Mengenal Tentang Tanaman Kencur

Tanaman dan Rimpang Kencur Di Indonesia, kencur (Kaempferia galanga L.) sudah dikenal oleh masyarakat, namun mempunyai beberapa wilayah nama yang berbeda, antara lain: kencur (Jawa), cikur (Sunda), ceuko (Aceh); kencor (Madura), cekuh (Bali), kencur, sukung (Minahasa-Manado); asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon-Maluku), dan cekir (Sumba). Tanaman kencur dapat hidup dimana saja, asalkan tanahnya gembur dan subur, dengan sedikit naungan dan biasa ditanam di pekarangan, dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.
Tanaman kencur merupakan tumbuhan di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Tumbuhan ini tumbuh dan berkembang baik pada musim penghujan.

Batang kencur tidak tumbuh tinggi menutupi permukaan tanah, terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutipi antara yang satu dengan yang lainnya. Daun kencur tumbuh tunggal, berbentuk bulat serta melebar, mendatar dan menurun menjalar kepermukaan tanah, dan berwarna hijau gelap. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Tanaman kencur juga berbunga, biasanya bunganya berwarna putih atau ungu, kecil dan baunya harum yang muncul disela-sela daun, dan jumlah tangkai bunganya sekitar 4-12 kuntum bunga. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan.

Kencur termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai batang semu sangat pendek/tanpa batang dan membentuk rimpang di dalam tanah. Rimpang kencur mempunyai kulit luarnya berwarna coklat gelap dan mengkilap, aroma yang spesifik dan dagingnya berwarna putih serta tidak berserat. Komposisi kimia rimpang terdiri dari: pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak-minyak atsiri (0,02 %). Minyak atsiri berupa: sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam sinamat, etil ester, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisat, dan alkaloid.

Rimpang itulah bagian tanaman kencur yang paling penting, karena banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus, rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksisinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Bahkan untuk masyarakat sunda memanfaatkan kencur sebagai lalapan mentah.

Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatic, monoterpena, dan seskuiterpena yang mempunyai efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri (daya analgesic). Kencur juga bersifat stimulant, sehingga bisa sebagai penambah tenaga. Selain itu juga bersifat karminatif atau meluruhkan angin, jadi menghilangkan kembung di perut.

Sebagai bahan obat, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, antara lain: sakit gigi juga memar, nyeri dada, sakit kepala, radang lambung, radang anak telinga, influenza pada bayi, masuk angin, sakit kepala, batuk, menghilangkan darah kotor, diare, memperlancar haid, mata pegal, keseleo, lelah, sembelit, tetanus, panas dalam, keracunan, dan lain-lain.