Kandungan Tanaman Zaitun

Zaitun berasal dari pohon zaitun yang tumbuh di daerah sekitar mediterania, Afrika dan Asia tengah. Buah zaitun matang yang belum diproses mengandung sekitar 80% air. Sedangkan kandungan minyaknya sekitar 15%. Selebihnya mengandung karbohidrat, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C dan vitamin D.

Tanaman zaitun memiliki ciri-ciri di antaranya:
  • tumbuh sebagai perdu mempunyai bunga berbentuk lonceng
  • daun tunggal dengan kedudukan berhadapan tanpa daun penumpu 
  • bunga banci atau berkelamin tunggal dan buah menumpang 
  • buahnya berupa buah batu dengan biji memiliki endosperma
Berikut ini beberapa zat penting yang terkandung dalam minyak zaitun :
Squalene
Di antara minyak nabati lainnya, minyak zaitun memiliki kadar squalene paling tinggi. Squalene adalah cairan eter organik yang bermanfaat sekali bagi sistem imun manusia. Squalene digunakan sebagai bahan baku insulin bagi penderita diabetes.
Zat besi
Meskipun kandungan zat besi yang dimiliki minyak zaitun tidak tinggi, namun dapat dicampurkan ke dalam sayuran atau makanan yang kaya zat besi misalnya salad sayuran berdaun hijau dan paprika, kacang-kacangan, telur, biji-bijian, kismis, daging merah dan lain-lain. Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Kalsium
Sama seperti kandungan zat besi, kadar kalsium dalam minyak zaitun juga tidak besar. Anda dapat mencampurnya dalam makanan dan minuman sumber kalsium. Kalsium penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi, mencegah tulang keropos dan mudah tulang patah, untuk menyimpan glikogen agar tubuh tidak merasa lapar dan membantu kelancaran kinerja sistem otot, syaraf dan otak.
Potassium 
Kandungan minyak zaitun lain adalah potassium dalam jumlah yang sedikit. Manfaat potassium adalah untuk menjaga agar tekanan darah tetap normal, untuk mengubah gula menjadi energi dan membantu mengeluarkan sodium dari dalam tubuh.
Polifenol

Kandungan minyak zaitun yang memiliki kadar tinggi adalah zat antioksidan bernama polifenol. Minyak zaitun yang mengandung polifenol dalam kadar yang tinggi biasanya akan mengalami perubahan rasa, menjadi lebih pahit, tajam dan keras. 
Minyak zaitun punya beberapa jenis di pasaran. Bisaya ada 3 jenis, yaitu : Sulingan, Extra Virgin dan Murni. Berikut penjelasanya.
Minyak Zaitun Sulingan

Minyak zaitun yang jenis pertma adalah sulingan. Jenis ini merupakan jenis minyak zaitun yang mengalami proses penyulingan lanjutan, setelah proses pertama. Warnanya kekuningan dan cocok digunakan untuk menumis. Jenis ini manfaat minyak zaitun nya sudah sangat berkurang karena sudah melewati beberapa tahap penyulingan.
Minyak Zaitun Murni (Pure)

Salah satu ciri Minyak zaitun yang murni biasanya berwarna hijau kekuningan. Manfaat minyak zaitun jenis murni ini yang paling baik adalah untuk masak dengan pemanasan yang tidak terlalu lama. Jenis minyak zaitun murni adalah hasil proses lanjutan dari jenis yang extra virgin. Harga pasaran biasanya lebih rendah dari jenis sulingan dan extra virgin.

Minyak Zaitun Extra Virgin

Ciri jenis extra virgin : kehijauan, memiliki rasa dan aroma yang lebih tajam. Minyak ini sangat tidak disarankan untuk menumis atau menggoreng karena kadar minyaknya yang rendah. Cara mengambil manfaat minyak zaitun jenis extra virgin adalah langsung dikonsumsi.