Penanaman Lobak

Tanaman lobak termasuk ke dalam famili kubis-kubisan, sama seperti kubis, caisin dan pecai. Tanaman lobak telah diperkenalkan di Indonesia dari Cina selatan beberapa ratus tahun yang lalu. Ubi lobak yang di potong-potong dan di masak merupakan bahan penting untuk semua jenis sup. Di Indonesia pengembangan budidaya lobak pada mulanya terkonsentrasi dibeberapa daerah di dataran tinggi. Namun dalam perkembangannya tanaman lobak ditanam diberbagai provinsi di wilayah nusantara.

A. Morfologi Tanaman Lobak

Lobak termasuk tanaman semusim atau setahun yang berbentuk perdu. Susunan tubuh tanaman lobak pada dasarnya terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan biji. Perakaran tanaman lobak dibedakan atas tiga macam, yaitu akar lembaga, akar tunggang, dan akar rambut. Akar lembaga terbentuk pada stadium biji berkecambah, kemudian berkembang membesar dan memanjang menjadi akar tunggang dan selanjutnya akan berubah bentuk dan fungsinya sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan atau disebut "Umbi" yang sekaligus tempat menempelnya akar-akar rambut.

Bentuk umbi lobak pada umumnya bulat panjang, warna kulit dan daging umbi putih bersih, namun setelah diketemukan ragam varitas lobak hibrida (Daikon) banyak mengalami perubahan-perubahan ukuran ubi maupun warna kulit dan daging umbi lobak hibrida sangat beragam.

B. Syarat Tumbuh 

Lobak menyukai iklim dataran tinggi yang dingin dengan suhu antara 15 dan 250C. Akan tetapi untuk budidaya lobak dengan suhu yang lebih tinggi memungkinkan dan kira-kira 30% dari areal pertanaman di jumpai di dataran rendah medium antara 200-450m dpl. Lobak jarang dibudidayakan didataran rendah karena hasil yang dicapainya akan rendah dan kualitasnya kurang baik. Lobak membutuhkan suhu yang rendah untuk pembungaan dan produksi benih. Di dataran tinggi (diatas 700m) lobak akan mudah menghasilkan bunga dan biji. Struktur lapisan olah tanah harus agak ringan, dalam, dan tidak berbatu untuk menjamin pertumbuhan yang cepat dan umbinya berkulit mulus. Di tanah yang berat, rasa lobak akan lebih pedas. Lobak agak toleran pada tanah yang sedikit asam dengan PH 5,5 tetapi untuk mencegah penyakit akar gada lebih baik ditanam pada PH lebih dari 6,5.

C. Benih Lobak

Lobak di perbanyak secara generatif dengan biji-bijinya. Tiap hektar lahan memerlukan biji (benih) sekitar 4kg dengan daya kecambah 80%. Biji lobak dapat dengan mudah diperoleh ditoko-toko sarana produksi pertanian, terutama biji lobak hibrida. Sedangkan lobak kultivar lokal dapat disediakan petani dengan cara menyisakan beberapa pertanaman di kebun untuk di pelihara hingga bijinya tua (matang) di tanam.

Syarat biji lobak yang baik, yaitu :
  • Biji tampak bernas dan utuh ( tidak cacat)
  • Mempunyai daya kecambah tinggi, yakni lebih dari 80%
  • Kadar air dalam biji antara 9%-12%
  • Tidak mengandung campuran biji-biji atau benda lain.
D. Penyiapan lahan

Pemilihan tanah untuk bertanam lobak adalah lahan terpilih yang sefamili, misalnya kubis, petsai, sawi. Pengolahan tanah untuk kebun lobak sebaiknya dilakukan dua kali, terutama untuk tanah-tanah bukan baru.

Pertama tanah dicangkul atau dibajak sedalam 30-40cm dan biarkan selama 15 hari. Disekeliling kemudian lakukan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang 10-20 ton perhektar. Pupuk dasar tersebut disebar dan dicampur merata dengan lapisan tanah atas sambil meratakan permukaan tanah.

Tahap akhir adalah membuat alur-alur untuk tempat menanam benih lobak. Arah alur-alur ini sebaiknya membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan sinar matahari sebanyak-banyaknya. Cara pembuatan alur dengan mencangkul tanah secara dangkal pada jarak antara alur 30cm. Tanah yang dicangkul cukup dalam dan sempurna akan memberikan keleluasaan bagi pertumbuhan dan perkembangan akar maupun umbi.

E. Penanaman Lobak 

Tanaman lobak tidak tahan terhadap hujan karena itu waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan atau musim kemarau. Di lahan-lahan yang keadaan airnya memadai, waktu penanaman lobak dapat di lakukan pada sepanjang tahun.

Cara menanam lobak cukup praktis, yaitu : biji-bijinya ditaburkan tipis dan merata sepanjang alur-alur (garitan) yang sudah disiapkan. Setelah itu, biji di tutup dengan tanah tipis, lalu tanahnya segara disiram hingga cukup basah (lembab). Biji lobak akan berkecambah setelah 4-5 hari.