Getah Pepaya Betina Sebagai Bahan Baku Bioinsektisida Ulat Grayak

Ulat grayak atau Spodoptera sp. merupakan hama yang bersifat polifag dan dapat menyebabkan kerusakan berat pada tanaman sayuran. Ulat ini menyerang tanaman pangan seperti cabe, bawang, dan kubis. Larva ulat grayak menyerang daun sejak instar awal. Ciri-ciri daun yang terserang adalah terlihat transparan atau keputih-putihan, selanjutnya daun terkulai mengering, yang akhirnya menyebabkan kematian tanaman.

Selama ini untuk membasmi ulat grayak adalah dengan menggunakan insektisida sintetik. Inteksida sintetik ini merugikan tanaman, lingkungan, dan juga manusia. Sehingga, diperlukan insektisida alami untuk mengendalikan ulat grayak ini.

Bioinsektisida dapat dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah penggunaan insektisida sintetik karena aplikasi bioinsektisida tidak menimbulkan residu sehingga aman bagi kesehatan manusia.

Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku bioinsektisida adalah getah buah pepaya. Buah papaya memiliki tiga jenis yaitu tanaman jenis betina, jantan, dan hermafrodit. Tanaman buah pepaya yang menghasilkan buah pepaya adalah jenis betina dan hermafrodit. Namun, buah yang dihasilkan pohon jenis betina berkulit tebal, bagian buah kecil, dan berbentuk tidak menarik.

Selain berfungsi sebagai bahan baku bioinsektisida, getah berfungsi sebagai bentuk pertahanan tumbuhan dalam menghadapi suhu, kelembaban, dan organism pengganggu tanaman. Getah pepaya mengandung berbagai enzim seperti peptidase A, peptidase B, papain, cimo papaine, karikain, glisil hidrolase, glisil endopeptidase, glutamine cyclotransferase (PQC), lipase, glutamine cyclase, dan cysteine protease, serta 50 asam amino.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan enzim yang terkandung pada getah pepaya merupakan kelompok ensim sistein protease (papain, ficin, dan bromelain) sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Efek yang ditimbulkan getah pepaya terhadap organisme pengganggu tanaman adalah penolak makan, racun kontak, dan mengganggu fisiologis serangga.

Pengembangan getah pepaya betina sebagai bioinsektisida diharapkan mampu menurunkan biaya penggunaan insektisida. Tak hanya itu, keamanan lingkungan dan kesehatan akan lebih terjamin karena getah pepaya betina tidak meninggalkan residu yang membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan manusia.