Pemupukan dan Pemeliharaan Tanaman Kencur

Dalam budidaya tanaman, pemupukan dan pemeliharaan tanaman merupakan hal yang harus dilakukan petani dengan baik dan benar bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik dan produksi yang optimal. Dalam pemupukan tanaman kencur yang harus diperhatikan antara lain: jenis, dosis, cara pemupukan, dan waktu pemupukan. Sedangan pemeliharaan tanaman kencur meliputi: penyulaman, penyiangan, penyiraman/pengairan, dan pembumbunan.

Pemupukan

Pemupukan merupakan kegiatan pemberian pupuk organik dan anorganik ke tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh optimal dan berproduksi secara maksimal. Jenis pupuk yang perlu diberikan ke tanaman kencur adalah pupuk organik dan anorganik.

Pupuk organik diberikan sebagai pupuk dasar, berupa pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing yang sudah matang dan berkualitas bagus. Ciri-ciri pupuk organik bermutu baik,antara lain: tidak berbau menyengat, remah, serta tidak membawa gulma, hama dan penyakit. Pupuk organik diberikan pada saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20 - 30 ton/ha, tergantung kondisi lahan. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberikan pukan 30 ton/ha, sedangkan lahan yang cukup subur cukup 20 ton/ha. Pupuk organik yang kurang matang, harus disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam, sedangkan pupuk organik yang sudah matang diberikan 7 - 10 hari sebelum tanam.

Sedangkan pemberian pupuk anorganik atau pupuk kimia/buatan disarankan sesuai prinsip LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) yaitu per hektar lahan diberikan 200 - 250 kg urea, 250 - 300 kg SP-36, dan 250 - 300 kg. Pupuk urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST), masing-masing 1/3 dosis. Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satu kali pada saat tanam atau ditunda sebulan apabila curah hujan belum cukup.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman merupakan kegiatan untuk menjaga kehidupan tanaman agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi maksimal. Pemeliharaan tanaman kencur meliputi: penyulaman, penyiangan, penyiraman/pengairan, dan pembumbunan.

Penyulaman dilakukan sebulan setelah tanam, dengan mengganti tanaman kencur yang mati atau rusak. Caranya tanaman kencur yang rusak/mati dicabut dan diganti dengan benih kencur berumur sama yang telah disiapkan untuk sulaman, agar tanaman kencur tumbuh seragam dalam satu lahan.

Penyiangan dilakukan supaya tanaman kencur terbebas dari gulma, agar unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak digunakan oleh gulma, sehingga pertumbuhan tanaman kencur tidak terganggu. Penyiangan gulma dilakukan sesuai kebutuhan paling tidak 2 minggu sekali sampai tanaman kencur berumur 6 - 7 bulan. Pada saat curah hujan tinggi, pertumbuhan gulma sangat cepat, sehingga penyiangan perlu dilakukan lebih intensif. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu perakaran kencur dan mencegah masuknya penyakit . Penyiangan dilakukan secara mekanis/manual, tidak boleh menggunakan herbisida.

Penyiraman atau pengairan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman kencur dan keadaan iklim. Jika pada musim penghujan tidak perlu disiram air dan kurangi penyiraman pada fase pembentukan rimpang.

Pembumbunan mulai dilakukan pada waktu rumpun sudah terbentuk atau pada umur 2 bulan. Apabila curah hujan tinggi, pembumbunan harus dilakukan lebih intensif/sering, karena cucuran air hujan akan menurunkan bedengan, sehingga tanaman akan terendam. Selain itu, pembumbunan juga dilakukan agar rimpang selalu tertutup tanah. Apabila rimpang muncul di permukaan tanah, akan mengurangi kualitas rimpang tersebut (berwarna hijau) dan tidak bertambah besar. Pembumbunan dapat juga dilakukan bersamaan dengan penyiangan