Pemeliharaan Tanaman Pepaya

Sejak di persemaian hingga bibit ditanam di lahan kebun, pemeliharaan harus dilakukan secara teratur untuk memaksimalkan potensi keunggulan setiap jenis pepaya yang ditanam. Pekerjannya meliputi pengairan, pemupukan, seleksi tanaman, sanitasi kebun, penjarangan buah, pembungkusan buah, serta pengendalian hama dan penyakit. 

A. Pengairan

Tanaman pepaya memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya. Pada umumnya pengairan dengasn sistem tadah hujan, dan oleh karena akarnya yang sangat lebat maka tanaman pepaya tahan kekeringan. Kekurangan air pada masa pertumbuhan generatif akan menyebabkan bunga dan buah rontok, sehingga produksi dan mutu buah menuruin. Untuk itu pengairan harus dilakukan secara teratur agar keperluan airnya dapat terpenuhi sepanjang siklus hidup tanaman.

Untuk mencegah kekeringan, pada musim kemarau intensitas pengairan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu perlu disediakan bak penampung air agar keperluan air untuk setiap tanaman dapat dipenuhi. Untuk bibit yang baru tanam, perlu diberi air 1 - 2 liter per hari, dan 20 - 25 liter untuk tanaman muda hingga dewasa. Untuk tanaman yang sedang berbuah keperluan airnya 30-35 liter per hari. Pemberian air dilakukan pagi dan sore hari.

B. Pemupukan

Tanaman pepaya perlu dipupuk secara rutin untuk menjamin ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dan mempertahankan kesuburan tanah. Ada dua jenis pupuk yang diperlukan, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupukbuatan. Pupuk organik berasal dari kotoran hewan dan sisa tanaman yang telah lapuk, sedangkan pupuk anorganik berupa pupuk pabrik, misalnya Urea, SP36, dan pupuk kalium. Jumlah kebutuhan hara tanaman pepaya adalah 1 kg Nitrogen; 0,2 kg P2O5; dan 2,5 kg K2O untuk setiap ton buah pepaya.

Pupuk buatan diberikan sebulan setelah tanam dan kembali diulang setiap tiga bulan. Pupuk organik diberikan sebelum tanam sebagai pupuk dasar atau bisa juga pada saat tanam. Jumlahnya sekitar 20 kg per tanaman. Kemudian setiap 4 bulan pupuk organik perlu diberikan kembali dengan dosis yang sama.

C. Seleksi tanaman

Seleksi tanaman perlu dilakukan untuk memilih tanaman yang sehat dan berbunga sempurna/hermaprodit, sehingga diharapkan produktivitasnya tinggi. Jika pada awalnya setiap lubang ditanam 2 bibit, maka setelah tanaman berbunga dipilih hanya satu tanaman saja. Bunga pertama muncul pada saat umur tanaman sekitar 3-4 bulan. Seleksi dilakukan dengan cara memotong tanaman yang berbunga jantan atau betina. Pemotongan batang rapat dengan tanah.

D. Sanitasi kebun

Sanitasi kebun bertujuan untuk menjaga kebersihan kebun dan menjaga kesehatan tanaman pepaya. Pekerjaan yang dilakukan dalam sanitasi adalah pembumbunan, penyiangan, dan mengobati atau membuang bagian tanaman yang terserang penyakit. Pembumbunan dan penyiangan bertujuan agar tanah di sekitar tanaman tetap gembur dan bersih. Dengan demikian unsur hara mudah diserap tanaman dan mengurangi kompetisi unsur hara antara gulma dengan tanaman pepaya.

Beberapa kegiatan yang harus diperhatikan dalam sanitasi kebun adalah: a) Penyiangan dilakukan pada musim penghujan karena pada saat itu banyak gulma tumbuh, b) Gulma atau rerumputan yang tumbuh di bawah tajuk tanaman dan sekitar pertanaman perlu dibersihkan dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman, c) Rumput diluar tajuk tanaman juga perlu dibersihkan untuk menghindari penularan hama dan penyakit melalui gulma, d) Bersamaan dengan penyiangan gulma sebaiknyta tanah di sekitar piringan tanaman digemburkan atau dibumbun, e) Daun dan buah yang sakit atau yang menunjukkan tanda-tanda terserang hama dan penyakit harus dibuang dan dibakar. Namun jika seuruh bagian tanaman terserang maka tanaman perlu dibongkar dan dibuang.

E. Penjarangan buah

Buah pepaya yang terlalu lebat dan/atau bentuknya tidak baik perlu dijarangkan atau dibuang. Beberapa calon buah yang terdapat pada satu buku tanaman dapat dikurangi sehingga tersisa satu buah dalam satu bagian buku tanaman. Dengan demikian buah akan mampu berkembang sempurna.

F. Pembungkusan buah

Pembungkusan buah dapat dilakukan dengan menggunakan kertas koran yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran buah. Kertas koran dibalutkan di sekeliling buah, kemudian diselotip. Dengan demikian antar buah atau antara buah dengan bagian tanaman lainnya tidak terjadi gesekan. Gesekan dapat mengakibatkan luka pada kulit pepaya yang bisa menjadi tempat bersarangnya hama dan penyakit.

Jika pembungkusan atau pelapisan buah tidak bisa dilakukan karena jarak antarbuah terlalu rapat, maka cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mengurangi resiko serangan hama dan penyakit melalui penyemprotan desinfektan. Cairan detergen yang dicampur air dapat digunakan untuk menyemprot buah dengan interval waktu sebulan sekali.

G. Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam usahatani pepaya. Kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tidak hanya akan murunkan kualitas dan kuantitas buah, tetapi juga dapat mematikan tanaman secara keseluruhan.

Beberapa hama penting yang menyerang tanaman pepaya adalah kutu putih (Paracoccus marginatus), kutu daun (Myzuz persicae), dan tungau merah (Tetranychus kanzawai). Sedangkan penyakit yang menyerang adalah penyakit busuk akar dan pangkal batang (Phytophthora palmivora Butl), Antraknosa (Colletotrichum gloeoporioides), Layu bakteri, dan Viris mozaik.

Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya dilakukan secara terpadu menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan bibit yang sehat, pemupukan berimbang, sanitasi lingkungan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman pepaya menggunakan insektisida dan herbisida yang dianjurkan sesuai dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.