Botani Tanaman Kedelai

Berdasarkan Steenis, dkk (2005) tanaman kedelai termasuk ke dalam, kingdom:Plantae, divisio: Spermatophyta, class: Dicotyledoneae, ordo: Fabales, family:Leguminoceae, genus: Glycine, species: Glycine max (L) Merrill.

Akar kedelai mulai muncul disekitar misofil kemudian akar muncul kedalam tanah,sedangkan kotiledon akan terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan dari hipokotil. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. (Suprapto, 1999).

Kedelai adalah tanaman setahun yang tumbuh tegak (70-150 cm), menyemak, berbulu halus (pubescens), dengan sistem perakaran luas. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi dan ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya (Rubatzky dan Yamaguchi,1997).

Daun kedelai mempunyai ciri-ciri antara lain helai daun (lamina) oval dan tata letak pada tangkai daun bersifat majemuk berdaun tiga. Daun ini berfungsi sebagai alat untuk proses asimilasi, respirasi, dan transportasi. Daun berselang-seling beranak daun tiga, licin atau berbulu, tangkai daun panjang terutama untuk daun-daun yang berada di bagian bawah (Rukmana dan Yuyun,1996).

Pembungaannya berbentuk tandan aksilar atau terminal, berisi 3-30 kuntum bunga, bunganya kecil, berbentuk kupu-kupu, lembayung atau putih, daun kelopaknya berbentuk tabung, dengan dua cuping atas dan tiga cuping bawah yang berlainan, tidak rontok, benang sarinya sepuluh helai, dua tukal, tangkai putiknya melengkung, berisi kepala putik yang berbentuk bonggol (Suprapto, 1999).

Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100-250 polong. Polong biasanya berisi 2-3 biji berbentuk bundar atau pipih. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman (Rubatzky dan Yamaguchi, 1997).