Filum Arthropoda

Filum Arthropoda

Sebagian besar hama tanaman yang kita kenal merupakan anggota filum Arthropoda. Filum ini mempunyai ciri yang sangat khas yaitu :

1. Tubuh terbagi menjadi 2 atau 3 bagian.

2. Tubuh dan kaki beruas-ruas.

3. Alat tambahan beruas-ruas dan berpasangan.

4. Dinding tubuh bagian luar berupa skeleton yang secara periodik dilepas dan diperbaiki/diganti.

Anggota filum Arthropoda yang berperan sebagai hama berasal dari Kelas Acharina dan Insecta (serangga) (Ananda, 1983).


1. Kelas Arachnida

Menurut Ananda (1983), anggota kelas Arachnida ada yang berperan sebagai hama tanaman, dan adapula yang berperan sebagai predator hama tanaman. Salah satu contoh jenis yang berperan sebagai hama tanaman adalah tungau merah Tetranichus bimaculatus yang menyerang tanaman ketela pohon terutama pada musim kemarau. Gejala yang ditimbulkannya berupa bercak-bercak kekuningan, karena cairan sel daun diisapnya. Daun ini akhirnya kering dan rontok. Contoh yang berperan sebagai predator adalah laba-laba.

Ciri khas Arachnida adalah :
  • Kaki empat pasang yang terdiri atas tujuh ruas, yaitu coxa, trochanter, patela, femur, tibia, metatarsus dan tarsus.
  • Tubuh terbagi menjadi dua bagian, yaitu gabungan kepala dan dada (cephalothorax) serta abdomen. 
  • Tidak bersayap dan memiliki alat tambahan berupa sepasang pedipalpus.

2. Kelas Insecta atau Hexapoda

Anggota kelas insecta disebut juga hexapoda karena memiliki 6 kaki. Anggota kelas ini menempati peringkat paling atas dalam hal peranannya sebagai hama tanaman. Ciri khas kelas insecta menurut Ananda (1983). adalah :
  • Tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen).
  • Mempunyai 3 pasang kaki yang terdiri atas 6 ruas, yaitu coxa, trochanter, femur, tibia, metatarsus dan tarsus.
  • Sayap satu pasang atau dua pasang dan adapula yang tidak bersayap.
  • Mempunyai satu pasang antena