Pemasaran Buah Naga

Pada saat ini sebagian besar persediaan buah naga dipasaran domestik masih mendatangkan impor dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa produksi buah naga di dalam negeri belum mencukupi permintaan pasar yang sangat besar dan peluang usaha dari bisnis budidaya buah naga masih terbuka lebar. 

Di Indonesia, sekarang ini buah naga mulai dikenal seluruh lapisan masyarakat, berbeda dengan beberapa tahun lalu yang terbatas hanya ada di Toko Swalayan / Supermarket besar dan hanya untuk kalangan menengah ke atas yang membelinya. Kondisi saat ini buah naga sudah banyak tersedia di pasar-pasar tradisional dengan berbagai jenis dan banyak dibeli oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Buah naga juga mulai umum dijumpai di restoran atau rumah makan, cafe dan sebagainya dengan berbagai bentuk olahan seperti minuman jus buah dan makanan pencuci mulut.

Pemasaran buah naga mempunyai jalur yang sangat sederhana, salah satu diantaranya yaitu produksi dari petani buah naga dikumpulkan oleh pedagang untuk dijual ke toko buah segar, supermarket atau langsung di pasarkan ke konsumen. Bagi petani yang baru memulai bisnis buah naga, biasanya pemasarannya melalui cara dengan mendatangi dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket, pedagang-pedagang di pasar tradisional, atau dapat juga bergabung di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai media antara lain : koran, majalah pertanian atau melalui internet, survey di beberapa supermarket dan pasar tradisional. Sebaiknya kelompoktani sudah memiliki populasi tanaman buah naga yang cukup besar, dengan sendirinya para pedagang akan datang dan bersaing harga dengan pedagang lainnya.

Pemasaran buah naga semakin sukses apabila buah naga yang akan dipasarkan mempunyai kualitas prima, yang diperoleh melalui pola budidaya yang baik dan benar. Para petani buah naga sekarang ini biasanya hanya mengejar kuantitas tanpa meningkatkan kualitas buahnya, jumlah panen buah memang banyak, tetapi ukurannya kecil-kecil sehingga banyak ditolak para pedagang buah naga, atau dibeli dengan harga yang rendah untuk dilempar ke pasar tradisional. Para petani buah naga banyak yang tidak melakukan seleksi kuntum bunga, pada satu sulur sering dibiarkan tumbuh buah yang berdekatan dan satu sulur dibiarkan tumbuh lebih dari tiga buah. 

Hal yang demikian memperjelek hasil buahnya. Pemasaran buah naga pada prinsipnya merupakan kegiatan yang diarahkan pada usaha memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran buah naga dengan nilai uang yang disepakati. Pemasaran merupakan kegiatan yang penting dalam siklus produksi. Dalam setiap pemasaran tidak lepas dari saluran maupun lembaga pemasaran karena keduanya saling berkaitan satu sama lain. Dengan adanya saluran dan lembaga pemasaran maka produksi buah naga yang dihasilkan dapat didistribusikan kepada para konsumen. Melalui lembaga pemasaran produsen dapat menjual buah naga merah dan konsumen akan dapat memenuhi kebutuhan akan buah.

Panjangnya saluran pemasaran buah naga akan ditentukan oleh banyaknya tingkat perantara yang dilalui oleh komoditi buah naga tersebut. Beberapa saluran pemasaran buah naga dapat diidentifikasi sebagai berikut : 
  • Saluran pemasaran langsung, yang merupakan saluran pemasaran yang produsennya secara langsung menjual produknya kepada konsumen, 
  • Pengecer merupakan saluran perantara yang dalam pasar yang disebut juga agen-agen penjualan, 
  • Distributor, yang merupakan saluran dua tingkat dan 
  • Saluran tiga tingkat dimana terdapat tiga perantara yaitu grosir, pengecer, dan pedagang pemborong. Pemborong tersebut membeli buah naga pada pengecer kecil, yang pada umumnya tidak dapat dilayani oleh pedagang grosir.
Dalam rangka kegiatan untuk memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah memilih secara tepat saluran distribusi yang akan digunakan. Saluran distribusi yang terlalu panjang menyebabkan makin banyak rantai yang ikut dalam kegiatan pemasaran. Hal ini berarti bahwa kemungkinan penyebaran buah naga dapat secara luas tetapi sebaliknya menimbulkan biaya yang lebih besar sehingga dapat menyebabkan harga yang mahal sampai ke tangan konsumen akhir. 

Sebaliknya saluran distribusi yang terlalu pendek kurang efektif untuk penyebarluasan buah naga tersebut, tetapi karena mata rantai pemasaran lebih pendek maka biaya produksi dapat ditekan sehingga harga ke konsumen akhir dapat lebih rendah. Oleh karena itu, penetapan saluran pemasaran oleh produsen sangatlah penting sebab dapat mempengaruhi kelancaran penjualan, tingkat keuntungan, modal, resiko, dan sebagainya.

Oleh karena itu untuk memperoleh efisiensi pemasaran perlu dipertimbangkan hal sebagai berikut :
  1. Efisiensi produk, merupakan usaha untuk menghasilkan suatu produk melalui penghematan harga serta penyederhanaan prosedur teknis produksi guna keuntungan maksimum.
  2. Efisiensi distribusi, dinyatakan sebagai produk dari produsen menuju ke pasar sasaran melalui saluran distribusi yang pendek atau berusaha menghilangkan satu atau lebih mata rantai pemasaran yang panjang di mana distribusi produk berlangsung dengan tindakan penghematan biaya dan waktu.
  3. Efisiensi harga, yang menguntungkan pihak produsen dan konsumen diikuti dengan keuntungan yang layak diambil oleh setiap mata rantai pemasaran sehingga harga yang terjadi di tingkat petani tidak berbeda jauh dengan harga yang terjadi di tingkat konsumen.
  4. Efisiensi promosi, mencerminkan penghematan biaya dalam melaksanakan pemberitahuan di pasar sasaran mengenai produk yang tepat, meliputi penjualan perorangan atau massal dan promosi penjualan.
Sumber : deptan.go.id