Panen dan Pasca Panen Tanaman Pakis

Leather Leaf Fern (Rumohra adiantiformis) adalah sejenis tanaman pakuan / pakis daerah tropis, termasuk famili Aspidiceae (Polydiaceae). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, juga banyak ditemui di Selandia Baru dan Australia. Peluang permintaan pasar pakis hias/ Leather leaf baik di dalam negeri maupun pasar ekspor cukup besar. Biasanya tanaman ini dipanen berupa helaian daun majemuk dan helaian daun yang dipotong berukuran panjang sekitar 45 cm sampai dengan 50 cm serta warna daun hijau mengkilap.

Tujuan dari penanganan pasca panen leather leaf / pakis hias antara lain untuk memperoleh daun potong leatherleaf sesuai standar mutu yang ditetapkan baik dari warna daun, ukuran dan kesegarannya. Selain itu penanganan pasca panen daun pakis yang baik untuk dapat meningkatkan nilai jual daun potong leather leaf, serta menjaga kualitas daun potong leather leaf sesuai standar yang ditetapkan hingga sampai ke tangan konsumen.

Tahapan dari panen dan penanganan pasca panen Leather leaf meliputi kegiatan seperti : penentuan saat panen, pelaksanaan panen, sortasi, grading, dan pengemasan, serta penanganan Leather leaf selama transportasi. Diharapkan Leather leaf pada akhirnya diterima di tangan konsumen dalam keadaan segar sehingga mempunyai nilai jual tinggi.

Panen

Pada saat akan memanen pakis Leather leaf, diperlukan persiapan alat bantu panen seperti : gunting untuk memotong daun Leather Leaf yang sudah siap panen, buket/keranjang untuk meletakkan daun yang dipanen, air untuk mempertahankan kesegaran daun, Panduan/poster tingkat warna daun untuk penentuan panen, catatan pemesanan untuk mengatur saat pemotongan, karet untuk mengikat tangkai daun, dan plastik serta kardus/ doos.

Pemanenan dilakukan berdasarkan kriteria panen yang ditetapkan, yaitu : 
  1. daun berwarna hijau tua, mengkilap, mengembang penuh dan keras, 
  2. berbentuk triangular, 
  3. batang lurus berwarna kecoklatan, 
  4. tidak ber spora (spora belum muncul)

Teknik Pemotongan tangkai Leather leaf sebagai berikut : (a). Potong tangkai daun 1 - 2 cm dari atas permukaan tanah, dengan panjang tangkai minimal 40 cm. Kemudian pemanenan harus dilakukan secara hati-hati agar daun-daun yang akan dipotong agar tidak melukai daun-daun lainnya maupun rhizome. Sortasi daun-daun yang telah dipotong tadi lalu tangkai daun leather leaf diikat dalam satu ikatan / buket, dengan jumlah 20 tangkai untuk setiap ikatannya. Buket-buket tersebut ditempatkan pada jalur antara bedengan sebelum diangkut ke gudang pengemasan. Perlu diperhatikan agar batang Leather leaf harus secepatnya direndam didalam air dan jangan lebih dari satu jam setelah pemotongan agar daun tetap segar sampai ditangan konsumen..

Pasca Panen 

Hasil panen Leather leaf segera dicelupkan ke dalam air selama 3 - 4 jam, kemudian dicelupkan ke dalam larutan air dan benamil (konsentrasi

0,5 gram/liter) selama 20 - 30 menit, kemudian diangkat, namun bagian batang leatherleaf tetap berada dalam air. Kemudian memilih dan memisahkan daun potong Leather leaf sesuai klasifikasi mutu untuk mendapatkan berbagai kelas produk sesuai segmen konsumennya. Selanjutnya hasil sortasi dan grading disimpan dalam cold storage / boks pendingin pada temperature antara 2 - 4°C. Pengemasan dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan melindungi daun potong dari gangguan lingkungan yang kurang menguntungkan. Langkah terakhir seperti distribusi harus menggunakan kendaraan yang dilengkapi fasilitas pendingin dengan temperature 2,2°C dan kelembaban / Relative Humidity sekitar 90 - 95 persen.

Pendataan/ pencatatan yang diperlukan

Kegiatan pencatatan data seluruh tahapan yang telah dilaksanakan pada kegiatan panen dan penanganan pasca panen dapat dilakukan dengan mengumpulkan data data sebagai berikut :
  • Nama Perusahaan; 
  • Alamat Perusahaan;
  • Jenis Tanaman dan varietas yang digunakan,
  • Perlakuan dalam proses produksi; 
  • Penggunaan sarana produksi; 
  • Jenis, dosis, cara aplikasi dan waktu aplikasi pestisida, 
  • Serangan Organisme Pengganggu/ OPT; 
  • Stadia pertumbuhan; 
  • Stadia perkembangan;
  • Panen (waktu panen, cara panen, jumlah daun potong yang dipanen); 
  • Pasca panen (pengangkutan, penyimpanan, cara pengemasan); 
  • Aplikasi bahan pengawet untuk kesegaran daun (jenis bahan kimia, nama dagang, cara dan waktu aplikasi) serta 
  • Pemberian label pada kardus/ doos.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada panen dan pasca panen untuk memastikan bahwa teknik atau cara panen dan penanganannya sudah tepat antara lain : (a). Teknik pemanenan yang tepat sehingga mutu produk terjaga, (b). Teknik penanganan pasca panen yang tepat sehingga mutu produk terjaga sampai ke tangan konsumen.

Sumber : deptan.go.id