Pengenalan Tanaman Buah Durian (Durio zibethinus)

Buah durian merupakan buah yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan juga Brunei. Oleh ilmuan Inggris, buah durian disebut sebagai raja buah karena memiliki rasa yang enak, manis, gurih, dan lezat. Buah durian telah dikonsumsi oleh masyarakat di Asia Tenggara sejak zaman pra sejarah. Rujukan pertama Eropa tentang durian dicatat pertaa kali oleh Nicole de Conti yang bepergian ke Asia Tenggara pada abad ke 15 (Sunardi, 2006). 

Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm.[4] Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan. Buah berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian. Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi 

oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun") (Anonim, 2007) 

Buah durian enak dikonsumsi dalam keadaan yang segar dan juga bisa dimakan ketika sudah diolah menjadi dodol, jus, atau makanan lain yang beraroma atau berasa durian. Durian banyak mengandung lemak, karbohidrat, protein, kalium, vitamin C, dan air. Di Asia tenggara, terdapat kepercayaan bahwa buah durian memiliki sifat menghangatkan guna menghasilkan keringat yang berlebih. Orang Jawa percaya bahwa buah durian memiliki sifat aphrodisiac (meningkatkan gairah seksual). 

Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 – 7 (Anonim, 2007) Tanaman durian tidak tahan terhadap kekeringan yang berlebih sehingga harus memiliki kandungan air tanah yang dangkal dn harus senantiasa mendapatkan irigasi ketika berada pada musim kemarau.