi sel. Umbi & anakan umbi diambil dari tanaman yg sudah dipanen. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif utk menanggulangi kendala-kendala dlm perbanyakan secara konvensional. Bibit (subang) yg dibutuhkan utk 1 hektar lahan adalah sekitar 213.063 buah. Subang & anak subang yg akan dijadikan bibit tdk dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yg cocok & optimal, karena memerlukan masa dormansi. Selama masa dormansi subang & anak subang yg telah kering disimpan ditempat yg beraliran udara baik & terhindar dari cahaya matahari langsung. Subang yg telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. 
  • Teknik Penyemaian Benih Gladiol : Biji gladiol dapat langsung disemai, tanpa mengalami masa dormansi, biji akan berkecambah setelah 7-12 hari. Daun yg tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan & menghasilkan anak subang yg berdiameter kurang dari 1 cm. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi. 
  • Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Gladiol : Penanaman gladiol dgn bibit anak subang yg baru muncul dari stolon yg menghubungkan subang induk dgn subang baru. Perbanyakan dgn menggunakan anak subang yg berdiameter sekitar 1,0 cm memerlukan 2 kali penanaman utk mencapai ukuran subang yg dapat menghasilkan bunga. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3,5 bulan. Setelah masa dormansi terlewati, subang kecil dapat ditanam kembali. Waktu yg diperlukan utk penanaman kedua kira-kira sama dgn waktu penanaman pertama. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm & merupakan bibit yg siap berbunga. utk rata-rata setiap kultivar gladiol, anak subang yg berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yg siap berbunga dlm waktu 16 bulan. 
  • Pemindahan Bibit Gladiol : Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dgn ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. Pecahnya dormansi juga ditandai dgn munculnya mata tunas. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm, maka subang siap ditanam. Penanaman yg terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi & akar semakin panjang, sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman,
6.2. Pengolahan Media Tanam Gladiol   
  • Persiapan : Lahan yg akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Bila sesuai dgn pH tanah yg disyaratkan, lakukan pengukuran luas lahan yg akan ditanami.Kemudian analisa jenis tanah, apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun.
  • Pembukaan Lahan : Lahan yg telah dianalisa, diukur & dibersihkan dari gulma, batu-batuan, serta tanaman liar lain, kemudian bajak & dicangkul sampai gembur. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam. 
  • Pembentukan Bedengan : Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat, maka lahan yg digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana utk lahan yg akan diolah, ditanami, & dipanen. Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air), agar drainase baik & tanaman dapat tumbuh dgn subur. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tdk kekurangan unsur haranya. Luas arel petakan dibuat sesuai dgn kebutuhan, Bila kebutuhan pasar sebanyak 1.000 tangkai setiap dua minggu, maka dibutuhkan lahan seluas 600 m 2 . Lahan dibuat menjadi 7 petak dgn luas setiap petak 72 m 2 . 
  • Pengapuran : Pengapuran dilakukan pada tanah yg memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5,5. 
  • Pemupukan : Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam. Pupuk yg diberikan adalah yg mengandung unsur N, K, Ca & P, yg diberikan sesuai dosis yg dianjurkan.
6.3. Teknik Penanaman Gladiol
  • Penentuan Pola Tanam Gladiol : Tanaman gladiol dapat ditanam dgn sistem guludan atau tanpa guludan. Jika pengairan menggunakan cara leb, maka penanaman sebaiknya dgn guludan agar air irigasi tdk merusak struktur tanah. Beberapa hal yg perlu diketahui dlm cara penanaman adalah tempat & waktu penanaman serta jarak & kedalaman tanaman. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Atap plastik yg tembus cahaya & bersih digunakan utk menghindari kerusakan akibat hujan. Jadwal penanaman disesuaikan dgn kebutuhan berkisar antara 60-80 hari, karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya.
  • Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat dgn mencangkul lahan sedalam 10-15 cm, utk subang berdiameter =2,5 cm. 
  • Cara Penanaman Gladiol : Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3,5 bulan. Cara penanaman dgn guludan, yg disesuaikan dgn kedalaman tanam subang gladiol. Bila kedalaman 10-15 cm, maka tinggi guludan dibuat =15 cm dgn anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yg menyebabkan turunnya kualitas bunga. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman & kualitas bunga. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak, maka tanaman akan menjadi lemah & panjang. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. utk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm, biasanya ditanam dlm barisan pada guludan. Jarak tanam utk subang berdiameter =4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan utk lubang yg berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. dlm menentukan kedalaman tanam yg perlu diperhatikan adalah tekstur tanah & waktu tanam. Pada tekstur tanah yg berat, (tanah liat & berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yg ringan & berpasir. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dlm dibanding musim penghujan. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yg lebih dalam. Letak bibit yg dangkal, terutama pada tanah berpasir, akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. 
  • Pemberian Ajir : Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yg menyebabkan turunnya kualitas bunga. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan.
6.4. Pemeliharaan Tanaman Gladiol
  • Penyiangan : Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat & menyulitkan dlm pemanenan. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) & dilakukan tiga kali dlm satu siklus tanaman.
  • Pembubunan : Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dgn penyiangan, utk menjaga agar subang baru yg tumbuh tdk terlihat di atas tanah. 
  • Pemupukan : Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat & berproduksi dgn baik. Jumlah pupuk yg diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah, keadaan lingkungan, curah hujan, pengairan & kandungan hara di dlm tanah. Pada tanah berpasir, diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari & 45 hari setelah penanaman). Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dlm bentuk nitrat, sebagian lagi amonium), 90-180 kg P (sebagai P2O5) & 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. Pupuk diberikan tdk sekaligus, pertama saat tanam, ( pupuk K & P), setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. Pemberian pupuk N kedua & ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga & setelah panen bunga. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang & pembentukan anak subang. Pupuk yg digunakan biasanya TSP & Urea, masing-masing sebanyak satu sendok teh utk setiap tanam. 
  • Pengairan & penyiraman : Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau). 
  • Waktu Penyemprotan Pestisida : Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit, yg dapat diatasi dgn pestisida yg tepat. Penanggulangan serangan hama digunakan pestisida padat (Aldikarb), dgn dosis 300 gram/100 m 2 air. Digunakan pestisida cair (Permetrin & deltametrin) dosis 5 cc per 100 m 2 . Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon, dosis 5 gram/100 m 2 , atau Kaptofol, dosis 400 gram/100 liter air. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari.
7. HAMA & PENYAKIT GLADIOL

