Hama Tanaman Cabai Paprika

Jenis hama yang menyerang tanaman cabai paprika sangat banyak. hama tersebut sama dengan hama yang menyerang jenis tanaman cabai yang lain.

1. Hama Kutu Daun Dan Tungau

hama ini menyerang pucuk tanaman, tunas, bunga, buah, dan daun. gejala serangan yang ditimbulkan adalah: bagian tanaman yang terserang (pucuk tanaman, tunas, dan daun) mengerut dan mengeriting atau menggulung, terjadi perubahan warna, dan pertumbuhan tidak norma. serangan pada bunga dan buah dapat menyebabkan bunga dan buah gugur dan mengkerut pada bagian pangkal.

pengendaliannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

a. pemangkasan daun yang terserang

b. pengaturan jarak tanam

c. penyemprotan dengan menggunakan pestisida

d. pengendalian dengan cara biologis, yaitu dengan menyebarkan musuh-musuh alami, misalnya kumbang macan, dan kepik.

2. hama lalat buah

hama lalat buah menyerang buah cabai, baik buah yang masih muda maupun buah yang sudah tua (setengah masak). buah muda yang terserang akan terganggu pertumbuhannya dan gugur sebelum masak. buah masak yang terinfeksi tidak menjadi berwarna merah, tetapi menjadi kehitam-hitaman dan mengeras.

pengendaliannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

a. pengambilan buah cabai yang telah terserang dan gugur, kemudian dibakar.

b. penyemprotan dengan menggunakan pestisida yang cocok untuk hama lalat buah.

c. penggunaan perangkap yang terdiri atas Methil Eugenol (1 cc) dan insektisida Monokrotofos atauSihalotrin (1 cc), yang diganti setiap satu bulan.

3. hama trips daun

hama trips merusak tanaman cabai dengan cara menghisap cairan dalam tubuh tanaman. infeksi hama ini menyebabkan daun-daun tanaman berkerut (keriting), pucat, layu, dan akhirnya mengering. hama ini sering dijumpai pada bagian ujung daun lapisan bawah ataupun pada pucuk-pucuk tanaman. bagian pucuk tanaman yang terserang akan terhenti pertumbuhan tunasnya dan tanaman akan tumbuh kerdil.

pengendaliannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

a. sanitasi kebun, yaitu membersihkan rumput-rumput dan gulma.

b. pergiliran tanaman dengan yang bukan tanaman inang.

c. penggunaan pestisida

d. penggenangan sesaat untuk membunuh kepompong

e. pemasangan mulsa jerami atau mulsa pelastik untuk menekan populasi trips.

f. penyebaran musuh-musuh alami,

4. hama ulat grayak

tanaman yang terseang pada awalnya memperlihatkan adanya lubang-lubang pada daun, lama kelamaan daun habis dan hanya tinggal tulang daun.

pengendaliannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

a. penggenangan sesaat untuk membunuh ulat

b. penggunaan perangkap Feromoid sex

c. sanitasi lingkungan, yaitu membersihkan rumput, gulma, maupun sisa-sisa tanaman.

d. pemangkasan daun yang telah menjadi sarang telur ngengat, kemudian dibakar

e. penyebaran hewan pemangsa

f. penyemprotan dengan pestisida yang cocok untuk membasmi ulat grayak

g. pengolahan tanah yang baik untuk membunuh kepompong ulat grayak dan ulat yang bersembunyi didalam tanah.