Pengendalikan Ulat Kantung Albasia

Mengendalikan Ulat Kantung Albasia
Mengendalikan Ulat Kantung Albasia
Beberapa tahun terakhir hama ulat kantung atau dalam bahasa jawa disebut Pteroma plagiophleps telah menyerang tanaman albasia atau sengon di daerah Banyumas da sekitarnya. Hal ini menyebabkan beberapa pekebun sengon rugi besar karena tanaman sengon yang belum siap panen jadi merana. Yah…. Ujian buat petani sengon yang selama bertahun-tahun belum menemui kendala yang berarti.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para petani untuk mengatasi hama ulat kantong pada tanaman albasia tersebut. Berbagai cara dan berbagai pestisida telah digunakan akan tetapi banyak yang gagal karena ulat tersebut berlindung di balik kantung yang berlilin. Jika menyerang pada pesemaian atau pada tanaman muda masih bisa dikendalikan dengan cara manual atau pemangkasan bagian tanaman sengon atau albasia yang terserang hama ulat kantong tersebut.

Karena hama ini letaknya sangat tinggi dan dilindungi oleh kantong maka dua hal utama yang perlu kita cermati adalah cara aplikasi insektisidanya dan menentukan insektisida apa yang tepat. Menurut pengalaman maspary, dengan memperhatikan dua hal tersebut hama ulat kantung pada tanaman albasia bisa dikendalikan.

Tehniknya :
  • Karena letaknya sangat tinggi dan dilindungi kantong jika disemprot dengan insektisida ulatnya pasti hanya akan tertawa. Karena hal tersebut sudah diperhitungkan oleh si ulat. Menurut maspary lakukan aplikasi insektisida dengan cara penginfusan. Akan tetapi beberapa pengalaman dilapangan jika di bor tanaman albasia akan mengeluarkan blendok dan kadang akan terserang jamur busuk batang. Maka sebaiknya dilakukan dengan cara melukai dengan parang pada pangkal batang (agar tidak merusak kayu tanaman). Bisa juga dengan cara memotong sebagian akar atau melukainya lalu menyiramkan insektisida pada luka tersebut.
  • Pemilihan insektisidanya tidak boleh sembarangan, karena dibutuhkan insektisida yang bisa menjalar keatas dan diserap tanaman maka dibutuhkan insektisida dengan cara kerja sistemik. Jangan yang kontak. Sebagai contoh yang harganya murah dan mantap adalah bahan aktif dimehipo atau fipronil.