Pembangunan Pertanian

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang direncanakan dari suatu keadaan yang lebih baik dari sebelumnya (Saragih, 2002). Sementara menurut Riyadi (Mardikanto, 1997) pembangunan adalah suatu usaha atau proses perubahan, demi tercapainya tingkat kesejahteraan atau mutu hidup suatu masyarakat (dan individu-individu didalamnya) yang berkehendak dan melaksanakan pembangunan.

Pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat tani yang sebagian besar (80 %) masyarakat di pedesaan Indonesia. Meningkatnya taraf hidup ini dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas usaha tani, untuk dapat mengelola usaha taninya secara efisien diperlukan adanya perubahan perilaku untuk mampu berusaha tani lebih menguntungkan. Perubahan perilaku ini merupakan efek / dampak dari suatu proses komunikasi dan merupakan dampak yang tinggi kadarnya setelah dampak kognitif dan dampak afektif (Nikmatullah, 1995).

Menurut Mosher (1991) pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum. Pembangunan pertanian memberikan sumbangan kepadanya serta menjamin bahwa pembangunan menyeluruh itu (overall development) akan benar – benar bersifat umum, dan mencakup penduduk yang hidup dari bertani yang jumlahnya besar dan dalam beberapa tahun mendatang, diberbagai negara, akan terus hidup dari bertani.

Lima faktor utama (mutlak) yaitu faktor-fakor harus ada supaya pembangunan pertanian dapat berlangsung, yang terdiri dari : 
  • faktor pasar, yang dapat disamakan dengan faktor adanya kebutuhan 
  • faktor teknologi, yang berkembang yang dapat disamakan dengan keahlian 
  • faktor tersedianya alat-alat dan bahan-bahan pertanian yang dapat disamakan dengan modal 
  • faktor insentif yang dapat mempengaruhi kesediaan petani 
  • faktor transportasi yang dapat disamakan dengan faktor modal (Hadisapoetro, 1973).

Sedangkan menurut Mosher (1991) faktor–faktor yang memperlancar pembangunan pertanian adalah : 
  1. pendidikan pembangunan yaitu bagaimana mendidik petani untuk mengambil manfaat dari masyarakat lain dimasa lampau yang dapat membantu masyarakat itu maju dan berkembang sesuai yang dikehendaki 
  2. kredit produksi adalah meminjamkan sejumlah dana untuk membiayai usaha tani petani dalam rentang waktu saat pembelian sarana produksi dan saat penjualan hasil panen 
  3. kerjasama kelompok petani, karena kesibukan dalam usaha taninya kebanyakan petani tidak mau bekerja sama sehingga perlu suatu dorongan dan bantuan sistematis bagi kegiatan kelompok petani tersebut dan diharapkan akan segera menjadi suatu aktivitas bersama secara sukarela 
  4. memperbaiki dan memperluas tanah pertanian yaitu memperbaiki mutu tanah yang telah dijadikan usaha tani dan mengusahakan tanah baru untuk pertanian 
  5. perencanaan nasional pembangunan pertanian yaitu proses pengambilan keputusan oleh pemerintah tentang apa yang hendak dilakukan mengenai tiap kebijaksanaan dan tindakan yang mempengaruhi pembangunan.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa pembangunan pertanian adalah suatu proses perubahan yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat tani. Pembangunan pertanian dapat berlangsung dengan adanya 5 faktor mutlak yang berupa faktor pasar, faktor teknologi, faktor tersedianya alat-alat dan bahan pertanian/modal, faktor intensif dan faktor transportasi. Dimana kelima faktor mutlak tersebut dapat dibantu dengan faktor-faktor yang memperlancar pembangunan pertanian yaitu berupa pendidikan pembangunan, kredit produksi, kerjasama dengan kelompok petani, memperbaiki dan memperluas tanah pertanian serta perencanaan nasional. Yang secara keseluruhan terpadu guna memperlancar dan menyukseskan pembangunan pertanian

DAFTAR PUSTAKA

Hadisapoetro. 1973. Pembangunan Pertanian. FP UGM Press. Yogyakarta.

Nikmatullah, Dewangga. 1995. Konstribusi PPL terhadap keefektifan Kelompok Tani Dalam kegiatan Penyuluhan Pertanian Di Rawa Sragi Lampung Selatan. JSE Vol 1, No 1 Juni 1995.

Saragih, B. 2002. Pembangunan Pertanian Pada Otonomi Daerah. Makalah Seminar Nasional dan Rekonsilasi Mahasiswa Pertanian Se – Indonesia” Studi kritis Pembangunan Pertanian Dalam 2 tahun Otonomi Daerah menuju Kesejahteraan Petani” 22 Mei 2002. BEM FP UGM. Yogyakarta.

Mardikanto, T. 1997. Dasar-dasar Komunikasi Pembangunan. PT. Balai Pustaka (persero). Jakarta.

Mosher, A.T. 1991. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. CV Yasaguna, Jakarta