Peranan Mikoriza

Peranan Mikoriza yang harus anda ketahui

1. Meningkatkan Penyerapan Unsur Hara

Adanya fungi mikoriza sangat penting bagi ketersediaan unsur hara seperti P, Mg, K, Fe dan Mn untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini terjadi melalui pembentukan hifa pada permukaan akar yang berfungsi sebagai perpanjangan akar terutama di daerah yang kondisinya miskin unsur hara, pH rendah dan kurang air. Akar tanaman bermikoriza ternyata meningkatkan penyerapan seng dan sulfur dari dalam tanah lebih cepat daripada tanaman yang tidak bermikoriza (Abbot dan Robson, 1984). Beberapa studi tentang peranan mikoriza (Setiadi, 2001; Lakitan, 2004) menunjukan bahwa manfaat fungi mikoriza ini secara nyata terlihat jika kondisi tanahnya miskin hara atau kondisi kering, sedangkan pada kondisi tanah yang subur peran fungi ini tidak begitu nyata.

Inokulasi mikoriza dapat meningkatkan serapan P oleh tanaman, karena mikoriza dengan hifa eksternal, selain dapat memperluas jangkauan rambut akar yang berarti memperluas daerah penyerapan, juga dapat menembus daerah penipisan nutrien (zone of nutrient depletion) yang terdapat di sekitar perakaran dan menyerap unsur hara dari daerah tersebut. Hal ini karena diameter hifa mikoriza yang relatif kecil (rata-rata berukuran 2-5 μm) sehingga mudah menerobos pori-pori tanah yang tidak dapat ditembus oleh rambut-rambut akar. Sebagaimana dikemukakan oleh Fakuara dan Setiadi (Zulaikha dan Gunawan, 2006) bahwa mikoriza juga menghasilkan enzim fosfatase yang mampu mengkatalis hidrolisis komplek fosfat tidak larut yang terdapat di dalam tanah menjadi bentuk fosfat larut yang tersedia bagi tanaman. Selanjutnya fosfat larut ini dengan cepat akan diserap langsung oleh hifa eksternal mikoriza dan kemudian ditransfer ke tanaman inang. 

Dengan demikian tanaman yang diinokulasi mikoriza mempunyai kemampuan untuk menyerap fosfat yang terikat dalam tanah dan fosfat dari pupuk, sehingga penyerapan P menjadi lebih besar dibanding tanaman yang tidak diinokulasi mikoriza. Fosfat merupakan unsur essensial yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Sebagaimana dikemukakan oleh Karama, et. al (Zulaikha dan Gunawan, 2006) bahwa bila tanaman kahat fosfor maka sebagian besar fosfat terkonsentrasi dalam akar dan pertumbuhan bagian tanaman di atas tanah menjadi terhambat. Hal ini karena fosfat merupakan unsur yang penting dalam serangkaian proses fotosintesis. Apabila tanaman kahat fosfor maka hasil fotosintesis yang berupa glukose tidak dapat disintesis menjadi sukrose dan diedarkan ke suluruh bagian tanaman melalui floem sehingga pertumbuhan terhambat.

2. Meningkatkan Ketahanan Tanaman terhadap Kekeringan

Peran fungi mikoriza arbuskula sebetulnya secara tidak langsung meningkatkan ketahanan terhadap kadar air yang ekstrim. Cendawan mikoriza dapat mempengaruhi kadar air tanaman inang (Morte, et. al, 2000). Ada beberapa dugaan tanaman bermikoriza lebih tahan terhadap kekeringan, antara lain :
  • Adanya mikoriza menyebabkan resistensi akar terhadap gerakan air menurun sehingga transpor air ke akar meningkat.
  • Peningkatan status P tanaman sehingga daya tahan tanaman terhadap kekeringan meningkat. Tanaman yang mengalami kahat P cenderung peka terhadap kekeringan.
  • Pertumbuhan yang lebih baik serta ditunjang adanya hifa eksternal cendawan yang dapat menjangkau air jauh ke dalam tanah sehingga tanaman dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan (Auge, 2001).
  • Pengaruh tidak langsung karena adanya hifa eksternal yang menyebabkan mikoriza efektif dalam mengagregasi butir tanah sehingga kemmpuan tanah menyimpan air meningkat.
3. Memperbaiki Struktur Tanah

Cendawan mikoriza melalui jaringan hifa eksternal dapat memperbaiki dan memantapkan struktur tanah. Sekresi senyawa-senyawa polisakarida, asam organik dan lendir oleh jaringan hifa eksternal yang mampu mengikat butir-butir primer menjadi agregat mikro. "Organic binding agent" ini sangat penting artinya dalam stabilisasi agregat mikro. Kemudian agregat mikro melalui proses "mechanical binding action" oleh hifa eksternal akan membentuk agregat makro yang mantap.

Wright dan Upadhyaya (Delvian, 2005) menyatakan bahwa mikoriza mengasilkan senyawa glycoprotein glomalin yang sangat berkorelasi dengan peningkatan kemantapan agregat. Konsentrasi glomalin lebih tinggi ditemukan pada tanah-tanah yang tidak diolah dibandingkan dengan yang diolah. Glomalin dihasilkan dari sekresi hifa eksternal bersama enzim-enzim dan senyawa polisakarida lainnya. Pengolahan tanah menyebabkan rusaknya jaringan hifa sehingga sekresi yang dihasilkan sangat sedikit. Dengan demikian mereka beranggapan bahwa cendawan mikoriza bukan hanya simbion bagi tanaman, tapi juga bagi tanah.

4. Sebagai Pelindung Hayati(Bioprotektor) dari patogen dan unsur toksik

Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar dan unsur toksik. Imas, et. al. (1993) menyatakan bahwa struktur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen akar. Mekanisme perlindungan dapat diterangkan sebagai berikut :
  • Adanya selaput hifa (mantel) dapat berfungsi sebagai barier masuknya patogen.
  • Mikoriza menggunakan hampir semua kelebihan karbohidrat dan eksudat lainnya, sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok untuk patogen.
  • Cendawan mikoriza dapat mengeluarkan antibiotik yang dapat mematikan patogen.
  • Akar tanaman yang sudah diinfeksi cendawan mikoriza, tidak dapat diinfeksi oleh cendawan patogen yang menunjukkan adanya kompetisi.

Sebagaimana dikemukakan oleh Killham (Delvian, 2005) bahwa mikoriza juga dapat melindungi tanaman dari ekses unsur tertentu yang bersifat racun seperti logam berat. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat dan unsur beracun yang diberikan mikoriza dapat melalui efek filtrasi, menonaktifkan secara kimiawi atau penimbunan unsur tersebut dalam hifa cendawan.

5. Memproduksi Hormon dan Zat Pengatur Tumbuh 

Cendawan mikoriza dapat menghasilkan hormon pertumbuhan seperti sitokinin, giberelin, dan juga vitamin pengatur tumbuh lainnya.