Hama dan Penyakit Tanaman Mangga

Berikut Hama dan Penyakit Tanaman Mangga

Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis)
  • Menyerang buah & masuk ke dalamnya.
  • Pengendalian: dengan semut merah yg menyebabkan kepik tidak bertelur.
Bubuk buah mangga
  • Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini.
  • Pengendalian: memusnahkan buah mangga yg jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon & menyemprotkan insektisida ke tanah yg telah dicangkul.
Bisul daun(Procontarinia matteiana.)
  • Gejala: daun menjadi berbisul & daun menjadi berwarna coklat, hijau & kemerahan.
  • Pengendalian: penyemprotan buah & daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yg terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong & memperbaiki aerasi.
Lalat buah
  • Gejala: buah busuk, jatuh & menurunkan produktivitas.
  • Pengendalian: dengan memusnahkan buah yg rusak, memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah & insektisida.
Wereng ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
  • Jenis wereng ini berbeda dengan yg menyerang padi. Wereng ini menyerang daun, rangkaian bunga & ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yg membeku menimbulkan jamur kerak hitam.
  • Pengendalian dengan insektisida Diazinon & pengasapan seminggu empat kali.
Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)
  • Tungau pertama menyerang daun mangga yg masih muda sedangkan yg kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga.
  • Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.

Codot
  • Memakan buah mangga di malam hari.
  • Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit & melindungi pohon dengan jaring.
Penyakit Tanaman Mangga

Penyakit mangga
  • Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam & menggulung.
  • Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.
Penyakit diplodia
  • Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.
  • Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum.
Cendawan jelaga
  • Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yg diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yg hidup di cairan manis.
  • Pengendalian: dengan memberantas serangga yg menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.
Bercak karat merah
  • Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Menyerang daun, ranting, bunga & tunas sehingga terbentuk bercak yg berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan.
  • Pengendalian: pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.
Kudis buah
  • Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting & daun.
  • Gejala: adanya bercak kuning yg akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan.
  • Pengendalian: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu & memangkas tangkai bunga yg terserang.
Penyakit Blendok
  • Penyebab: jamur Diplodia recifensis yg hidup di dalam lubang yg dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan getah yg akan berubah warna menjadi coklat atau hitam.
  • Pengendalian: memotong bagian yg sakit, lubang ditutupi dengan kapas yg telah dicelupkan ke dalam insektisida & menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. 
Gulma

Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. Pengendalian dengan memotong cabang yg terserang, menebang tanaman yg diserang benalu dengan berat.