Walang sangit (Leptocoriza acuta)

Walang sangit (Leptocorisa acuta Thumb) adalah salah satu hama penting bagi usaha budidaya tanaman padi.Hama ini menyerang saat tanaman padi tengah berda fase generatif. Hama yang dalam bahasa inggri-nya lebih dikenal dengan istillah Rice Bug ini, biasa meletakan telurnya di atas permukaan daun padi dan rumput-rumputan disekitar tanaman padi secara berkelompok dalam 1 sampai 2 baris. Satu kelompok telur rata-rata terdapat 1 sampai 21 butir. Telur walang sangit berwarna hitam dengan bentuk menyerupai segienam pipih. Periode telur rata-rata diselesaikan selama 57 hari. Nimfa berwarna hijau muda dan saat dewasa berubah menjadi coklat kekuning-kuningan pada bagian perut (abdomen) dan bersayap coklat. Serangga ini hidup rata-rata selama 80 hari. Walang sangit aktif menyerang saat pagi dan sore hari, sedangkan saat siang hari ia bersembunyi dan berlindung di bawah pohon yang lembab.

Serangga dewasa (imago) dan nimfa menyerang butir-butir padi dari mulai berbunga sampai butir padi menguning dan siap panen. Serangan yang terjadi saat butir padi belum mencapai matang susu dapat menyebabkan biji padi (gabah) menjadi hampa. Sedangkan serangan yang terjadi saat bulir padi telah berisi dan menjelang masak dapat menyebabkan gabah menjadi berwarna hitam kecoklatan dan menurunkan kualitas dan penampilan buah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 5 ekor walang sangit dalam 9 rumpun padi dapat menurunkan produktivitas hasil hingga 15%.

Hama walang sangit dapat dikendalikan serangannya menggunakan berbagai cara yang meliputi cara pengendalian hayati, cara pengendalian kultur teknis, dan pengendalian kimiawi : 

1. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan menggunakan hewan-hewan moluska seperti siput, keong, dan bekicot yang telah membusuk di tengah sawah. Hama walang sangit akan tertarik pada bau wang ditimbulkan dari hewan moluska yang membusuk ini dan mengalihkan serangannya pada tanaman padi. Pengendalian hayati juga dapat dilakukan menggunakan predator walang sangit seperti burung pipit, capung, dan laba-laba sawah.

2. Pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan menggunakan benih padi varietas tahan seperti IR64 dan Muncul.

3. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan aplikasi insektisida lambung pada pagi atau sore hari saat walang sangit tengah aktif. Jenis insektisida yang dapat digunakan adalah insektisida dari golongan organofosfat seperti Hopcin 50 EC.