Hama dan Penyakit Tanaman Sambiloto

Tanaman sambiloto dapat pula diserang hama dan penyakit seperti tanaman pada umumnya, walaupun disisi lain tanaman sambiloto sendiri merupakan tanaman bersifat pestisida hayati. Serangan hama dan penyakit pada tanaman sambiloto dapat mencapai 90 % dengan tingkat kerusakan mencapai 92 persen. Oleh sebab itu keberadaan hama penyakit pada lahan tanaman budidaya sambiloto perlu dikendalikan agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sambiloto seperti Jenis hama meliputi Deloyala guttata, Lamprosoma sp., Stenodema trispinosum, Leptysma marginicollis, Bemisia tabaci, Myzus persicae dan Famili Pseudococcidae, Aphis spp.; jenis penyakit meliputi jamur Sclerotium sp. dan Phytopthora sp.

Hama

1. Aphis spp. atau biasa dikenal dengan Kutu daun, penyebabnya adalah Aphis gossypii, yang termasuk dalam famili Aphididae. Sifatnya polibag dan kosmopolitan yaitu dapat memakan segala tanaman dan tersebar di seluruh dunia. Tanaman inangnya bermacam-macam, antara lain kapas, semangka, kentang, cabai, terung, bunga sepatu dan jeruk. Warna kutu ini hijau tua sampai hitam atau kuning coklat. Gejala serangannya menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan batang memutar (memilin), daun menjadi keriting dan berwarna kuning. Pengendalian kutu daun ini dengan memperhatikan:
  • Secara alami, yaitu dengan cara memasukkan musuh alaminya, antara lain lembing, lalat dan jenis Coccinellidae;
  • Menggunakan pestisida organik seperti campuran bw.putih, bw.merah, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, dan sambiloto itu sendiri. Bila setelah disemprotkan masih terdapat hamanya, maka penyemprotannya dapat diulang setiap 7-14 hari sekali, yang terpenting semua pekerjaan dalam budidaya apapun kita selalu mengawasi tanaman yang kita sedang kerjakan hingga dapat diantisipasi.

2. Deloyala guttata, sejenis kutu dengan ukuran sangat kecil 5 mm, kutu dewasa memakan daun sambiloto dan penyerangan lebih sering terjadi pada musim penghujan. Cara pencegahan sama dengan hama lainnya.

3. Pseudococcidae; hama ini seperti kutu putih Mealybugs, berkembang biak dengan baik pada kondisi lembab dan awal musim kemarau. Hama ini menghisap cairan tanaman dan bagian tanaman seperti daun, batang, ranting, tangkai dan sebagainya. Hama ini dapat dikontrol dengan cara menggunakan biocontrol agent seperti Verticillium lecanii atau dengan menggunakan kain secara manual, hama tersebut dibersihkan dari tangkai atau bagian tanaman yang diserang.

Penyakit
  1. Sclerotium sp. Seringkali menyerang sambiloto sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu. Serangan sering terjadi di musim penghujan, sehingga kelembaban lingkungan mempercepat serangan penyakit ini. Pencegahan penyakit ini dengan menyiram tanaman sambiloto dengan bubuk cengkeh atau eugenol, sehingga serangan Sclerotium sp dapat ditekan seminimal mungkin. 
  2. Phytopthora sp.; penyakit ini banyak menyerang pada musim hujan dan menyebabkan tanaman diserang secara menahun. Berkembang dengan baik terutama pada tanah basah/ lembab. Gejala serangannya warna daun memucat, kekuningan dan bercak coklat, pertumbuhan tanaman yang diserang menjadi kerdil, pangkal daun memerah dan tanaman lambat laun menjadi mati. 
Pencegahannya dengan cara memperhatikan sanitasi lingkungan tanaman sambiloto, penyiangan dilakukan lebih sering apabila banyak gulma yang tumbuh. Selain itu drainase perlu dipelihara untuk menghindari terjadinya genangan air.

Sumber : deptan.go.id