Penyiraman Alpukat

Peranan air bagi tanaman memang tidak bisa diabakikan begitu saja. Bahkan, air merupakan salah satu faktor penting bagi kehidupan tanaman. Air berguna untuk melarutkan unsur hara yang diberikan pada media tanam. Akibatnya, unsur hara yang terlarut ini bisa dengan mudah diambil oleh akar sebagai makanannya. Fungsi lainnya air sebagai komponen penting pada hampir seluruh proses fisiologis tanaman, mempertahankan ketegaran tanaman agar tidak mudah layu dan pengontrol suhu pada saat tanaman kepanasan.

Penyiraman pada tanaman alpukat bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada musim penghujan dengan intensitas hujan yang tinggi, tidak perlu dilakukan penyiraman. Volume air siraman jangan terlalu berlebihan .

Dimusim kemarau, daun tanaman alpukat biasanya penuh dengan debu halus, sehingga tanaman tampak tidak sedap dipandang. Debu tersebut sebaiknya dihilangkan karena bisa mengganggu proses fotosintesis. Cara menghilangkannya adalah dengan menyiram seluruh bagian tanaman sampai basah sehingga debu yang menempel di daun tercuci oleh siraman air.

Tanaman alpukat memerlukan air yang cukup selama fase pertumbuhan. Biasanya, pada musim penghujan buah alpukat berukuran besar, sedangkan saat kemarau besarnya relatif kecil. Kekurangan air pada kebun alpukat dapat di atasi dengan penyiraman. Penyiraman tanaman dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan menggenangi kebun, menggunakan selang, ember. Untuk tenaga penggerak menyiram dapat digunakan mesin diesel atau pompa air, serta mobil tangki. Sumber air penyiraman dapat berupa sumur, kolam, danau atau air sungai. Cara penyiraman dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut :

1. Jenis lahan

Lahan rawa atau sawah berbeda dengan tegalan atau tadah hujan. Untuk lahan rawa penyiraman dapat dilakukan dengan sistem rendam, yaitu menutupi pintu saluran pembuangan air (out let) sehingga air mengumpul di kebun. Setelah lahan terendam dan cukup kelembabannya, pintu out let dibuka kembali. Perendaman lahan agar tidak boleh terlalu lama lama agar tidak mengakibatkan pembusukan akar atau kurangnya aerasi dalam tanah. Penyiraman sistem rendam dapat dilakukan 2-3 hari sekali atau tergantung tingkat kelembaban tanahnya. Penyiraman lahan tadah hujan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan lahan.

2. Luas lahan

Luas lahan berpengaruh terhadap sistem penyiraman. Sistem penyiraman untuk lahan sempit yang berisi beberapa tanaman, misalnya sepuluh tanaman, lebih efisien dengan cara manual, yaitu ember atau selang air. Bila lahan luas dan jumlah tanaman banyak dapat digunakan mesin diesel atau pompa air besar sehingga secara ekonomis akan lebih menguntungkan.