Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz.)

Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz.)
Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz.)

Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz.)

Selain menjadi hama utama, kutu daun persik juga berperan sebaggai penular (vektor) penyakit virus, terutama virus yang menggulung daun kentang atau Potato Leaf Roll Virus (PLRV) dan Potato Virus Y (PVY). Kutu daun persik berukuran kecil, hidup bergerombol dibawah permukaan daun atau pucuk. Kutu daun berkembang biak secara perkawinan biasa dan partogenesis. Siklus hidup hama ini berlangsung dalam waktu 7-10 hari. Kutu daun persik mempunyai dua bentuk, yaitu bersayap (alatae) dan tidak bersayap (apterae). Bentuk yang bersayap berwarna hitam, sedangkan yang tidak bersayap bervariasi, yaitu merah, kuning, dan hijau. Cirri khas kutu daun persik adalah sepasang antenna yang relatif panjang (sepanjang tubuhnya), dan tonjolan (kornikel) berwarna hitam yang terdapat pada ujung abdomen. Kutu daun persik dapat menyebabkan kerugian secara langsung, dengan cara mengisap cairan tanaman. Gejala yang ditimbulkan adalah daun menjadi keriput, berwarna kekuning-kuningan, terpuntir, dan pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil). Ledakan hama ini terjadi pada musim kemarau. Tanaman yang terserang akan menjadi layu atau mati.


Pengendalian hama kutu daun persik secara terpadu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Menerapkan pola tanam tumpangsari antara kentang dan bawang daun.

2. Memanfaatkan musuh-musuh alami hama daun kutu persik, yaitu parasitoid Aphidius sp, kumbang macan (Menochilus sp.), dan larva Syrphidae (Ischiodon scutellaris).

3. Memasang perangkap kutu daun persik yang berwarna kuning dan berperekat, misalnya Insect Adhesive Trap Paper (IATP).

4. Menggunakan insektisida yang mangkus, misalnya Decis 2,5 EC, Mesurol 50 WP, atau Dicarzol 25 SP.