Hama dan Penyakit Tanaman Buah Naga

Tanaman buah naga atau yang sering disebut dragon fruit sebenarnya jenis tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta relative mudah perawatannya. Dampak lingkungan baik iklim maupun sanitasi lingkungan sering menyebabkan terdorongnya timbul hama penyakit yang menyerang buah naga. Akibat dari serangan hama penyakit akan mengakibatkan hasil produksi yang tidak maksimal dan bias mengalami kerugian bagi petani maupun pelaku usaha. Oleh karena itu perlu diperhatikan apabila terdapat serangan atau mulai muncul gejala akibat serangan hama penyakit.

Beberapa hama dan penyakit yang banyak menyerang tanaman buah naga antara lain sebagai berikut:

A. Hama :
  1. Bekicot, merusak cabang dan batang tanaman buah naga dengan cara menggerogoti sehingga menyebabkan batang atau cabang tanaman menjadi busuk. Hama bekicot dapat menyerang tunas - tunas muda calon cabang buah naga. Bekas gigitan bekicot akan menyebabkan serangan hama jamur atau bakteri yang menyebabkan tanaman layu kemudian busuk. Pemberantasannya dengan membuang dan membasmi semua bekicot yang berada di tanaman dan sekitar tanaman. Penyebab timbulnya hama karena kebersihan sekitar tanaman tidak terjaga kebersihannya dan lembab. 
  2. Kutu Batok (Aspidiotus sp.), menyerang tanaman buah naga dengan mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya dengan cara menyemprotkan insektisida atau Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air dengan interval waktu seminggu sekali pada batang atau cabang yang diserang. Pada umumnya setelah dua kali penyemprotan hama kutu batok sudah hilang.
  3. Kutu Putih, Apabila tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) khususnya pada permukaan batang atau cabang akan membentuk selaput berwarna kehitaman dan terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida atau Kanon dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada batang ataupun cabang yang diserang. Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah terbasmi.
  4. Kutu Sisik (Pseudococus sp.) biasanya menyukai bagian cabang yang tidak terkena sinar matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini menyebabkan timbul warna kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan insektisida atau Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Semut , pada umumnya akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat yang akan mempengaruhi turunnya harga buah dengan kualitas seperti itu. Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air. Semut merah biasanya menyerang bagian ujung batang yang masih muda dan pergelangan ruas batang. Semut dapat masuk dan membuat rumah didalam batang. Bagian yang terserang akan berwarna kuning, berlubang kemudian kering dan mati. Pemberantasan hama semut ini dengan menggunakan insektisida, misalnya : Basudin 50 EC atau Matador.
  6. Tungau, Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.
B. Penyakit :
  1. Fusarium, disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat. Jamur ini menyerang karena tanah atau media tanamnya tidak bisa membuang air dengan lancar. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate T 20 WP atau Derosal 60 WP dengan dosis 2g/liter air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang yang terserang penyakit.
  2. Busuk pangkal batang, umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga, tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang, berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini sering terjadi pada bibit stek yang belum tumbuh akar dalam bentuk potongan. Penanggulangan busuk pangkal batang ini dengan penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2 g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.
  3. Busuk bakteri, tanaman buah naga yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala seperti tanaman tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 gram dalam bentuk serbuk kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.
Sumber : deptan.go.id