Budidaya Tanaman Lada Di Pekarangan

Lada atau yang lebih kerap anda sapa dengan sebutan merica merupakan salah satu kebanggaan Indonesia. Ya tanaman yang satu ini merupakan tanaman rempah Indonesia yang telah mendunia, bagi perempuan di Indonesia sendiri tentunya sangat akrab sekali dengan bumbu masak yang memiliki bau yang khas ini. Bau dan rasa yang khas dari lada inilah yang membuatnya semakin sering digunakan untuk jurus andalan agar masakan memiliki daya tarik dan juga membangkitkan gairah orang yang hendak menyantapnya. 

Biji – bijian bernama lada ini juga banyak dimanfaatkan untuk hal lainnya, sebut saja lada hitam yang sering kali di suling untuk mendapatkan minyak yang terdapat padanya. Yang dengan minyak tersebut kemudian digunakan sebagai bahan campuran saat membuat minyak wangi. Dengan segala keunggulan dari bumbu ini mungkin pernah terlintas dalam benak anda untuk mencoba menanamnya. Untuk itu artikel berikut ini sangat di sayangkan jika tidak anda baca. 
  1. Hal pertama yang harus anda perhatikan saat anda berkeinginan untuk menanam lada adalah tentang media tanamnya. Anda dapat menanamnya pada lahan yang subur yang tidak begitu kering namun juga tidak terlalu basah agar pertumbuhannya maksimal nanti. 
  2. Langkah selanjutnya adalah dengan pemilihan bibit lada yang memiliki kualitas baik. Bibit dengan kualitas prima tersebut dapat anda peroleh dari pohon induk yang sehat yang terbebas dari berbagai macam hama. Selain itu pohon induk yang anda pilih juga harus berumur lebih dari 1 tahun. 
  3. Jika anda ingin menanam lada ini dalam jumlah yang banyak maka sebaiknya anda menanam dalam jarak 2 m per tanaman. Membuat lubang dengan kedalaman 50 cm. Baru 10 hari kemudian anda lakukan penanaman benih. Alangkah lebih baik jika anda menanam lada tersebut pada musim penghujan. 
  4. Setelah itu anda menyiapkan tiang sebagai media perambatan lada karena tanaman ini termasuk dalam tanaman yang tumbuh merambat. Pastikan anda selalu membersihkan tanaman dari ranting daun yang terserang hama dan juga yang anda lihat kurang produktif. Pastikan lahan tidak terlalu basah pada musim penghujan dan juga tidak terlalu kering pada musim kemarau. 
  5. Ketika usia tanam telah memasuki usia tiga tahun maka tanaman pun akan menghasilkan biji yang bisa anda panen.