Budidaya Jamur Shitake di 3 Negara

Jamur adalah tumbuhan yang berinti spora, berupa sel-sel atau benang-benang yang becabang, tetapi tidak mempunyai khlorofil. Melalui dinding sel yang mengandung cellulose atau khitine, jamur dapat berkembang biak secara aseksual (tidak kawin) maupun seksual (kawin). 

Dilihat dari bentuk luarnya, jamur shitake mempunyai tudung berbentuk seperti payung, berwarna kuning kemerahan atau coklat gelap. Lebar tudung bervariasi antara 2,5 cm - 9 cm. Di bagian bawah tudung terdapat lamella (insang) yang berisi spora. Tangkai tudung sedikit agak keras dan berwarna sama seperti tudungnya. Panjang tangkai tudung 3 cm - 9 cm dan diameternya 0,5 - 1,5 cm. Budidaya jamur shitake dilakukan di berbagai negara, diantaranya di Taiwan, Cina dan di Indonesia.

Budidaya Jamur Shitake di Taiwan

Budidaya jamur shitake di Taiwan dilakukan dengan dua cara, yaitu cara tradisional (menggunakan media tanam balok kayu), dan sistem modern (media tanam dalam kantong plastik). Sejak tahun 1987, usaha jamur shitake menggunakan kedua metode tersebut merupakan usaha agrobisnis yang penting di Taiwan. Bibit shitake telah diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang diawasi dan diberi sertifikat oleh pemerintah. Disesuaikan dengan kondisi iklimnya, jenis jamur yang dibudidayakan adalah strains jamur yang menghasilkan badan buah pada suhu lebih dari 20o C dan pada suhu 10o C - 20o C.

Formula media tanam berbahan baku serbuk gergaji yang digunakan adalah sbb:
  1. Serbuk gergaji kayu : 79% 
  2. Bekatul/dedak : 5%
  3. Tepung jagung : 4%
  4. CaCO3 : 1%
  5. Kandungan air : 50 - 60%
  6. pH : 4,5 - 5,5
Budidaya jamur shitake di Cina

Para petani maju di Cina membudidayakan jamur shitake sudah memperhitungkan musim tanam dan pemasarannya. Panen diupayakan pada musim dingin dan pada hari raya tahun baru Cina. Oleh karena itu, pengisian media ke kantong plastik dilakukan terakhir pada bulan Agustus atau pada awal September, saat suhu masih berkisar 25o C. Diharapkan panen jamur sudah dapat dilakukan mulai bulan Desember dan panen raya di saat tahun baru Cina yang jatuh pada bulan Januari - Pebruari. 

Bahan media tanamnya menggunakan serbuk gergaji kayu, bekatul, dedak gandum, dedak jagung, tepung jagung, ampas batang jagung, gyps, Urea, Ca Super Pospat, gula, Mg, atau Kalium Sulfat, dan CaCO3. Ada 5 macam formula media tanam yang dipakai di Cina.
  • Formula 1: Serbuk gergaji 50 kg + Dedak gandum 1,5 kg + Gula 600 gram, Ammonium sulfat 20 gram + 30 gram Ca superpospat. 
  • Formula 2: Dedak gandum 20 kg + Teping biji kapas 50 kg + Gyps 1,5 kg + CaCO3 30 gr.
  • Formula 3: Serbuk gergaji 25 kg + Dedak gandum 10 kg + Tepung biji kapas 25 kg + Gyps 1,5 kg + Gula 500 gram.
  • Formula 4: Ampas tebu 50 kg + Bekatul padi 12,5 kg + Gyps 1,5 kg + K sulfat 45 gram + Mg Sulfat 40 gram + Urea 15 gram
  • Formula 5: Serbuk gergaji 10 kg + Batang jagung 40 kg + Dedak gandum 12,5 kg + Gula 1000 gram + Urea 20 gram + Pectin 15 gram

Pemanas untuk sterilisasi dengan sistem boiler dilakukan di suatu ruangan dengan tekanan rendah pada suhu 100o C selama 12 jam. Kemudian didinginkan, pada suhu 20o C diinokulasi. Bahan tanam yang berisi 750 gram dalam satu botol bisa diinokulasikan pada media tanam sebanyak 25 - 30 kantong plastik. Selama 4 hari disimpan di ruangan pada suhu 25o C - 27o C. Sejak hari ke 5 sesudah tanam, disimpan pada suhu 23o C - 27o C selama 20 hari dengan kelembapan 80%.

Bila suhu di atas 30o C, pintu dibuka agar udara segar bisa mengalir. Pada inkubasi hari ke 50, media tanam dipindah ke ruang pertumbuhan jamur dan kantong plastik dibuka. Setiap harinya ventilasi di ruang pertumbuhan jamur dibuka selama 20 - 30 menit sebanyak 2 - 3 kali agar oksigen dan cahaya bisa masuk. Sesudah 3 hari pembentukan pinhead, pertumbuhan jamur dikontrol. Pada saat pertumbuhan pinhead, kelembapan diatur 90% dan bila diperlukan, lakukan pengabutan.

Masa panen setiap musim tidak sama. Panen pada musim gugur bisa berlangsung 3 - 5 kali dengan interval 7 hari setiap periode. Pada musim dingin, periode panen 2 - 3 kali dengan interval 10 - 15 hari. Sedangkan panen pada musim semi bisa 3 - 5 kali dengan interval 9 - 13 hari.

Ada tiga strain Lentinus yang dibudidayakan di Cina, yaitu sbb:
  1. Lentinus yang membentuk badan buah pada suhu kurang dari 10o C.
  2. Lentinus yang membentuk badan buah pada suhu pertengahan, yaitu 10 - 20o C.
  3. Lentinus yang membentuk badan buah pada suhu tinggi, di atas 20o C.
Budidaya jamur shitake di Indonesia

Budidaya jamur shitake di Indonesia dilakukan sejak akhir tahun 1980 dan awal tahun 190=90. Kemajuan budidaya shitake di Indonesia disebabkan beberapa investor berpartisipasi menanam modalnya dalam usaha jamur ini. Di Sukabumi, Cipanas, Cianjur, dan Lembang banyak tumbuh perusahaan yang membudidayakan shitake. Perusahaan itu pada umumnya menggunakan serbuk gergaji kayu sebagai media tanam dan mengandalkan tim ahli dari Taiwan. Dengan demikian metode penanaman yang diterapkan di Indonesia, mirip dengan metoda penanamn yang dilakukan di Taiwan. 

Strain Lentinus yang dibudidayakan di Indonesia adalah strain yang tumbuh pada suhu sedang dan strain yang tumbuh pada suhu tinggi. Dengan demikiann lokasi budidayanya dipilih pada ketinggian sekitar 1000 -1200 meter diatas permukaan laut.

Sumber : deptan.go.id