Pengendalian Secara Fisik/Mekanis Pada Tanaman Kunyit

Fisik/Mekanis.

- Mengumpulkan ulat dan memusnahkannya.
Valanga nighcornis (Burm) Ordo : Orthoptera Famili : Acrididae

1) Tanaman inang : Kunyit, jati, jagung, jarak

2) Gejala serangan

Serangan hama ini sering terjadi di lapang, walaupun intensitas serangan masih tergolong rendah, sehingga dapat digolongkan sebagai hama potensial. Nimfa dan serangga dewasa memakan daun sehingga daun terlihat tidak utuh lagi dan bagian-bagian daun termakan.

3) Pengendalian

Kultur teknis

- Jangan menanam kunyit bersamaan dengan tanaman inang dari hama ini.

Fisik/Mekanis

- Mengumpulkan nimfa dan serangga dewasa dan memusnahkannya;

Kutu Perisai Aspidiella hartii Gr.
Ordo : Homoptera
Famili : Diaspididae

1) Tanaman Inang : Kunyit, kencur kunyit, gadung dan suweg

2) Gejala Serangan

v Serangan hama tampak dari kutu-kutu berbentuk perisai yang menempel di permukaan rimpang dan di bawah sisik rimpang sehingga nampak kusam;
v Umumnya menyerang di pertanaman kemudian dapat berkembang dengan baik di tempat penyimpanan;
v Gambar hama rimpang terlihat pada Gambar 8.5 dan gejala serangan terlihat pada Gambar 8.6

3) Pengendalian

a) Kulturteknis

- Penggunaan bahan tanaman yang bersih dan sehat;
- Memutuskan siklus hidup OPT (pergiliran tanaman dengan bukan tanaman inang);
- Sortasi hasil panen;
- Menyimpan hasil panen di tempat yang memenuhi syarat (bersih dan tidak lembab);

b) Biologis

Memanfaatkan musuh alami yaitu parasitoid Phycus sp. (Adhelinidae, Hymenoptera) dan Adhelencyrtus moderatus Howard (Encyrtidae, Hymenoptera) serta dua jenis tungau pemakan kutu.

c) Fisik/ Mekanis

Menaburi rimpang dengan abu dan menyikat kutu yang menempel pada rimpang dengan sikat halus juga dapat mencegah berkembangnya populasi kutu, terutama untuk rimpang siap ekspor.

d) Kimiawi

Perlakuan benih dan merendam hasil panen dengan larutan insektisida yang terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian.

a. Ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp.)
Ordo : Lepidoptera

Famili : Noctuidae
1) Tanaman Inang : Kunyit kentang,, kedelai, kacang hijau

2) Gejala Seranqan

Larva ulat jengkal daun-daun yang agak tua, yaitu dengan cara menggigit daun dari arah pinggir
Pada serangan berat, bagian daun yang terisi hanya tulang daunnya saja. Gambar ulat jengkal terlihat pada Gambar 8.7.

3) Biologi

Imago meletakkan telurnya secara berkelompok sekitar 50 butir. Lama stadia telur adalah 3 hari. Larva berwarna hijau dan bergerak seperti orang mengukur panjang atau lebar dengan jengkalnya sehingga diberi nama ulat kilan atau jengkal. Larva berkepompong dalam anyaman daun. Lama stadium pupa adalah 6 hari.

4) Pengendalian

a) Fisik/Mekanis

Mengumpulkan dan mematikan ulat jengkal

b) Kimiawi

Penggunaan insektisida yang terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian.

b. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)

Ordo : Lepidoptera
Famili : Noctuidae

1) Tanaman Inang : Kunyit, kentang jahe, krisan, tomat, jagung, padi, tembakau, tabu, bawang, kubis.

2) Gejala Serangan

Gejala serangan yaitu ditandai dengan terpotongnya tanaman pada pangkal batang atau tangkai daun. Larva dewasa pada siang hari tersembunyi di dalam tanah, di sekitar batang tanaman yang dirusaknya.

3) Biologi

Sayap depan berwarna coklat keabua-abuan dengan bercak-bercak hitam. Pinggiran sayap depan berwarna putih. Warna dasar sayap belakang putih keemasan dengan pinggiran berenda putih. Ngengat dapat hidup paling lama 20 hari. Perkembangn dari telur hingga dewasa berlangsung 51 hari. Larva menghindari cahaya matahari dan bersembunyi di permukaan tanah, kira-kira sedalam 5-10 cm atau gumpalan tanah.

4) Pengendalian

a) KulturTeknis
- Pengolahan tanah yang baik untuk membunuh pupa yang ada di dalam tanah
- Penundaan waktu tanam (± 2 minggu) setelah pengolahan tanah
- Sanitasi kebun

b) Biologis
Parasitoid larva : Apanteles ruficrus, Goniophana heterocera, Cuphocera varia, Stomatomya tricholygoides, dan Sturmia inconspicuoides.

c) Fisik/Mekanis
Pengumpulan larva yang dilakukan pada senja-malam hari. Untuk mempermudah pengumpulan, larva diumpan dengan onggokan bahan organik yang dikumpulkan di satu tempat.

Sumber : cybex.deptan.go.id