Penanaman Tanaman Gladiol

Berikut adalah artikel tentang Teknik Penanaman Gladiol. Penentuan Pola Tanam : Tanaman gladiol dapat ditanam dgn sistem guludan atau tanpa guludan. Jika pengairan menggunakan cara leb, maka penanaman sebaiknya dgn guludan agar air irigasi tdk merusak struktur tanah. Beberapa hal yg perlu diketahui dlm cara penanaman adalah tempat & waktu penanaman serta jarak & kedalaman tanaman. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Atap plastik yg tembus cahaya & bersih digunakan utk menghindari kerusakan akibat hujan. Jadwal penanaman disesuaikan dgn kebutuhan berkisar antara 60-80 hari, karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya.

Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat dgn mencangkul lahan sedalam 10-15 cm, utk subang berdiameter =2,5 cm.

Cara Penanaman : Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3,5 bulan. Cara penanaman dgn guludan, yg disesuaikan dgn kedalaman tanam subang gladiol. Bila kedalaman 10-15 cm, maka tinggi guludan dibuat =15 cm dgn anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yg menyebabkan turunnya kualitas bunga. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman & kualitas bunga. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak, maka tanaman akan menjadi lemah & panjang. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. utk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm, biasanya ditanam dlm barisan pada guludan. Jarak tanam utk subang berdiameter =4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan utk lubang yg berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. dlm menentukan kedalaman tanam yg perlu diperhatikan adalah tekstur tanah & waktu tanam. Pada tekstur tanah yg berat, (tanah liat & berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yg ringan & berpasir. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dlm dibanding musim penghujan. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yg lebih dalam. Letak bibit yg dangkal, terutama pada tanah berpasir, akan mengakibatkan tanaman mudah rebah.

Pemberian Ajir : Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yg menyebabkan turunnya kualitas bunga. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan.

Pemeliharaan Tanaman Gladiol

Penyiangan : Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat & menyulitkan dlm pemanenan. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) & dilakukan tiga kali dlm satu siklus tanaman.

Pembubunan : Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dgn penyiangan, utk menjaga agar subang baru yg tumbuh tdk terlihat di atas tanah.

Pemupukan : Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat & berproduksi dgn baik. Jumlah pupuk yg diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah, keadaan lingkungan, curah hujan, pengairan & kandungan hara di dlm tanah. Pada tanah berpasir, diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari & 45 hari setelah penanaman). Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dlm bentuk nitrat, sebagian lagi amonium), 90-180 kg P (sebagai P2O5) & 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. Pupuk diberikan tdk sekaligus, pertama saat tanam, ( pupuk K & P), setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. Pemberian pupuk N kedua & ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga & setelah panen bunga. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang & pembentukan anak subang. Pupuk yg digunakan biasanya TSP & Urea, masing-masing sebanyak satu sendok teh utk setiap tanam.

Pengairan & penyiraman : Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau).

Waktu Penyemprotan Pestisida : Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit, yg dapat diatasi dgn pestisida yg tepat. Penanggulangan serangan hama digunakan pestisida padat (Aldikarb), dgn dosis 300 gram/100 m 2 air. Digunakan pestisida cair (Permetrin & deltametrin) dosis 5 cc per 100 m 2 . Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon, dosis 5 gram/100 m 2 , atau Kaptofol, dosis 400 gram/100 liter air. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari.