Pemasaran Tanaman Kangkung

Pemasaran komoditi kangkung sesuai dengan definisi pemasaran, merupakan proses sosial dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mmempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. Secara umum pemasaran terdiri dari beberapa aspek konsep inti, yakni kebutuhan manusia, keinginan (kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual), permintaan akan produk dan jasa dengan manfaat yang paling memuaskan, ketersediaan produk, nilai dan kepuasan dari pelanggan yang berkaitan pula dengan mutu produk, sistem hubungan dan transaksi, jaringan distribusi dan peluang pasar, serta pemasar dan calon pembelinya.

Kegiatan akhir dari proses budidaya kangkung berujung pada kegiatan pemasarannya, melalui berbagai cara didistribusikan langsung ke tempat makan, warung, restaurant, kios dan rumah tangga. Proses pemasaran memerlukan transportasi untuk menjangkau tempat - tempat jual tersebut, sehingga dapat mengadakan proses jual beli dengan konsumen. Untuk itu proses pemasaran perlu didukung oleh tenaga kerja serta sarana bahan bakar seperti bensin/ solar.

Pemilihan waktu pemasaran dari tanaman kangkung dilakukan pada pagi hari setelah dilakukan panen dan pasca panen, hal ini tidak dilakukan siang hari dikarenakan proses transpirasi tanaman pada umumnya sangat tinggi pada waktu ini. Dalam kegiatan pemasaran kangkung organik ini menggunakan teknik saluran distribusi pada warung atau tempat makan dan kios rumah tangga yang dilakukan dengan distribusi langsung yaitu dari produsen langsung ke konsumen. Melalui cara distribusi langsung menggunakan strategi promosi Personal Selling dilakukan pendekatan pemasaran dengan cara pembicaraan langsung antara penjual dengan satu atau lebih konsumen (face to face), sehingga penjual dapat menjelaskan informasi produknya secara terperinci.

Tahapan pasca panen sangat menentukan untuk meningkatkan daya tarik komoditi kangkung serta memerlukan strategi untuk menarik konsumen. Untuk menjaga kesegaran kangkung sampai ditangan konsumen dibutuhkan waktu yang relative cepat dan singkat agar cepat terjual dan diterima konsumen akhir masih dalam kondisi segar.

Pengemasan kangkung dilakukan dengan menggunakan pengemasan ke dalam kantong plastik atau teknik pengikatan menggunakan tali temali pada kurang lebih 100 gram atau sesuai permintaan konsumennya. Setelah dikemas, lalu segera dipasarkan langsung kepada konsumen sesuai dengan strata penyalurannya. Waktu pemasarannya, sesaat setelah pemanenan dan pengemasan kangkung untuk memperkecil kemungkinan kelayuan atau kebusukan kangkung sebelum proses pemasaran dan jual-beli berlangsung.

Untuk tahap pemasaran yang menjadi kendala antara lain sulitnya mencari sasaran konsumen atau tempat penjualan dan nilai jual yang baik, disamping itu harus bersaing dengan pemasaran kangkung organik. Pada umumnya konsumen lebih menyukai kangkung yang dibudidayakan secara anorganik karena dari segi harga lebih murah.

Saran Penjualan

Penjualan komoditi kangkung dapat dilakukan melalui berbagai cara, tergantung jarak kebun dengan sasaran pasarnya atau tingkatan/ segmen pasar yang dituju. 

Adapun teknik/ cara penjualan disarankan sebagai berikut:
  1. Penjualan secara langsung di kebun/ lahan kangkung, cara ini biasa disebut sebagai Farm gate sale. Penjualan dimungkinkan apabila kebun mudah dijangkau oleh konsumen, sehingga penjualan langsung dilakukan di area kebun.Adapun sebagai sasarannya adalah konsumen akhir. 
  2. Memetik sendiri, disebut sebagai pick your own, biasanya program agrowisata dapat mendukung teknik penjualan seperti ini. Konsumen datang dan memetik sendiri kangkung nya, kemudian ditimbang dan dinilai harganya. Diharapkan kangkung yang dipetik sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  3. Penjualan langsung, atau dikenal istilahnya Direct selling, penjualan dilakukan langsung melalui kelompok-kelompok rumah tangga, seperti yang dilakukan oleh beberapa komoditi organik. Teknik penjualan ini biasanya mempunyai konsumen tersendiri dengan grade tersendiri. Disini diperlukan perencanaan waktu atau jadwal tanam sesuai dengan permintaan konsumen.
  4. Tempat khusus di pasar ritel, kangkung dapat dipasarkan melalui swalayan, hypermart melalui bagian purchase di pasar modern.
  5. Pemasaran kangkung bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara petani dan pedagang sayuran yang ada di pasar-pasar besar. Dan nantinya dari pasar-pasar besar tersebut yang menjadi tempat kulakan para pedagang sayur pasar-pasar kecil di berbagai daerah sekitar.

Sumber :

Anonymous, 2011. Bisnis pertanian. Bisnis Pertanian Budidaya Kangkung.

Shinta, Agustina. 2003. Manajemen Pemasaran. Universitas Brawijaya: Malang