Pemeliharaan Planlet di Tempat Aklimatisasi

Pemeliharaan Planlet di Tempat Aklimatisasi

Agar tetap dapat hidup normal, planlet yang telah ditanam di media aklimatisasi (lingkungan lapangan) harus dipelihara dengan baik. Pemeliharaan tersebut meliputi kegiatan pembukaan sungkup, pengairan, pemupukan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pemeliharaan yang kaitannya dengan pembukaan sungkup dilakukan sedemikian rupa agar planlet dapat beradaptasi dengan kelembaban udara lingkungan lapang yang biasanya lebih rendah. Pengadaptasian tersebut dilakukan dengan cara mengurangi kondisi kelembaban di lingkungan hidupnya dengan pembukaan sungkup aklimatisasi secara bertahap. Perubahan kondisi kelembaban lingkungan secara bertahap tersebut akan meningkatkan kemampuan planlet hidup pada kondisi lingkungan lapangan tanpa mengalami stres yang berat.

Media tanam planlet pada prinsipnya harus selalu lembab sehingga kebutuhan air untuk proses pertumbuhan tanaman dapat terus terpenuhi. Penyiraman pada planlet sebaiknya dilakukan dua kali sehari. Penyiraman berguna untuk melarutkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan menjaga kondisi kelembaban media. Penyiraman tersebut akan menjaga ketersediaan uap air pada sore hari karena persediaan uap air hasil penyiraman pada pagi hari sudah habis dimanfaatkan tanaman dan sebagian menguap ke lingkungan di siang harinya. Penyiraman tidak boleh berlebihan karena akan dapat menyebabkan terjadinya kebusukan pada planlet akibat serangan jamur atau bakteri.

Pemeliharaan planlet di lapangan juga dilakukan dengan pengaturan intensitas cahaya matahari sekitar 40-50 %. Hal ini berguna untuk mengadaptasikan planlet yang biasanya hidup di dalam laboratorium yang cahayanya hanya diperoleh dari lampu TL. Perubahan intensitas cahaya yang drastis mencapai 75 % akan menyebabkan stres pada planlet dan dapat mengakibatkan kematian. Planlet pada saat umur berkisar antara 5-7 hari setelah penanaman dapat diberikan intensitas cahaya sampai 70 %. Pengadaptasian planlet terhadap intensitas cahaya yang tinggi atau penuh dapat dilanjutkan sampai planlet hidup dan tumbuh normal pada kondisi lapangan.

Pemupukan untuk meningkatkan pertumbuhan planlet dapat dilakukan sekitar satu minggu setelah penanaman planlet. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk daun seperti Hyponex, Gandasil, atau Bayfolan. Tujuan dari penggunaan pupuk daun adalah agar pupuk yang diberikan dapat langsung diserap oleh daun untuk pertumbuhan tanaman. Pemupukan dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Aplikasi pupuk daun biasanya menggunakan hand spayer atau knapsack sprayer jika skala penanamannya lebih luas. Pemupukan tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan aplikasi pestisida apabila ditemukan serangan hama dan penyakit pada planlet yang dipelihara di tempat aklimatisasi.