7.1. Hama Tanaman Gladiol
  • Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) : Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia, yg dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). Gejala: bercak-bercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun, merusak jaringan daun/bunga & mengisap cairan yg keluar dari bagian tanaman dgn menggunakan alat mulutnya. Tanaman yg terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih & akhirnya menjadi coklat & mati. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat & lebih suka makan pada bagian bunga & kuncup. Panjang tubuh hama dewasa ± 2,5 mm, berbentuk ramping, pipih, berwarna coklat tua atau hitam. Pengendalian: dapat dilakukan dgn penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yg mengandung dimetoat, endusolfan, formothion, karbaril, merkaptodimetur & metomil.
  • Kutu putih (Pseudococcus sp.) : Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan, & di lapangan, dgn menusukan alat mulutnya kedalam umbi utk menghisap cairan tanaman, sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya & gagal panen. Pada serangan berat umbi jadi keriput, kering & mati. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm & mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). Pengendalian: merendam subang dlm larutan insektisida 30-60 menit, yg mengandung bahan aktif asefat, nikotin, triazofos, kuinalfos & lainnya. 
  • Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) : Gejala: hama ini menyerang dgn membuat lubang-lubang pada permukaan daun & bunga. Bentuk, warna, ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi, tergantung pada spesiesnya. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3,5-4,0 cm. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis.
7.2. Penyakit Gladiol
  • Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) : Penyebab: cendawan F. oxysporum var. gladiol atau F. orthoceras var gladiol. Gejala: daun gladiol yg terserang menguning, agak memilin. Pada serangan yg lebih lanjut, pertumbuhan tanaman kerdil & mudah patah. Pada subang yg terserang tampak bercak & dlm keadaan lembab hifa patogen yg berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi & menjalar kebagian tanaman lainnya. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tdk lembab serta merendam sebelum ditanam, kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit.
  • Busuk kering : Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. gladiolorum. Gejala: bunga berbintik-bintik, berkembang menjadi bercak-bercak, subang yg terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu, kemudian berkembang menjadi bercak-bercak berwarna hitam keabu-abuan. Pengendalian: menganginkan (mengeringkan) subang yg dipanen sebelum disimpan pada tempat yg kering atau dgn menyemprotkan fungisida captan, zineb atau nabam. 
  • Busuk keras : Penyebab: Septoria gladioli, Gejala: sama dgn gejala busuk kering, tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yg terserang patogen. Tanaman/bibit yg terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang, sedang yg berasal dari subang jarang terserang. Pengendalian: sama seperti utk busuk kering. 
  • Busuk kubang (Busuk kapang biru) : Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yg termasuk patogen lemah. Patogen masuk & menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yg disebabkan oleh serangga, alat-alat pertanian & sebagainya. Gejala: pada subang yg terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yg dlm waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru & subang membusuk. Pengendalian: menyimpan subang dgn baik, setelah dikering udarakan dahulu, serta mencegah subang luka. 
  • Hawar bakteri : Penyebab: Xanthomonas gummisudan. yg berkembang dgn cepat pada keadaan lingkungan yg basah atau drainase kurang baik. Gejala: ada bercak-bercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yg berubah menjadi coklat & berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. Pengendalian: memilih subang yg sehat & merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dlm suspensi larutan bakterisida.
8. PANEN GLADIOL
Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar, sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yg telah ditentukan.
  • Ciri & Umur Panen Gladiol
Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 - 80 hari setelah tanam, tergantung pada kultivarnya. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat dgn jelas tetapi belum mekar. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh,kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan & pengangkutan. Bila bunga dipanen terlalu awal, (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga), maka akan ada kemungkinan bunga tdk dapat mekar dgn sempurna.
  • Cara Panen Gladiol
Pemanenan dilakukan secara hati-hati dgn menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga & menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun. Pemotongan tangkai bunga dgn pisau tajam & bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul, terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga, memungkinkan terjadi infeksi.
  • Periode Panen Gladiol
Bunga gladiol tergolong bunga yg mudah kehilangan air. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari, karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. Kandungan karbohidrat yg rendah dapat diperbaiki dgn larutan pengawet yg mengandung gula. Panen bunga tdk dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah, bunga basah oleh embun, hujan atau sebab lain. Bunga yg basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight), walaupun pada kondisi suhu udara yg rendah.
  • Prakiraan Produksi Gladiol
Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200.000 potong. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu. Secara teknis dapat diatur dgn pemetakan lahan, sehingga dlm satu saat terdapat lahan siap olah, siap tanam, & siap panen.

