Pemupukan Tanaman Aglaonema

Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, setiap tanaman membutuhkan unsur hara. Unsur hara tersebut dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro meliputi hidrogen (H), karbon (C), oksigen (O), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), nitrogen (N), dan fosfor (P). Usnur-unsur mikro meliputi tembaga (Cu), besi (Fe), boron (Bo), klor (Cl), seng (Zn), mangan (Mn), dan molibdenum (Mo).

Unsur C, H, dan O biasanya terdapat dalam jumlah yang cukup, bahkan berlimpah di sekitar tanaman. Ketersedian unsur lainnya masih terbatas akan habis diambil tanaman secara terus menerus. Karena itu, tanaman perlu diberi zat hara tambahan berupa pupuk.

Pupuk yang digunakan 

Pupuk yang biasa digunakan untuk pemupukan tanaman aglaonema, yaitu NPK. Perbandingan ketiga unsur yang baik digunakan ialah 1:1:1 atau 3:1:2. Unsur N diperlukan lebih banyak karena unsur ini merangsang pertumbuhan daun yang sehat dan segar, serta memperbanyak anakan. Unsur P bisa diberikan lebih sedikit karena unsur ini membantu pembentukan akar, bunga, dan biji. Unsur K diberikan dengan dosis yang cukup. Unsur K berguna memperlancar semua proses yang ada didalam tanaman dan memperkuat jaringan sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit.

Pupuk NPK diberikan melalui akar sehingga pupuk tersebut akan larut, lalu diserap akar. Selain melalui akar, pemberian pupuk juga dapat melalui daun. Pupuk tersebut disebut juga pupuk daun. Beberapa keuntungan penggunaan pupuk daun ialah cepat diserap oleh tanaman. Frekuensi penyiraman pupuk daun dapat dilakukan seminggu sekali. Hal ini sangat bergantung pada jenis pupuk yang digunakan dan takarannya. Misalnya, apabila telah menggunakan pupuk lambat larut, maka pupuk daun dapat diberikan setiap minggu dengan dosis sedikit. Aglaonema bukanlah tanaman yang rakus akan zat hara.

Pupuk yang dapat digunakan, yaitu Growmore, Gandasil D, Hyponex, dan Vitabloom. Selain itu, dapat juga diberi zat perangsang tumbuh agar tanaman mencapai hasil yang optimal, seperti Vitamin, Naelgro, dan Atonik.

Kebutuhan pupuk 

Daun aglaonema tampak cantik lebih sesuai dengan warna aslinya. Untuk mendapatkan daun yang cantik dan mulus, aglaonema perlu mendapat pupuk buatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Gunakan pupuk yang memiliki komposisi NPK berimbang, seperti NPK.

Bila memakai NPK 15:15:15, maka dosis pemakainnya 2 gram/1 liter air. Dosis dikurangi 1,5 gram/ 1 liter air bila menggunakan NPK 20:20:20. Penyemprotan dilakukan 2 kali dalam seminggu. Mula-mula pupuk disemprotkan ke media dengan menggunakan sprayer. Sisa pupuk dapat disemprotkan ke permukaan bawah daun. Selain pupuk tambahkan vitamin B untuk memacu pertumbuhan.

Jangan memberi pupuk dalam dosis tinggi karena dapat menyebabkan akar terbakar. Pupuk N terlalu tinggi merangsang pembentukan klorofil yang banyak. Meski demikian, secara vegetatif tanaman tumbuh sehat, tetapi penampilan daun menjadi hijau dominan. Bagi aglaonema seperti Adelia atau Tiara yang berdaun merah, munculnya warna hijau kurang diminati karena warna merahnya menjadi daya tarik.

Suplai hara yang kurang juga menyebabkan pucuk daun mengecil dan mengkerut. Penyebabnya adalah ketika fase generatif, hara yang ada dipakai untuk membentuk bunga. Oleh karena daya tarik aglaonema pada keelokan daunnya maka bunga sebaiknya dipotong saja, kecuali bila akan dijadikan induk.