Macam-macam Gulma Berdasarkan Morfologi

MACAM-MACAM GULMA BERDASARKAN MORFOLOGI
Macam-macam Gulma Berdasarkan Morfologi
Macam-macam Gulma Berdasarkan Morfologi
Teki-tekian
Contoh: teki ladang (Cyperaceae rotundus)
Rumput-rumputan
Contoh : alang-alang (Imperata cylindrica)
Gulma daun lebar
Contoh : Sembung rambut (Mikania michranta)
KERUGIAN AKIBAT GULMA
  1. Persaingan antara tanaman utama sehingga merugikan kemampuan berproduksi dalam pengambilan air, unsur hara, cahaya dan ruang lingkup
  2. Pengotoran kualitas produksi pertanian
  3. Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimia oleh gulma yang beravun bagi tanaman lain
  4. Gangguan pelancaran pekerjaan para petani
  5. Perantara atau sumber penyakit atau hama pada tanaman
  6. Gangguan kesehatan manusia
  7. Kenaikan ongkos-ongkos usaha pertanian
  8. Gulma air mengurangi efisiensi irigasi
KOMPETISI

A. Kompetisi gulma terhadap tanaman 
  • Persaingan memperebutkan hara
  • Persaingan memperebutkan air
  • Persaingan memperebutkan cahaya
Kalau dilihat dari segi gulmanya dipengaruhi oleh beberapa faktor:
  • Kerapatan gula
  • Macam gulma
  • Saat kemunculan gulma
  • Lama keberadaan gulma
  • Kecepatan tumbuh gulma
  • Habitus gulma
  • Jalur fotosintesis gulma 
  • Allelopati
B. Kompetisi Intrasipesifik dan Interspesifik
Gulma sama halnya mempunyai kebutuhan yang sama dengan tanaman untuk pertumbuhannya. Apabila tanaman berdekatan maka perakaan tumbuhan tersebut terjalin rapat dan tajuk akan saling ternaungi maka terjadilah persaingan

3. PERIODE KRITIS

Adalah periode dimana tanaman pokok sangat peka atau sensitif
Terhadap persaingan gulma, sehingga pada periode ini perlu dilakukan pengendalian.

4. ALLELOPATI

Salah satu tanaman mengeluarkan zat beracun kelingkungan sekitar dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan tumbuhan dekatnya.

Contoh tumbuhan mengeluarkan allelopati : Alang alang, grinting, teki.

1. Sumber SenyawaAlelopati
Ditemukan pada tumbuhan pada bagian : daun, batang, akar, rizoma, umbi, bunga, buah dan biji. Senyawa alelopi tersebut dapat dilepas dalam berbagai cara:
1. Penguapan
Contoh : Artemisia, Salvia, Eucalyptus
2. Eksudat akar berupa asam-asam benzoat, sinamat dan fenolat
3. Pencucian : senyawa kimia pada tumbuhan lain dapat tercuci oleh air hujan atau membun dan terkena pada tanaman, Pembusukan organ tumbuhan : setelah bagian tumbuhan mati akan mengeluarkan senyawa beracun dan tercuci oleh air hujan

2. Gulma yang berpotensi alellopati

Pengaruh alelopati
  • Dapat menghambat penyerapan hara
  • Menghambat pembelahan sel-sel tumbuhan
  • Menghambat pertumbhan
  • Menghambat respirasi akar
  • Menghambat sintesis protein
  • Menurunkan daya permeabilitas membran pada sel tumbuhan B
  • Menghambat aktivitas enzim tanaman

BERDASARKAN SIKLUS HIDUPNYA DAPAT DIKEOMPOKKAN;

1. Gulma setahun (Gulma semusim, andual weeds)
Contoh : Echinochloa crusgalli, Echnochloa colonum
2. Gulma dua tahun (biennialweeds)
Contoh : Circium vulgare, Circiun altissimum
3. Gulma tahunan (parennial weeds)

BERDASARKAN CARA BERKEMBANGBIAK DIBEDAKAN:

1. Simple perennial : Gulma yang sebenarnya berkembangbiak dengan biji tetapi apabila bagian tumbuhnya terpotong akan dapat tumbuh menajdi individu baru.
Contoh : Taraxacum sp dan Rumex sp
2. Cereeping perental ; Gulma yang dapat berkembangbiak dengan akar yang menjalar

BERDASARKAN HABITAT DIKELOMPOKKAN
1. Gulma darat (terrestial weeds) : Gulma yang tumbuh pada lingkungan tanah atau darat
contoh: Cyperus rotundus, Imperata cylindrica
2. Gulma air (aguatic weeds) ; Gulma yang tumbuh di habitat air. Dibedakan;
a. Gulma air garam
b. Gulma air tawar di kelompokkan :
1. Gulma yang tumbuh mengapung
2. Gulma yang hidup tenggelam
3. Gulma yang hidup melayang di air
4. Gulma yang tumbuh ditepian

BERDASARKAN TEMPAT TUMBUHNYA;
1. Gulma tanah sawah
2. Gulma tanah kering atau tegalan
3. Gulma tanah perkebunan besar

BERDASARKAN SISTEMATIKNYA DIBEDAKAN:
1. Monocotyledon (berakar serabut)
2. Dicotykedin (berakar tunggang)
3. Pteridophyta (berkembang biak secara generatif dengan spora)

BERDASARKAN ASALNYA DIKELOMPOKKAN:
1, Gulma obligat : tidak dijumpai hidup secara liar
2. Gulma fakultatif : tumbuh secara liar

BERDASARKAN PARASIT ATAU TIDAKNYA;

1. Gulma non parasit
2. Gulma parasit
a. parasit sejati (tidak mempunyai daun, tidak mempunyai klorofil)
b. semi parasit (mempunyai daun, mempunyai klorofil)
c. hiper parasit (mempunyai daun, mempunyai klorofl melakukan asimilasi sendiri

CARA PENGENDALIAN GULMA
1. Preventif (Pencegahan)
2. Pengendalian secara fisik
a. pengolahan tanah
b. pembabatan
c. pengenangan
d. pembakaran
e. mulsa