Budidaya Tanaman Kencur

Kencur atau (Kaempferia galangal L). Sebagai obat tradisional kencur merupakan salah satu komponen yang sangat terkenal. Pada jaman dulu kencur sangat lazim sebagai obat sakit tenggorokan yang terkena radang ataupun kerkena flu. Kencur juga biasa digunakan sebagai obat kembung dengan cara titumbuk ataupun langsung dikunyah. Manfaat lain dari kencur adalah sebagai obat penghilang rasa capai setelah kita beraktifitas yang terlalu melelahkan. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin dan sakit perut.

Secara umum manfaat kencur bukan hanya sebagai obat tradisional (jamu) namun kencur juga biasa dimanfaatkan dibidang fitofarmaka, industry kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok kretek.

Pada umumnya kencur cocok ditanam pada segala kondisi tanah dan segala cuaca daerah tropis. Namun untuk tumbuh optimal kencur sangat cocok ditanam dalam tanah yang relatif gembur pada dataran rendah sampai sedang (50-600 m dpl), dengan suhu yang berkisar antara 26-30°C.

Cara budidaya kencur adalah sebagai berikut:
  • Cara Pembibitan Kencur dapat dilakukan melalui rimpangnya.
  • Rimpang kencur yang baik untuk dijadikan benih adalah yang berasal dari pertanaman sehat di lahan bebas pathogen, berumur panen 10 bulan, warna kulit mengkilat (bernas) dengan tekstur daging agak keras.
  • Rimpang hasil panen mengalami masa dorman (masa tidak berkecambah) antara 2-3 bulan.
  • Apabila rimpang benih sudah disimpan sekitar 3 bulan dan nampak rimpang sudah mulai bertunas, maka benih langsung dapat ditanam dengan kedalaman 5-7 cm dengan jarak tanam 15 x 15 cm (untuk monokultur) dan 20 x 20 cm (untuk polikultur).
  • Bila menggunakan rimpang yang baru dipanen, untuk mempercepat perkecambahan perlu dilakukan penjemuran dari pukul 07.00-11.00 selama kurang lebih 3 hari.
  • Kriteria benih yang baik yaitu memiliki bobot 5-10 gr, mempunyai 2-3 bakal mata tunas yang baik dengan tinggi < 1 cm.
Kencur dapat ditanam dengan dua sistem, yaitu, monokultur dan pada batas-batas tertentu dengan sistem polikultur. Sistem polikultur dapat dilakukan dalam waktu mulai tanam sampai berumur 3-6 bulan dengan cara ditumpangsarikan atau disisipkan tanaman semusim (tanaman pendek), seperti, padi gogo, kacang-kacangan, daun bawang, buncis, ketimun, dll. Selain itu, pola tanam dikombinasi dengan tanaman palawija (tanaman tinggi) jagung, ketela pohon, dengan jarak tanam antar baris 1,5-2 m, agar tingkat naungannya kurang lebih 30%.
  • Pola tanam kencur yang paling menguntungkan dari segi usahatani adalah dengan dua kali penanaman kacang tanah. Selain itu, kencur juga dapat dijadikan tanaman lantai diantara tegakan pohon kelapa atau tanaman kehutanan seperti sengon, jati dll, dengan tingkat naungan kurang lebih 30 %.
  • Tanaman Kencur sangat tahan terhadap hama dan penyakit, jadi jangan kuatir tanaman ini akan menjadi inang hama atau penyakit tertentu.
Manfaatkan waktu kita dalam usaha tani semaksimal mungkin. Manfaatkan tanah kita seefisien mungkin dengan menumpangsarikan tanaman kencur pada tanaman pokok kita. Dengan waktu dan perawatan yang sama kita akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam usaha tani kita.

Semoga dengan sedikit ulasan tentang tanaman kencur ini bisa menambah wawasan kita dibidang pertanian.