Penanaman Pakis (Cycas rumphii)

Tanaman pakis merupakan tanaman berdaun indah yang hidup pada tempat yang cukup lembab, tanaman ini bahkan bias tumbuhdengan sendirinya bahkan terkadang sering dijuluki pula sebagai tanaman liar. Tanaman pakis merupakan tanaman hias yang cocok dibudidayakan pada daerah dataran tinggi hingga ketinggian 800 mdpl. Apabila pakis ditanam didaerah dengan ketinggian diatas 2000 mdpl, maka diperoleh tanaman pakis dengan kualitas daun semakin baik, tetapi pertumbuhannya melambat. Kebutuhan benih pakis per hektar memerlukan kurang lebih 60.000 batang dan masa panen akan dicapai setelah mencapai umur tanamn 15 bulan sampai dengan umur 12 tahun. Ada beberapa jenis pakis yang sering diperjualbelikan dan mempunyai harga jual tinggi saat ini antara lain : pakis haji, pakis tapak gajah, pakis gajah dan pakis kendil.

Berdasarkan warna batangnya, pakis dibagi menjadi dua kelompok yaitu pakis berbatang coklat dan pakis berbatang hitam. Dari kedua jenis tersebut batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering kondisinya. Pakis hitam ini mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis. Panjang tangkai daun bisa mencapai 150 cm, dengan tulang daun yang keras. Batang daunnya yang masih muda melingkar seperti ekor monyet.

Pakis haji atau populer dengan nama sikas merupakan sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam Cycas dan juga satu-satunya genus dalam suku pakis haji (Cycadaceae) dan pakis ini berumah dua sehingga terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan jantan dari runjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Sedangkan alat betina tumbuh dari sela sela ketiak daun. 

Pakis Leather leaf dikembangkan melalui umbinya yang diperlukan kurang lebih 60.000 benih untuk lahan seluas 1 hektar. Adapun ciri-ciri pakis Leather leaf antara lain daunnya berupa daun majemuk, yang berwarna hijau mengkilap, dan tinggi tanaman mencapai maksimal 1 meter dan helaian lebar daun yang dipotong bisa mencapai 45 -50 cm.

Cara penanaman pakis

Menanam dan merawat tanaman pakis memerlukan perhatian terutama pada empat unsur yang mempengaruhi pertumbuhan pakis, yaitu: sinar matahari, suhu udara, kelembaban dan sirkulasi udara. Tanaman Pakis sebaiknya diletakkan pada tempat yang teduh dan terlindung sinar matahari langsung, dan tidak dapat terkena panas berlebihan yang akan menyebabkan tumbuh daun menjadi agak lambat dan daun daun pakis menjadi kuning dan kering. Khusus untuk Pakis monyet yang tumbuh sehat dapat dilihat dari kondisi bulu yang tumbuh segar, serta warna bulu yang cerah dan tebal. Tinggi tanaman pakis ini bisa tumbuh lebih dari 2 meter pada alam asalnya dan dapat dibentuk sesuai keindahannya. Suhu udara sebaiknya mendekati kisaran 14 - 28 °C agar khlorofil berkembang optimal dan warna daun menjadi mengkilat dan warna menjadi lebih tajam. Kelembaban yang cocok berkisar antara 80 persen sampai dengan 90 persen agar terhindar dari kerusakan daunnya. Apabila terlalu lembab dapat mengakinatkan mudah diserang cendawan. Dalam pemeliharaannya sirkulasi udara yang baik dengan udara yang bergerak akan lebih baik untuk pakis yang ditempatkan didalam ruangan. Media yang baik untuk tanaman pakis, misalnya campuran tanah pupuk kompos, serpihan pakis.

Cara penyiraman tanaman pakis

Penyiraman dilakukan dengan cara merendamkan tanaman diatas media yang sudah diberi air. Hal ini dilakukan untuk menghindari daun pakis tidak cepat rusak, karena daun pakis sifatnya peka terhadap air yang dapat menyebabkan tanaman pakis menjadi busuk. Penyiraman dilakukan satu hari sekali agar daun pakis tidak layu atau kering kusam. Penyiraman dapat juga dilakukan pada tanah disekeliling tanaman pakis. Hindari daun berlebihan terkena air yang dapat berakibat menjadi busuk. Sebaiknya cara penyemprotan dengan menggunakan alat semprot sangat dianjurkan agar terjaga kebutuhan air daun pakis. Perlu diingat selalu bahwa tanaman pakis tidak boleh tergenang air baik akar maupun kelebihan air pada daunnya, agar tidak terjadi kebusukan.