Pengendalian Penyakit Tanaman Kunyit

Penyakit

a. Layu Bakteri Ralstonia (Pseudomonas) solanacearum E.F. Smith

1) Tanaman Inang

Temu-temuan seperti temu mangga, temu putih, jahe, kunyit, kencur, temulawak, bangle, lempuyang, terung-terungan seperti tomat, terung, kentang, cabai, tembakau serta tanaman lainnya seperti nilam dan kacang tanah. Disamping itu juga tanaman baban-dotan, meniran, ceplukan, Commelina sp., nanang-kaan, Spigelia anthelmia, Erechtites sp., dan krokot.

2) Gejala Serangan

Gejala serangan adalah daun menguning dan menggulung, dimulai dari daun yang lebih tua kemudian diikuti daun yang lebih muda, selanjutnya sampai semua helai daun kuning dan akhirnya mati. Pada bagian pangkal batang terlihat gejala cekung basah dan garis-garis hitam atau abu-abu sepanjang batang. Kalau potongan pangkal batang atau rimpang dipijit dengan tangan akan mengeluarkan lender berwarna putih seperti airsusu.

3) Pengendalian

a) Kulturteknis

- Menanam bibit sehat;
- Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang;
- Perbaikan drainase tanah

b) Biologis

- Pemakaian kompos atau agens antagonis seperti Gliocladium sp., Trichoderma sp., atau Pseudomonas fluoresceins, kompos Biotriba dapat menekan serangan penyakit.
b. Busuk Akar Rimpang Sclerotikum rolfsiiSacc.
1) Tanaman Inang
Kunyit, kacang tanah, cabai, terung, jagung, padi, dan temu-temuan.

2) Gejala Serangan

Gejala serangan adalah kulit akar keriput, tunas-tunas muda busuk dan menering berwarna coklat kehitaman. Pada permukaan kulit yang keriput terdapat miselium jamur tipis, berwarna putih, teratur seperti bulu.

3) Pengendalian

a) Kulturteknis

- Menanam bibit sehat;
- Penanaman sebaiknya pada musim kemarau;
- Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang;
- Perbaikan drainase tanah

b) Kimiawi
Penggunaan fungisida nabati cengkeh.

c. Karat Daun Puccinia sp.

1) Tanaman Inang
Kunyit, jahe, temulawak, kencur, temu mangga, pacing (Costus).

2) Gejala Serangan

Gejala serangan ditandai dengan bintik-bintik berbentuk bulat, berwarna coklat kehitaman berukuran 1-6 mm, dikelilingi jaringan berwarna coklat kekuningan. Pada permukaan bawah
ditemukan butir-butir halus berwarna kuning yang merupakan uredospora cendawan. Pada serangan berat, pertumbuhan terganggu sehingga hasil panen menurun.
3) Pengendalian

a) Kulturteknis

- Mengatur jarak tanam agar tidak lembab.
d. Bercak Daun Colletotrichum capsici (Syd)
1) Tanaman Inang
Kunyit dan cabai.

2) Gejala Serangan

Gejala awal berupa bercak bulat berukuran 4-5 cm yang tidak beraturan pinggirnya dikelilingi garis berwarna kekuningan dan bagian tengahnya kering. Pada permukaan bercak terdapat bintik-bintik berwarna hitam tersusun melingkar menyerupai bentuk cincin. Lama kelamaan bercak besar sampai ke permukaan daun mengering dan layu.
3) Pengendalian

a) Kulturteknis

- Benih dari induk sehat;
- Tidak menanam kunyit berturut-turut pada lahan yang sama.

b) Kimiawi

Penggunaan fungisida atau cairan kapur Bordo selama 4-7 hari sampai tidak ada gejala sakit.
e. Busuk Rimpang Rhizoctonia solani Kuhn
1) Tanaman Inang
Kentang, cabai, tomat, kacang panjang, terung, kacang tanah, ubi jalar, kacang hijau, kunyit dan jahe.

2) Gejala Serangan

Perubahan warna pada daun bagian bawah, translokasi hara dan air di dalam jaringan tanaman terhambat, sehingga daun berubah menjadi dari hijau ke kuning dan menjadi layu. Pada serangan berat rimpang menjadi busuk dan batang semu keriput. Pada jaringan pembuluh terlihat garis-garis coklat.

3) Pengendalian

a) Kulturteknis
- Menanam bibit sehat;
- Penanaman sebaiknya pada musim kemarau
- Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang;
Perbaikan drainase tanah

b) Kimiawi
Agens antagonis seperti Trichoderma sp., Gliocladium sp., Pseudomonas fJuorescens, dan Bacillus sp.

Nematoda Akar
Nematoda yang paling merugikan yaitu Radopholus similis, Meloidogyne incognita dan Pratylenchus coffeae.