Pengenalan Kleci (Coleus tuberous)


Umbi kleci merupakan tanaman yang juga sering disebut sebagai kentang jawa. Kleci berasal dari India dan di Indonesia banyak dijumpai di Banten, Jakarta, Magelang, Yogyakarta, dan Bali. Tanaman kleci berbentuk semak dengan tinggi dapat mencapai 100 cm. batang berbentuk segi empat dan tebal. Daun bergerombol, berhadapan, dan berbentuk bulat telur. Permukaan daun bagian atas berwarna hijua tua dengan permukaan daun bawah yang berwarna hijau muda. Kleci memiliki bunga kecil berwarna ungu . umbi berwarna coklat kehitaman. Untuk itulah beberapa orang menyebutnya sebagai kentang ireng (hitam).

Tempat tumbuh

Kleci dapat tumbuh pada ketinggian 40-1300 mdpl dan menyukai lingkungan yang panas /tropis. Tanaman kleci memutuhkan banyak air dalam setiap fase hidupnya sehingga banyak di tanam di sawah ataupun tegalan yang memiliki ketersediaan air yang cukup dan ditanam setelah masa tanam padi selesai.

Budidaya


Perbanyakan tanaman kleci dilakukan dengan stek batang atau dengan menggunakan umbi yang masih muda. Untuk bahan tanam yang dari umbi, umbi biasanya disimpan di tempat yang gelap untuk menghambat pertunasan. Penyimpanan umbi muda dilakukan pada musim kemarau saat tanaman umbi belum siap ditanam. Menjelang musim hujan, umbi kleci disemai pada suatu tampa dan dibiarkan hingga tunas dewasa. Tunas dewasa ini kemudian dipotongpotong untuk mendapatkan bibit yang berasal dari stek. Stek ini disebut dengan turus, dan turus ini yang nantinya ditanam di lahan.

Kleci ditanam di bedeng dengan jarak tanam 25 x 25 cm. kleci memerlukan tanaman yang subur dan cukup humus. Untuk menghasilkan umbi yang baik, tanah diberi pupuk kandang dan pupuk kompos untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan bioogi tanah. Seperti jenis umbi yang lainnya, penggemburan dan pembumbunan di sekitar rumpun tanaman mutlak diperulukan agar perkembangan umbi dapat maksimal.