Panen Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Waktu pemanenan hasil cabai hibrida berbeda-beda, tergantung pada jenis dan varietas cabai serta ketinggian tempat. Waktu pemanenan cabai yang ditanami di dataran rendah umumnya lebih cepat daripada yang ditanam di dataran tinggi. Sebagai contoh, di dataran rendah, cabai keriting hibrida jenis TM 999 umumnya sudah dapt dipanen pada umur 90 hari sejak pindah tanam, sedangkan di datran tinggi 105 hari.

Cara pemanenan cabai yang benar adalah dengan memetik buah cabai sekaligus menyertakan tangkai buahnya. Buah cabai yang dipetik dengan cara seperti ini lebih tahan lama daripada buah yang dipetik tanpa tangkai. Dari segi kuantitas pun, cabai yang dipetik dengan menyertakan tangkainya memiliki bobot lebih berat, walaupun tidak seberapa.

Pemanenan dilakukan terhadap buah cabai yang sudah merah atau masak oenuh dan terhadap buah yang masak 90%. Buah cabai yang mengalami masak 90% (untuk cabai keriting) berwarna merah dengan semburat hitam dan sedikit hijau. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika bobot buah cabai masih optimal. Buah cabai yang sudah dipanen bisa dikumpulkan menjadi satu di dalam wadah atau keranjang. Sewaktu melakukan pemanenan sebaiknya kita juga menyeleksi buah cabai yang terkena hama atau penyakit. Buah cabai yang terkena hama atau penyakit, setelah dipanen sebaiknya tidak disatukan dengan cabai yang sehat tetapi dipisah untuk dimusnahkan sehingga tidak menganggu buah cabai yang sehat. Jika sewaktu pemanen turun hujan dan cabai yang dipanen banyak yang basah, supaya tidak busuk, sebaiknya cabai diangin-anginkan terlebih dahulu sampai kering sebelum dikemas.

Interval panen cabai merah maupun cabai keriting dilakukan setiap 2-3 hari sekali atau tergantung pada kondisi pasar dan luas penanaman cabainya. Cabai keriting hibrida, seperti jenis TM 999 masa panennya bisa mencapai 2-3 bulan sejak panen pertama. Dengan begitu, jika interval panen yang kita lakukan 3 kali sehari, kita dapat memanen buah cabai kurang lebih sebanyak 30 kali.