Pemupukan Tanaman Sambiloto

Sambiloto tergolong tanaman terna (perdu) yang tumbuh di berbagai habitat, seperti pinggiran sawah, kebun, atau hutan. Tanaman sambiloto memiliki batang berkayu berbentuk bulat dan segi empat serta memiliki banyak cabang (monopodial). Letak daun tunggal saling berhadapan, berbentuk pedang atau lanset dengan tepi rata dan permukaannya halus, berwarna hijau. Bunga sambiloto berwarna putih keunguan, bunga berbentuk jorong yaitu bulan panjang dengan pangkal dan ujung lancip. Bunga tumbuh dari ujung batang atau ketiak daun, berbentuk tabung, kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Tanaman sambiloto di Indonesia tumbuh berbunga dan buahnya ditemukan sepanjang tahun.

Sambiloto merupakan tanaman yang mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan, guna memenuhi kebutuhan industri obat tradisional. Untuk dapat menghasilkan tanaman sambiloto yang baik diperlukan pemeliharaan yang salah satunya melalui teknik pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan serta menentukan kualitas hasil. Melalui pemupukan diharapkan dapat memberikan suplai hara yang cukup dan seimbang bagi pertumbuhan tanaman sambiloto.

Unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar yaitu unsur hara Nitrogen, Fospor, dan Kalium. Ketersediaan unsur hara N, P dan K menentukan produksi dan mutu simplisia sambiloto.

Kebutuhan pupuk

Kebutuhan pupuk untuk menghasilkan produksi serta mutu terbaik bagi tanaman sambiloto, untuk urea sekitar 100 kg - 200 kg , SP-36 sekitar 200 kg dan pupuk KCl sekitar 100 kg - 200 kg per hektarnya. Penggunaan pupuk kandang dianjurkan untuk memperoleh hasil maksimal dan dapat diberikan seminggu sebelum tanam. Adapun dosis pemberian pupuk kandang dapat diberikan sebanyak 10 ton sampai dengan 20 ton perhektar. Pemberian dapat disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanahnya, pada tanah yang kurang subur atau miskin hara sangat dianjurkan memberikan pupuk kandang yang lebih banyak.

Cara pemberian pupuk

Teknik atau cara memberikan pupuk pada tanaman sambiloto, seperti juga pada tanaman lainnya, Pupuk SP-36 dan KCl dapat diberikan pada saat tanam sebagai pupuk dasar, sedangkan untuk pemberian pupuk Urea diberikan dengan frekuensi 2 (dua) kali. Untuk pemupukan urea diberikan pertama kali pada saat tanam sebanyak 100 kg dan pemberian kedua diberikan apabila tanaman sambiloto berumur 1 - 2 bulan setelah tanam sebanyak 100 kg sisanya.

Pemupukan organik

Apabila pemupukan akan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, maka dapat digunakan dengan pupuk organik dan alam untuk menghasilkan mutu dan produksi optimum tanaman sambiloto dengan dosis pemberian 10 ton kompos, 300 kg fosfat alam, 60 kg pupuk bio, dan 300 kg zeolit.

Manfaat Pemupukan

Dosis pemupukan urea 200 kg urea/ha secara nyata meningkatkan berat segar daun, berat kering daun, berat segar batang, dan berat kering batang sambiloto dibandingkan apabila menggunakan pupuk urea dibawah dosis tersebut. Pemberian pupuk sangat tergantung dari kesuburan tanah pada awal pertanaman sambiloto.

Disisi lain efek pemupukan urea pada Sambiloto, dosis pemupukan urea 100 kg/ha memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan dengan dosis pemupukan urea 200 kg/ha. Akar yang lebih panjang akan memperluas daerah penyerapan unsur hara sehingga pertumbuhan tinggi tanaman dapat berlangsung normal.

Jumlah nitrogen (N) pada urea yang terlalu banyak dapat mengakibatkan menipisnya bahan dinding sel tanaman, sehingga mudah diserang hama dan mudah terpengaruh keadaan buruk seperti kekeringan atau kedinginan (stress karena cuaca). Sebaliknya kandungan nitrogen yang rendah dapat mengakibatkan dinding sel daun menjadi tebal dengan ukuran sel yang kecil, sehingga daun menjadi keras dan penuh dengan serat. Nitrogen juga mempengaruhi warna daun menjadi hijau gelap dan kekurangan N mengakibatkan daun menjadi kekuning-kuningan atau berwarna kemerah-merahan.

Sumber :

1. Rista F, 2011. Pengaruh beberapa dosis pupuk NPK15:15:15 terhadap tumbuhan dan hasil tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness.) pada panen pertama. Fakultas Pertanian Universitas Andalas- Padang.

2. Yusron,M.; Gusmani dan Januwati,M.; 2007. Pengaruh pola tanam sambiloto - jagung serta dosis pupuk organik dan alam terhadap produksi dan mutu sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik- Jalan Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111.