Pengairan atau Penyiraman Aglaonema

Pertumbuhan tanaman sangat bergantung dari perawatannya. Tanaman kadang dapat tumbuh walaupun tanpa dirawat. Namun, penampilan dan pertumbuhan tanaman tersebut tidak optimal. Salah satu yang dilakukan, yaitu penyiraman.

Penyiraman

Tanaman aglaonema kurang menyukai media yang terlalu basah atau banyak air. Oleh karenanya, perlu diperhatikan frekuensi penyiraman dan drainase. Frekuensi penyiraman yang baik ialah dua atau tiga hari sekali. Bila keadaan lingkungan sangat kering maka dapat dilakukan penyemprotan air yang halus untuk meningkatkan kelembaban. Usahakan penyiraman merata dari ujung daun sampai media tanam, tetapi jangan terlalu kebanyakan air. Pada saat musim penghujan atau bila menggunakan plastik UV, penyiraman dilakukan bila kelembaban media telah berkurang. Untuk mengetahuinya, masukkan jari tangan ke media tanam.

Cairan Khusus Agar Warna Daun Berkilau 

Aglonema tampil dengan warna dan motif yang menarik, ini menjadi daya tarik tersendiri. Cara sederhana untuk membuat daun berkilau adalah dengan mengelap daun menggunakan kain lembut. Lakukan kegiatan ini secara rutin, misalnya 2-3 hari sekali atau seminggu sekali.

Kini, ada cairan pengilap daun (leaf shine) di jual di toko-toko pertanian. Cara menggunakannya dengan menyemprotkan cairan itu ke permukaan daun yang sebelumnya telah dibersihkan dengan kain basah. Selanjutnya, usapkan kain kering secara merata mulai dari pangkal hingga ujung daun. Penggunaan cairan ini sebaiknya tidak terlalu sering karena bahan ini dapat membuat pinggir daun keriting.

Bila tidak memiliki leaf shine, ada alternatif lain dengan memanfaatkan susu bubuk. Susu segar cair pun bisa dipakai. Caranya, ambil satu sendok teh susu bubuk, lalu campurkan dengan segelas air, masukkan spon lembut ke larutan susu, lalu peras perlahan-lahan hingga dari permukaan dan bawah daun. Bila rutin menggunakannya seminggu sekali maka dijamin daun-daun aglaonema indah dan mengkilap.

Prinsipnya, aglaonema membutuhkan air dalam jumlah memadai, tapi tidak menyukai media basah atau tergenang. Gunakan sprayer dengan butiran air halus untuk mencegah daun rusak atau sobek. Semprotkan air pada daun, mulai dari bagian atas hingga seluruh permukaannya basah. Media tanam juga disemprot air, tetapi jangan terlalu basah. Ketika musim kemarau, penyiraman hingga basah sampai ke akar-akarannya. Pada hari berikutnya, bila matahari bersinar dengan terik maka tanaman cukup disiram sedikit ke dalam untuk mengurangi penguapan. Frekuensi penyiraman untuk setiap lokasi berbeda. Bila ditanam di dataran rendah penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali hingga basah betul. Lain halnya dengan lokasi di dataran sedang, penyiraman hingga jenuh (basah) sekali seminggu, satu kali penyiraman dalam jumlah sedang, dan dihari lainnya pengkabutan sesuai keperluan. 

Agar Tampil Memikat 

Bila terawat dengan baik, aglaonema kesayangan dapat memberikan kesan eksklusif. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aglaonema tampil memikat. Pertama, aktivitas yang berkaitan dengan waktu senggang untuk mengurusnya. Kedua, kondisi lingkungan terutama faktor cahaya matahari, air, zat hara, dan sebagainya.

Aglaonema tampak sedap dipandang bila daunnya subur, mulus dan berkilau. Penampilan seperti itu akan terlihat semakin memikat bila sosoknya kompak. Daunnya yang bulat lonjong tumbuhdan tersusun rapi mengelilingi batang yang kokoh. Idealnya tanaman akan terlihat kompak bila telah muncul 6-7 daun.

Daun dan batang aglaonema sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari. Idealnya, posisi daun agak tegak membentuk sudut kira-kira 45-900. Bila daun tegak kurang dari 450 dipastikan intensitas cahaya matahari terlalu berlebihan. Untuk mengakali daun berubah ke posisi semula, letakkan aglaonema ditempat yang lebih teduh selama seminggu. Perhatikan perubahan daun, terutama posisinya setiap hari. Jangan lupa tetap memantau kondisi aglaonema agar tetap prima.