Pemupukan Tanaman Kangkung ( Ipomoea reptans)

Perawatan pertanaman kangkung untuk memperoleh tanaman kangkung yang segar dan bermutu dapat diperoleh melalui pemberian pupuk atau melakukan kegiatan pemupukan pada lahan kangkung. Pemupukan pada tanaman kangkung dilakukan dengan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang. Biasanya pupuk kandang diberikan seminggu sebelum dilakukan penanaman kangkung dengan cara pupuk kandang dicampur dengan tanah pada lahan atau bedeng yang telah disiapkan terlebih dahulu, pencampuran diratakan agar diperoleh lahan siap tanam. Selain pupuk dasar, juga diberikan pupuk urea dengan interval waktu satu minggu setelah tanam dan selanjutnya dua minggu setelah pemberian pupuk dasar pertama tersebut. 

Pada saat pemberian pupuk urea tersebut, terlebih dahulu dicampur dengan air kemudian disiramkan pada pangkal tanaman dengan menggunakan gembor atau ember penyiram. Pada saat menebar pupuk (apabila menebarkan pupuk), perlu diperhatikan bahwa jangan sampai ada butiran pupuk yang menempel atau tersangkut pada daun kangkung, karena hal tersebut akan mengakibatkan daun menjadi layu. Hal yang perlu diperhatikan juga sebelum diberikan pupuk tersebut, sebaiknya lahan dikeringkan dahulu selama empat sampai lima hari kemudian diairi kembali, setelah itu diberi pupuk dengan cara disiramkan pada tanaman kangkung tersebut. 

Apabila pada saat pemupukan ada butiran yang sempat menempel pada daun kangkung, butiran pupuk tersebut dapat dibersihkan dengan sapu lidi dengan cara dikibas kibaskan daunnya. Dosis pupuk kandang/ rabuk/ kompos yang diberikan pada setiap satu hektar lahan disarankan 10 - 20 ton per hektar, dan pupuk urea sebanyak 100 - 250 kg per hektar. Kedua pupuk tersebut diberikan selama 2 minggu pertama sejak kangkung ditanam. 

Cara pemupukan lain yang dapat dilakukan pada lahan yang sudah disiapkan bedengan untuk lahan kangkung, antara lain tanah pada bedengan yang berukuran lebar 0,8 - 1,2 m, panjang 3 - 5 m, dalam atau ketinggian 15 - 20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm dengan membuat selokan, tanah pada bedengan tersebut diratakan terlebih dahulu dan 3 (tiga hari) sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan takaran 20.000 kg per hektar atau apabila memberikan pupuk kompos organik hasil fermentasi ( kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/ m2. Sebagai starter dapat ditambahkan pupuk anorganik sebanyak 150 kg per hektar urea (15 gr/ m2) pada umur 10 hari setelah tanam.

Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk urea diaduk dengan pupuk organik lalu diberikan pada larikan disamping barisan tanaman dan jika perlu dapat pula ditambahkan pupuk cair sebanyak 3 liter per hektar (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam. Pupuk susulan pertama berupa pupuk cair EM-4 dengan dosis 10 ml/1 liter air dan diberikan setelah tanaman berumur 4 hari setelah tanam dengan cara disemprotkan pada pertanaman kangkung. Pemupukan susulan kedua dan ketiga diberikan setelah tanaman berumur 11 - 17 hari setelah tanam. Pemupukan susulan tersebut diberikan dengan cara dan dosis pupuk yang sama seperti pemupukan susulan pertama. Apabila ingin menambahkan pupuk organik cair, dapat juga diberikan dengan dosis 2 tutp botol per 10 liter air. Larutan pupuk organik ini disemprot pada tanaman dengan waktu pemberian setelah tanaman berumur 7 - 14 hari setelah tanam. 

Tanaman kangkung perlu mendapat perawatan selama dilahan, perawatan dilakukan melalui kegiatan penyiraman di waktu pagi dan sore hari, terutama bila tidak ada hujan turun. Pada musim kemarau penyiraman dapat diberikan agak lebih banyak dibandingkan dengan kondisi di musim hujan. Untuk kegiatan penyiangan dapat dilakukan jika tumbuh gulma untuk mengurangi kelembaban dan persaingan hara tanah. Jika terjadi tanaman terserang hama dan penyakit, segera ditanggulangi secara mekanis dengan cara mencabut dan atau membakar tanaman kangkung atau lakukan penyemprotan dengan fungisida dan atau insektisida nabati. Guna menjaga , atau pemeliharaan tanaman kangkung, agar selalu tumbuh subur sebaiknya seminggu atau sebelum panen, tanaman dipupuk urea kembali.

Sumber:

1. Adiwidjaja, Rahmat, dkk. (1997). Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoeae reptans) kultivar sutera pada Inceptisols Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran Fakultas Pertanian UNPAD.

2. Dasista, 2010. Cara menanam kangkung darat. Jakarta