9. PASCAPANEN GLADIOL
  • Pengumpulan Gladiol
Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat & akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi, sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk & penurunan kualitas. Oleh karena itu bunga potong gladiol yg dipanen dikumpulkan & diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan).
  • Penyortiran & Penggolongan Gladiol
Setelah dipanen, dilakukan penyortiran & penggolongan sesuai dgn ukuran. Bunga dibersihkan dari kotoran yg menempel, dgn hati-hati,(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tdk rusak. Bunga dipilih yg bagus bentuknya, tdk terkena penyakit atau luka, dikelompokan sesuai dgn kebutuhan, (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). Penggolongan ini dimaksudkan utk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yg bagus tdk turun harganya akibat tercampur dgn yg bunga gladiol yg berkualitas rendah.
  • Penyimpanan Gladiol
Penyimpanan bertujuan utk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen, biasanya dilakukan pada saat bunga:
  1. Baru saja dipetik, menunggu pemanenan selesai.
  2. Setelah dipanen tdk segera dijual/diangkut.
  3. Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen.
Dalam tahap ini, bunga dikondisikan agar tetap segar, karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yg hilang harus diimbangi dgn larutan perendam yg mengandung air & senyawa lain yg diperlukan. Penyimpanan berkaitan erat dgn suhu udara. Makin rendah suhu udara, makin lambat terjadi penurunan mutu. Suhu udara penyimpanan bunga yg berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi, umumnya berkisar antara 0-5 derajat C.
  • Pengemasan & Pengangkutan Gladiol
Sistem pengemasan yg baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan & sebagai sarana promosi yg dapat meningkatkan harga jual. Cara pengemasan yg paling sederhana yaitu dgn membungkus tangkai bunga dgn daun pisang, kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup & membungkus bagian atas bunga dgn plastik yg sebelumnya sudah dilubangi. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yg langsung berhubungan dgn konsumen. Pengemasan yg lebih baik biasa utk bunga yg akan menempuh perjalanan atau utk promosi, digunakan bahan pengawet adalah sukrosan & 8-hydroxyquinoline citrate.

Mengingat sifat bunga yg selalu dikonsumsi dlm keadaan segar & bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yg bisa bergerak cepat. Faktor yg perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan & susunan kemasan agar tdk terlalu tinggi serta tahan goncangan. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yg dilengkapi alat pengatur suhu udara.

10. PENGEMASAN GLADIOL

Untuk pasar lokal, bunga gladiol boleh tdk dikemas, bunga diletakkan berdiri dlm ember plastik yg diberi air perendam tangkai. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga. utk pasar jarak jauh, bunga gladiol sebaiknya dikemas dgn keranjang bambu yg diberi lapisan daun pisang, lembaran plastik atau kertas. utk eksport bunga gladiol harus dikemas dgn kotak karton yg sesuai dgn diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. Ujung tangkai bunga diberi kapas yg dibasahi dgn larutan pengawet kemudian ditutup plastik. Jumlah bunga dlm tiap kemasan disesuaikan dgn permintaan pasar. Label atau gantungan (tag) yg menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil & berisi informasi.
  • Produksi Indonesia.
  • Nama perusahaan/eksportir. 
  • Nama kultivar.
  • Kelas mutu.
  • Jumlah bunga dlm kemasan.
  • Berat kotor.
  • Berat bersih.
  • Identitas pembelian ditempat tujuan.
  • Tanggal panen & perkiraan daya tanah.
  • Petunjuk penanganan (suhu udara, kelembaban) yg dianjurkan.