Pemelihahaan Tanaman Kangkung

Pada tahapan pemeliharaan tanaman kangkung, dilakukan beberapa kegiatan untuk memperoleh tanaman kangkung dengan hasil yang tinggi. Beberapa kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan seperti : penyiraman, penyulaman, pembersihan gulma, penjarangan, pembumbunan, dan pemberantasan hama penyakit. Khusus untuk pemberantasan hama penyakit akan dibahas dalam cyber tersendiri.

Penyiraman 

Pertama-tama yang perlu diperhatikan dalam penyiraman antara lain keadaan atau faktor musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka diperlukan melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba harus menambah air demi kecukupan tanaman kangkung yang ditanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan cukup sekali sehari yaitu pada sore atau pagi hari. Perawatan tanaman kangkung mulai dari penyiraman dilakukan secara teratur dan terjadwal serta melihat dari kondisi cuaca karena sudah memasuki musim penghujan. Penyiraman dilakukan dengan gembor penyiram.

Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Apabila curah hujan terlalu tinggi, dapat menyebabkan daun yang dihasilkan menjadi jelek. Pada musim kering perlu penyiraman yang teratur, penyiraman dilakukan pada setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman terlihat layu dan menguning disiang hari, segera dilakukan juga penyiraman dengan intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari yang terik dapat membuat tanaman kangkung menjadi mati.

Penyulaman

Selanjutnya tahap berikutnya yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman merupakan tindakan penggantian tanaman yang rusak atau bahkan tidak tumbuh dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.

Pembersihan gulma

Kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan rumput. Hal yang perlu diwaspadai terutama saat penebaran benih awal, dimana pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama, sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan dicabut. Tahapan selanjutnya diikuti dengan perawatan tanaman kangkung dilakukan melalui pembersihan gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman kangkung menjadi pesaing terhadap kebutuhan air, sinar matahari, dan unsur hara. Biasanya penyiangan dilakukan satu atau dua minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan tersebut. Disamping itu, gulma seringkali menjadi sarang hama yang dapat mengancam tanaman kangkung. Oleh karena itu, rumput liar tersebut harus disiangi, termasuk juga membersihkan dari gangguan binatang seperti halnya ulat dan walang, bekicot sampai masa panen tiba. Dengan dilakukannya penyiangan, maka secara tidak langsung dapat mengurangi produktivitas dari tanaman kangkung itu sendiri.

Penjarangan 

Bila tanaman kangkung terlalu lebat dan sangat berdesakan dalam satu rumpun maka diperlukan penjarangan.

Pembumbunan
  • Pembumbunan dilakukan untuk mendekatkan unsur hara bagi tanaman kangkung sehingga dapat mempermudah akar tanaman untuk mentransfernya. 
  • Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu.
Sumber : cybex.deptan.go.id