Pestisida

Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Kata “pestisida” berasal dari pest (“hama“) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.

Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa :

1. Insektisida (serangga)
2. Fungisida (fungi/jamur)
3. Rodentisida (hewan pengerat/Rodentia)
4. Herbisida (gulma)
5. Akarisida (tungau)
6. Bakterisida (bakteri)
7. Larvasida (larva), dan lainnya

Di bidang pertanian, penggunaan pestisida telah dirasakan manfaatnya untuk mening katkan produksi. Adanya pestisida memberi manfaat dan keuntungan. Diantaranya, cepat me nurunkan populasi jasad penganggu tanaman dengan periode pengendalian yang lebih pan jang, mudah dan praktis cara penggunaannya, mudah diproduksi secara besar-besaran serta mudah diangkut dan disimpan. Manfaat yang lain, secara ekonomi penggunaan pestisida rela tif menguntungkan. Namun, bukan berarti penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak buruk.

Kerugian berupa timbulnya dampak buruk penggunaan pestisida, dapat dikelompokkan atas 3 bagian : 
(1). Pestisida berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia

Apabila penggunaan pestisida tanpa diimbangi dengan perlindungan dan pera watan kesehatan, orang yang sering berhubungan dengan pestisida secara lambat laun akan terpengaruhi kesehatannya. Pestisida meracuni manusia tidak hanya pada saat pestisida itu digunakan, tetapi juga saat mempersiapkan, atau sesudah melakukan penyemprotan.

Kecelakaan akibat pestisida pada manusia sering terjadi, terutama dialami oleh orang yang langsung melaksanakan penyemprotan. Mereka dapat mengalami pusing-pusing ketika sedang menyemprot maupun sesudahnya, atau muntah-muntah, mulas, mata berair, kulit terasa gatal-gatal dan menjadi luka, kejang-kejang, pingsan, dan tidak sedikit kasus berakhir dengan kematian. Kejadian tersebut umumnya disebabkan kurangnya perhatian atas keselamatan kerja dan kurangnya kesadaran bahwa pestisida adalah racun.

(2). Pestisida berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan

Residu pestisida sintesis sangat sulit terurai secara alami. Bahkan untuk beberapa jenis pestisida, residunya dapat bertahan hingga puluhan tahun. Dari beberapa hasil monitoring residu yang dilaksanakan, diketahui bahwa saat ini residu pestisida hampir ditemukan di setiap tempat lingkungan sekitar kita. Kondisi ini secara tidak langsung dapat menyebabkan pengaruh negatif terhadap organisma bukan sasaran. Oleh karena sifatnya yang beracun serta relatif persisten di lingkungan, maka residu yang ditinggalkan pada lingkungan menjadi masalah. Residu pestisida telah ditemukan di dalam tanah, ada di air minum, air sungai, air sumur, maupun di udara.

(3). Pestisida meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman.

Tujuan penggunaan pestisida adalah untuk mengurangi populasi hama. Akan tetapi dalam kenyataannya, sebaliknya malahan sering meningkatkan populasi jasad pengganggu tanaman, sehingga tujuan penyelamatan kerusakan tidak tercapai. Hal ini sering terjadi, karena kurang pengetahuan dan perhitungan tentang dampak penggunaan pestisida. Ada beberapa penjelasan ilmiah yang dapat dikemukakan me ngapa pestisida menjadi tidak efektif, dan malahan sebaliknya bisa meningkatkan per kembangan populasi jasad pengganggu tanaman.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah :

1. Mengetahui dan memahami dengan baik bagaimana penggunaan pestisida.
2. Mengikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh.
3. Tidak tergesa-gesa menggunakan pestisida. Menanyakan terlebih dahulu pada penyuluh.
4. Tidak salah menggunakan pestisida. Jangan sampai salah sasaran. Misalnya, herbisida digunakan untuk membasmi serangga.Sehingga serangga yang dimaksud belum tentu mati, sedangkan tanah dan tanaman telah terlanjur ter cemar.Lihat faktor lainnya seperti jenis hama dan terkadang usia tanaman juga diperhatikan.
5. Gunakan tempat khusus untuk pelarutan pestisida dan jangan sampai tercecer.