Panen Kencur Untuk Memperoleh Rimpang Bermutu

Hasil panen kencur Hasil panen tanaman kencur yang diambil bagian rimpang dan sangat mudah terluka. Jika terluka akan menurunkan mutu, bahkan dapat menyebabkan busuk di tempat penyimpanan. Kondisi ini dapat menyebabkan harga rimpang rendah dan akhirnya petani akan merugi. Turunnya harga ini karena rimpang tidak memenuhi permintaan pasar. Rimpang yang dikehendaki pasar adalah bermutu bagus, antara lain: sehat, relatif besar, tua, utuh, dan padat/bernas.

Mengapa pasar menghendaki rimpang bermutu bagus ? Karena rimpang kencur akan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus, rokok pada industri rokok kretek. Oleh karena itu kegiatan panen harus dilakukan petani dengan hati-hari dan harus memperhatikan umur panen, cici-ciri tanaman kencur dapat dipanen, dan cara panen kencur yang baik.

Panen kencur dengan baik bertujuan untuk mendapatkan rimpang yang bermutu sesuai permintaan pasar. Tanaman kencur dapat dipanen untuk konsumsi berumur antara 6 - 10 bulan, sedangkan dipanen untuk benih minimal berumur 10 - 12 bulan. Pemanenan kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan dapat sampai 3 tahun.

Ciri-ciri tanaman kencur dapat dipanen sebagai berikut:
  1. Warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mongering;
  2. Kulit rimpang mengkilat, terlihat kencang dan tidak mudah terkelupas atau lecet; 3) Warna kulit rimpang lebih mengkilat dan; 
  3. Rimpang terlihat bernas/padat dan jika dipatahkan terlihat berserat, keras, alot, dan timbul aroma menyengat.
Cara memanen kencur sebagai berikut:
  1. Memanen rimpang kencur tidak dengan dicabut, tetapi dengan membongkar tanah sekitar tanaman kencur dengan menggunakan cangkul, garpu, atau alat lainnya dengan hati-hati, agar tidak melukai rimpang kencur;
  2. Pisahkan rimpang kencur dari tanah, akar, daun, dan bagian lainnya; 
  3. Buanglah rimpang kencur yang tidak sehat terkena hama/penyakit; 
  4. Kumpulkan rimpang kencur dalam wadah dan angkat ke tempat pencucian dengan hati-hati;
  5. Lakukan pencucian rimpang dengan air mengalir, dan setelah bersih tiriskan; 
  6. Lakukan sortir dari sampah, bagian lain tanaman, gulma, lalu kering anginkan; Jika akan disimpan, rimpang dihamparkan pada tempat yang bersih dengan cara ditebarkan dan tidak ditumpuk-tumpuk; 
  7. Gudang penyimpanan harus memiliki ventilasi agar tidak lembab dan pasnas, serta terlindung dari matahari maupun curahan air hujan. Sebaiknya di dalam gudang dibuat rak dari kayu, bambu atau ram kawat.
Mutu rimpang varietas unggul, yaitu kadar minyak atsiri antara 3,2 - 7,6%, kadar pati 51,09 - 79,71%, kadar sari dalam air 14, 50 - 26,22%, kadar sari larut dalam alcohol 3,02 - 7,95%.