Pasca Panen Tanaman Kunyit

Pasca panen adalah tindakan yang dilakukan setelah panen, mulai dari membersihkan hasil panen dari kotoran, tanah dan mikroorganisme yang tidak diinginkan melalui pencucian; sortasi dan perajangan; pengeringan, pengemasan sampai dengan penyimpanan.

Tujuan

Tujuan pasca panen adalah untuk menghasilkan produk yang tahan simpan, berkualitas dengan mempertahanan kandungan bahan aktif yang memenuhi standar mutu secara konsisten.
Informasi Pokok

Pasca panen dilakukan untuk menghasilkan produk segar dan simplisia. Tahapan pembuatan simplisia meliputi : 
(a) Penyiapan bahan baku; 
(b). Penyiapan peralatan dan bahan kemasan; 
(c) Pemrosesan; 
(d) Pengemasan dan pelabelan; serta 
(e) Penyimpanan;Bahan baku dalam pembuatan simplisia kunyit adalah rimpang kunyit dari hasil panen yang besar dan cukup umur (9 - 12 bulan) masih dalam keadaan segar, tidak busuk dan tidak rusak / cacat;

Peralatan dan bahan pengemasan :

a. Wadah/bak/ember;
b. Sikat plastik;
c. Keranjang plastik;
d. Pisau tidak berkarat;
e. Alas perajang
f. Alat pengering : tampi, solar dryer (sinar matahari);
g. Para-para;
h. Bahan rakyang direkomendasikan adalah alumunium atau stainless steel;
i. Timbangan;
j. Kemasan baru (karung, kantong plastik, tong/ corrugated fiber drum); k. Label;

Pemrosesan melalui :
a. Penyortiran awal (segar).
Penyortiran dilakukan untuk memisahkan rimpang kunyit yang bagus dengan rimpang kunyit yang busuk/rusak atau cemaran bahan asing lainnya dan akan diproses /di kemas dalam bentuk simplisia dan bahan rimpang kunyit segar;

b. Pencucian
Pencucian dilakukan dengan sikat plastik secara hati-hati untuk menghilangkan kotoran dari hasil panen dan mengurangi mikroba yang menempel pada rimpang kunyit. Pencucian dilakukan secara bertahap (dalam bak-bak pencucian bertingkat). Tempat pencucian diupayakan menggunakan air mengalir sehingga sisa pencucian langsung terbuang;

c. Penimbangan bahan
Rimpang yang terseleksi ditimbang. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui bobot bersih bahan yang diolah;

d. Perajangan
Perajangan dilakukan untuk mempercepat pengeringan dilakukan dengan membujur. Perajangan dilakukan dengan alat mesin perajang atau secara manual dengan arah rajangan yang seragam ketebalan 5-7 mm atau sesuai keinginan pasar. Ukuran ketebalan perajangan sangat berpengaruh pada kualitas bahan simplisia. Jika terlalu tipis akan mengurangi kandungan bahan aktifnya dan jika terlalu tebal akan mempersulit proses pengeringannya;

e. Pengeringan
Pengeringan melalui proses penjemuran matahari. Tempat pengeringan diupayakan pada tempat yang tidak memungkinkan masuknya kotoran / benda lain (minimal 20-30 cm di atas tanah). Apabila pengeringan belum sempurna, dilakukan pengeringan esok harinya sampai kadar air sekitar 10%. Pengeringan merupakan proses yang sangat penting dalam pembuatan simplisia, karena selain memperpanjang daya simpan juga menentukan kualitas simplisia. Pengeringan dengan sinar matahari dengan cara ditutup dengan kain hitam akan menghasilkan kualitas simplisia yang lebih baik;

f. Penyortiran akhir (simplisia)

Penyortiran akhir dilakukan berdasarkan kualitasnya. Setelah penyortiran dilakukan penimbangan untuk menghitung rendemen hasil dari pemrosesan;

g. Pengemasan dan Pelabelan
Setelah simplisia mencapai derajat kekeringan yang diinginkan, selanjutnya dapat segera dikemas untuk menghindari penyerapan kembali uap air. Bahan ke-mas / kantong diupayakan bersih dan tertutup rapat.

Bahan yang telah kering sempurna dimasukkan kedalam kantong dan diberi label nama jenis simplisia. Isi kantong diusahakan tidak terlalu rapat/padat atau tidak ditekan. Kemasan kantong yang telah berisi simplisia kering, diusahakan jangan ditumpuk-tumpuk, atau musti ada sekat diantara tumpukan.

h. Penyimpanan

Penyimpanan dilakukan di ruang / gudang bersih dan sirkulasi udaranya baik dan tidak lembab, suhu tidak melebihi 30°C, jauh dari bahan lain penyebab kontaminasi dan bebas dari hama gudang;