Pembenihan Tanaman Semangka (Benih Massa)

Semangka termasuk tanaman yang menyerbuk silang atau tanaman allogamie, pembuahannya disebut allocarpie. Golongan lain adalah tanaman yang menyerbuk sendiri atau tanaman autogamie, pembuahannya disebut autocarpie. Bunga semangka berjenis kelamin satu atau uniseksualis. Pada beberapa varietas semangka di Jepang ditemukan juga bentuk bunga sempuma atau hermaprodit. Varietas semangka yang memiliki bunga sempuma ini digolongkan sebagai tanaman gynonwnoecious. Tepung sarinya berwama kuning dan lengket.

Bentuk tepung sari seperti ini hanya cocok diserbuki oleh serangga. Tampaknya lebah sangat tertarik pada bunga semangka yang berwama kuning cerah dan nektar (madu) yang dihasilkan. Jadi, tidak heran tola lebah merupakan penyerbuk utama tanaman semangka. Turunan tanaman yang berasal dari biji, terutama biji dari tanaman yang menyerbuk silang, akan mengalami segregas (pemisahan sifat). Oleh karena itu, variasi segregasi pada pembenihan massa ini harus dapat diatur atau ditekan agar masih dalam batas-batas toleransi tertentu dalam varietas tersebut. Standar isolasi jarak yang biasa digunakan untuk pembenihan semangka adalah 1.000 m. Sebagai gambaran, semua tahap pembenihan

semangka di Mesir menggunakan isolasi jarak 1.000 m; produksi benih pokok di Amerika Serikat menggunakan isolasi jarak 900 m, sedangkan untuk benih sebamya 400 m. Sejak tahun 1945, di Jepang digunakan tandar isolasi jarak yang lebih teliti, yaitu menggunakan perbandingan atau ratio luas pertanaman produksi benih dengan luas pertanaman atau produksi buah varietas lain di dekatnya yang dipastikan akan mencemarkan pembenihan tersebut. Ratio ini berdasarkan perhitungan tola areal pertanaman benih cukup luas, sedangkan pertanaman yang akan mencemarkan sempit, maka persentase pencemaran akan kecil juga.

Standar isolasi Jepang itu adalah sebagai berikut.
  • Bila B/A > 1, maka standar isolasi adalah 1.000 m (tanpa barrier) atau 500 m (dengan barrier).
  • Bila 1 > B/A > 1/10, maka standar isolasi adalah 800 m (tanpa barrier) atau 300 m (dengan barrier).
  • Bila B/A < 1/10, maka standar isolasi adalah 100 m (tanpa barrier) atau 100 (dengan barrier).
Ket : 
A = luas pertanaman benih (hams lebih dari 50 tanaman).
B = luas pertanaman lain atau benih lain yang pasti akan mencemarkan

Pembenihan.

Para penangkar benih penjenis maupun benih dasar mutlak melakukan seleksi secara ketat dan teliti. Pada pembenihan benih pokok, seleksi tetap dilakukan tetapi tidak seintensif pada pembenihan benih penjenis maupun benih dasar. Lain lagi dengan pembenihan benih sebar. Karena luasnya pertanaman, maka seleksi dilakukan terutama terhadap fenotip atau bentuk luar tanaman saja. 

Tanaman yang tumbuh kurang subur dan kurus (pembijiannya kurang baik dan lemah) serta yang terserang penyakit layu fusarium atau virus segera dicabut dan dibuang saja. Seleksi tanaman ini harus dilakukan secara teliti. Setiap tanaman diperiksa dan diamati sifat fenotipnya secara sempuma sehingga bentuk-bentuk yang menyimpang dapat dipastikan. Untuk tujuan itu, maka deskripsi masing-masing varietas semangka sebaiknya dipahami, terutama deskripsi varietas pada saat dilakukan seleksi.

Seleksi tanaman semangka setidaknya dilakukan 4 kali, yaitu pada saat tanaman belum berbunga, saat awal pembungaan, saat pembuahan, dan saat panen atau pemrosesan biji. Pada saat seleksi, para pe-

nangkar menetapkan bentuk yang harus dipilih dan juga membuang bentuk yang tidak memenuhi syarat. Misalnya, buah yang dipilih hanya yang mempunyai bentuk, ukuran, dan ciri kulit tertentu saja; daging buah harus manis, menarik, renyah, padat, serta bebas dari kerusakan. Bila bentuk buah tidak menarik, daging buahnya berwarna pucat tidak manis atau pecan berongga, tidak padat, serta rusak, maka buah seperti ini perlu dibuang saja (tidak boleh dibijikan).

Dalam pelaksanaannya, tanaman yang menyimpang segera dibuang (dicabut seluruhnya), tidak boleh dipelihara, apalagi dibungakan atau dibuahkan. Bunganya akan mengotori atau mencemari bunga tanaman lain. Waktu yang paling baik untuk melakukan seleksi adalah pagi hari. Selain tidak kepanasan sewaktu bekerja, juga tidak akan mengganggu pengamatan. Bila terpaksa harus melakukan seleksi pada saat matahari sedang terik, maka sebaiknya dilakukan dengan cara membelakangi sinar matahari agar tidak silau dan pengamatan tidak terganggu.