Pemeliharaan dan Penanaman Bibit Pepaya

Tanaman pepaya tumbuh optimal pada daerah beriklim tropis dengan sinar matahari penuh tanpa naungan. Suhu optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pepaya berkisar 22o - 26o C. Selain iklim, faktor lain yang mempengaruhi tanaman papaya adalah ketinggian tempat, kondisi kesuburan fisik dan kimiawi tanah, ketersediaan air, organisma pengganggu tanaman, jarak tanam, pemupukan dan pengairan sesuai dengan keperluan. 

Apabila satu atau lebih dari faktor yang diperlukan tersebut dalam keadaan terganggu atau tidak normal, maka pertumbuhan tanaman dan produksi pepaya akan terpengaruh. Gangguan dimaksud dapat terjadi sejak di persemaian hingga tanaman telah dipindah ke kebun. Untuk itulah maka diperlukan pemeliharaan yang baik sejak tanaman masih muda dan berada di persemaian, hingga tanaman telah dipindah ke kebun.

A. Pemeliharaan Bibit Pepaya

Bibit tanaman pepaya yang baru tumbuh di persemaian polibag perlu dipelihara dengan baik agar berkembang menjadi bibit yang sehat dan kuat. Pemeliharaan meliputi pekerjaan penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Setelah bibit cukup umur dan tumbuh kuat, selanjutnya ditanam di kebun.

Penyiraman bibit pepaya dilakukan agar persemaian selalu dalam keadaan lembap, tetapi tidak boleh terlalu basah. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Selain itu, untuk menjaga kesuburannya, bibit perlu disemprot dengan pupuk daun. Misalnya Complesal Special Tonic atau Mamigro dengan konsentrasi 1,0 - 1,5 gram per liter air. Agar tanaman tidak diserang hama dan penyakit, maka perlu disemprot dengan pestisida. Ada banyak jenis pestisida yang dapat digunakan untuk tanaman pepaya di persemaian, misalnya pestisida Marshal atau Kocide 77 dengan konsentrasi 0,5 - 1,0 gram per liter air. Penyemprotan dengan pestisida perlu juga dilakukan menggunakan jenis pestisida lain yang sesuai, namun konsentrasinya perlu mengikuti petunjuk penggunaannya.

B. Penanaman Bibit Pepaya

Kegiatan penanaman bibit pepaya turut menentukan keberhasilan dari budidaya. Oleh sebab itu proses penanaman harus dilakukan dengan benar dan diiringi dengan pemeliharaan yang teratur sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. Benih dan bibit perlu dipersiapkan dengan baik karena bibit yang sehat merupakan langkah awal kesuksesan budidaya pepaya unggul.

Setelah umur bibit pepaya telah mencukupi, selanjutnya bibit pepaya perlu ditanam di lahan yang sudah disiapkan. Dalam penanaman, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu waktu penanaman dan cara menanam.

Waktu Penanaman 

Kondisi iklim di suatu lokasi berbeda antara yang satu dengan lainnya. Oleh sebab itu waktu penanaman pepaya harus dilakukan pada saat yang tepat. Ketetapan waktu tanam akan memberi harapan yang baik bagi pertumbuhan bibit pepaya menjadi optimum.

Dalam keadaan yang normal, benih pepaya mulai berkecambah di persemaian setelah 2-3 minggu ditanam. Bibit sudah boleh ditanam di kebun setelah tanaman berumur 30 - 40 hari. Pada umur tersebut bibit telah memiliki 2 - 3 pasang daun sejati dengan tinggi tanaman 10 - 20 cm. Penanaman bibit ke lapang sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sehari sebelum penanaman, lubang tanaman pada bedengan disiram air terlebih dahulu sampai basah. 

Untuk menentukan waktu penanaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
  • Tentukan rata-rata curahnhujan bulanan untuk mengetahui bulan basah di daerah lokasi penanaman. Dalam hal ini curahbhujan bulanan harus lebih dari 100 mm/bulan.
  • Tentukan bulan basah di daerah tersebut.
  • Pilih dan lakukan pengolahan tanah pada awal bulan basah.
  • Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Jangan menanam bibit pada siang hari karena bisa menyebabkan tanaman layu.
Cara Penanaman

Pemindahan bibit pepaya dari persemaian ke lapangan harus dilakukan secara hati-hati agar akarnya tidak mengalami kerusakan. Cara peaman bibit ke lapang adalah sebagai berikut.
  • Siram media tanam dalam polibag hingga cukuo basah.
  • Lepaskan polibag dari media tanam secara hati-hati, bila perlu polibag dirobek. Upayakan media tanam tetap kompak atau tidak pecah.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam sedalam leher akar (pangkal batang bibit), kemudian timbun dengan tanah galian.
  • Padatkan tanah di sekitar bibit secara perlahan.
  • Upayakan posisi bibit dalam keadaan tegak setelah ditanam.
  • Setelah selesai penanaman, siram bibit hingga basah agar tanaman tidak layu. Namun penyiraman tidak perlu sampai airnya tergenang.
  • Untuk mempertahankan kelembapan tanah, tutup tanah di sekitar batang pepaya dengan mulsa jerami padi.
  • Penyiraman selanjutnya dilakukan setiap pagi dan sore hari terutama saat musim kering.