Kebutuhan Hara dan Pemupukan Tanaman Pepaya

Kebutuhan nutrisi yang seimbang merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman dan produksi pepaya. Tanaman pepaya membutuhkan hara makro (Nitrogen/N, Fospor/P, dan Kalium/K) dan hara mikro (Calsium, Magnesium, Boron, dan Zincum/seng) secara lengkap dan berimbang. Kekurangan dan kelebihan salah satu dari unsur-unsur tersebut berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman, produksi, dan kualitas buah.

KEBUTUHAN HARA

a. Nitrogen

Nitrogen tergolong unsur penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur ini biasa diaplikasikan dalam bentuk pupuk urea, kalium nitrat, kalsium nitrat, amonium nitrat, atau berupa pupuk majemuk NPK. Kelebihan nitrogen mengakibatkan buah terlalu lunak, dan tumbuhnya anakan yang berlebihan. Tanaman yang kelebihan nitrogen ditandai dengan warna daun yang terlalu hijau saat tanaman muda, banyak mengeluarkan getah, dan luka seperti memar berwarna cerah di tangkai daun. Sebaliknya, kekurangan nitrogem ditandai dengan warna pucat pada tanaman dan daun yang menguning.

b. Fospor

Fospor berperan penting dalam perkembangan sistem perakaran, inisiasi bunga, dan pembentukan buah. Aplikasi fospor pada pemupukan biasanya dalam bentuk superfospat (SP36), dan pupuk ini sebaiknya diberikan sebelum penanaman atau sebelum musim hujan. Ketersediaan fospor dalam tanah relatif sedikit di tanah asam, tanah dengan kandungan besi yang tinggi, serta tanah yang kerap tercuci. Kekurangan fospor akan mengakibatkan tajuk tanaman mengecil, bunga mudah gugur, serta pembentukan buah sedikit.

c. Kalium

Peran penting kalium dalam pertumbuhan tanaman adalah mempengaruhi kualitas buah. Unsur ini biasanya diaplikasikan dalam bentuk kalium nitrat. Kebutuhan tanaman akan unsur kalium semakin meningkat selama pembentukan dan perkembangan buah. Kelebihan kalium dapat mengakibatkan tangkai daun rapuh dan memengaruhi penyerapan kalsium dan magnesium oleh tanaman. Sementara itu, kekurangan kalium dapat mengakibatkan bagian tepi daun seperti terbakar dan tidak terjadi aliran getah akibat kulit buah yang rusak. Hal ini mengakibatkan tanaman lebih rentan terkena penyakit dan kualitas buah menurun.

d. Kalsium

Kalsium diberikan untuk tanaman dalam bentuk kalsium nitrat atau dolomit untuk tanah masam. Sementara itu, di tanah yang PH nya tinggi, kalsium diaplikasikan dalam bentuk kalsium sulfat. Kelebihan kalsium pada tanaman dapat mempengaruhi keseimbangan kalsium, kalium, dan magnesium dalam tanaman. Sebaliknya, kekurangan kalsium pada tanaman ditandai dengan pembentukan buah yang berkurang, kualitas buah yang menurun, serta daging buah yang terlalu lunak saat buah matang.

e. Magnesium

Magnesium diaplikasikan ke tanaman dalam bentuk dolomit untk tanah masam dan berupa magnesium sulfat atau magnesium oksida untuk tanah basa. Kelebihan magnesium pada tanaman akan memengaruhi keseimbangan kandungan kalium dan kalsium dalam tanaman. Sebaliknya, kekurangan magnesium berdampak terhadap daun tua, tulang daun yang menebal dan berwarna hijau, serta daerah antara tulang daun berwarna hijau terang atau kekuningan.

f. Boron

Aplikasi boron untuk pemupukan tanaman berupa borax. Kekurangan atau defisiensi boron tampak di daerah dekat dengan pantai yang ditandai dengan daun muda yang menguning. Jika tanaman dapat bertahan, buah yang dihasilkan akan membesar di beberapa bagian, pengisian buah berkurang dan pertumbuhan tanaman kritis. Sebaliknya, kelebihan aplikasi boron akan menyebabkan nekrosis di tepi daun dengan kondisi berwarna coklat dan lama kelamaan daun akan mati. Bercak nerkrosis juga terdapat di bagian antara tulang daun.

g. Zinc (Seng)

Seng dibutuhkan bagi pertumbuhan daun. Kekurangan unsur seng dalam tanaman dapat disebabkan oleh kelebihan aplikasi fospor.


SISTEM PEMUPUKAN PEPAYA

Pupuk yang diberikan kepada tanaman pepaya berupa pupuk organik dan anorganik. Aplikasikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar di lubang tanam, pemupukan berikutnya dilaksanakan sebulan setelah tanam, lalu dilanjutkan secara teratur tiga bulan sekali selama masa produksi. Dosis pupuk yang diberikan berbeda-beda karena disesuaikan dengan umur tanaman. 

Pupuk yang diberikan adalah pupuk anorganik tunggal berupa urea atau ZA, SP36, dan KCl, atau dapat juga diberi pupuk majemuk NPK. Tujuannya untuk memasok hara yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan mempertahankan kesuburan tanah. Cara pemupukan yang dianjurkan sebagai berikut:
  1. Buat larikan sedalam sekitar 10 cm di sekeliling pohon pepaya dengan jarak 50 cm dari batang.
  2. Taburkan pupuk di larikan dan kemudian ditutup kembali dengan tanah.
Adapun jadwal pemupukan dan dosis pupuk adalah sebagai berikut: 

Pupuk dasar diberikan pada saat bit pepaya ditanam di kebun, berupa 20 kg pupuk kandang dan SP36 100 gram per pohon. Pupuk susulan diberikan sebulan kemudian berupa 70 gr urea, 50 gr SP36, dan KCl 40 gr setiap pohon. Kemudian pupuk diberi lagi setiap 3 bulan. 

Pada bulan ke empat diberi 150 gr urea, 100 gr SP36, dan KCl 100 gr setiap pohon, pada bulan ke tujuh diberi 200 gr urea, 150 gr SP36, dan KCl 160 gr setiap pohon, dan bulan ke 10 diberi 230 gr urea, 150 gr SP36, dan KCl 160 gr setiap pohon. 

Demikian seterusnya pupuk selalu diberi secara reguler sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Dosisnya ditingkatkan karena tanaman sudah semakin membesar dan umurnya bertambah. Dengan pertumbuhan dan perkembangan, maka akar tanaman sudah merambah sangat jauh dari pohon pepaya.