Lokasi dan Syarat Tumbuh Tanaman Pepaya

Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman yang pertumbuhannya relatif cepat karena dalam waktu 10 - 12 bulan setelah tanam buahnya sudah dapat dipanen. Tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis, khususnya terhadap suhu dan kelembapan. Akibatnya muncul bentuk-bentuk antara pada bunga sempurna, bunga jantan, dan bunga betina. Bahkan, dapat juga muncul bentuk-bentuk drastis, putik yang steril atau benang sari yang karpeloid. Selain faktor iklim, pemilihan lokasi dan lahan tumbuh yang tepat akan menunjang keberhasilan budidaya pepaya. Karena itu faktor tersebut perlu mendapat perhatian.

A. Memilih Lokasi

Lokasi kebun untuk usahatani kebun pepaya perlu ditetapkan sejak awal. Penetapan lokasi didasarkan kepada lahan dan ekologi tumbuh yang serasi, serta beberapa pertimbangan teknis dan non-teknis lainnya yang menguntungkan. Misalnya tersedianya sarana dan prasarana produksi,tenaga, pengangkutan, dan pemasaran hasil. Penetapan lokasi usaha yang tepat ikut menentukan keberhasilan usahatani pepaya.

B. Lahan

Secara umum tanaman pepaya dapat tumbuh pada berbagai jenis lahan. Namun demikian, lahan yang kaya bahan organik, drainase dan aerasinya baik, serta mempunyai pH 6,5 - 7 merupakan lokasi ideal untuk penanaman pepaya

Lahan yang lembap merupakan tempat yang sesuai untuk tanaman pepaya. Namun, tanaman ini tidak tahan terhadap air yang menggenang. Oleh karena itu jangan sampai lahan tergenang air yang menyebabkan akar membusuk

C. Iklim

Tanaman pepaya membutuhkan cahaya dan panas matahari serta kelembapan udara yang tinggi. Bila kebutuhan itu tidak terpenuhi maka tanaman akan menampakkan sifat-sifat jeleknya, diantaranya timbul sifat-sifat sterilitas, karpeloid, atau sifat antara lainnya. Jika ini terjadi produksi buah secara kualitas dan kuantitas akan mengalami kemerosotan, bahkan dapat rusak sama sekali. Oleh sebab itu pemenuhan kebutuhan iklim yang sesuai dan pengendalian sifat-sifat genetis yang kurang menguntungkan merupakan kunci sukses pembudidayaan pepaya. Ada beberapa faktor iklim yang dibutuhkan tanaman pepaya untuk tumbuh dengan baik.

1. Cahaya

Seperti pada tanaman lain, cahaya matahari bagi pepaya merupakan suatu energi kehidupan. Tanaman pepaya memerlukan cahaya matahari penuh yang dinyatakan dalam besaran 100%. Dengan adanya cahaya matahari maka akan berlangsung proses fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat sebagai energi kehidupan. Tanaman buah-buahan, termasuk pepaya, yang mendapat sinar matahari dalam jumlah banyak akan lebih cepat berbunga dan berbuah. Selain itu, sinar matahari juga mempercepat proses pemasakan buah dan mempengaruhi rasa buah menjadi lebih manis karena kandungan gulanya meningkat.

Buah pepaya yang mendapat cahaya matahari penuh atau dipanen pada musim kering akan lebih menarik penampilannya, karena warnanya kuning cerah dan mulus. Begitu juga buah pepaya yang dihasilkan dari dataran tinggi warnanya tidak akan secerah buah yang ditanam di daerah dataran rendah.

2. Suhu

Suhu optimal untuk pertumbuhan pepaya berkisar antara 22o - 26o C, suhu minimum 15o C, dan suhu maksimum 43o C. Perkecambahan biji pepaya akan berlangsung cepat bila suhu siang hari 35o C dan malam hari 26o C. Pada suhu tersebut, biji akan berkecambah dan tumbuh setelah 12 - 14 hari.

Hasil penelitian di Hawai menemukan pengaruh suhu sangat besar dan berbanding lurus terhadap kualitas buah pepaya. Makin rendah suhu rata-rata di suatu lokasi tanam pepaya, makin rendah pula kualitas buah yang dihasilkan. 

3. Air

Tidak berbeda dengan cahaya matahari, air merupakan unsur utama bagi pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman pepaya membutuhkan kelembapan yang tinggi. Tanaman muda membutuhkan kelembapan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman dewasa. Pertumbuhan vegetatif tanaman yang baik akan menghasilkan pembungaan dan pembuahan yang teratur dan produktif. Selama masa pertumbuhan generatif, yaitu masa berbunga dan berbuah, kelembapan lahan harus tetap terjamin. Apabila kondisi lahan tidak lembap maka bunga-bunga akan berguguran, penyerbukan berlangsug tidak sempurna, dan buah yang dihasilkan akan kecil-kecil dengan bentuk tidak sempurna. Oleh sebab itu, kelembapan lahan harus terjamin sepanjang tahun dengan ketersediaan air yang cukup.

Curah hujan yang sesuai untuk tanaman pepaya berkisar antara 1500 - 2000 mm setahun. Di daerah-daerah yang lembap dan curah hujannya tinggi, produksi buah akan lebih baik. Didaerah-daerah yang memiliki musim kering, khususnya musim kering yang panjang lebih dari dua bulan, tanaman pepaya memerlukan pengairan secara teratur.

4. Angin

Angin berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena mudah menerbangkan tepung sari. Namun, angin keras juga cukup berbahaya karena dapat merobohkan tanaman pepaya. Untuk itu, di daerah yang berangin keras sebaiknya ditanam pohon pelindung, misalnya bambu.