Penggerek Batang Tanaman Kakao (Zeuzera coffear)


Siklus Hidup

Imago serangga zeuzera yang aktif pada malam hari (nokturnal) ini bertelur selama 6 sd 8 kali sehari, sedangkan periode bertelurnya berlangsung 5 sd 6 hari. Imago betina dapat memproduksi telur sebanyak 500 sd 1.000 butir selama masa hidupnya. Telur biasanya diletakan di celah kulit-kulit pohon yang membuka. Telur zeuzera dapat diidentifikasi dari dimensinya yakni panjang 1 mm, lebar 0,5 mm, dan berwarna kuning kemerah-merahan.


Telur biasanya menetas menjadi ulat penggerek batang setelah10 sd 11 hari setelah diletakan. Ulat berwarna merah cerah dengan panjang 3 sd 5 mm. Ulat tersebut dapat menggerek cabang bahkan batang tanaman dan menyebabkan cabang atau batang yang terserang menjadi kopong dan menyisakan sedikit lapisan xilem dan floemnya saja. Ulat tersebut sering berpindah dari satu lubang gerekan ke bagian cabang atau batang lainnya untuk membuat gerekan baru. Liang gerekan dibuat umumnya sedalam 40 sd 50 cm dengan diameter liang sekitar 1 sd 1,2 cm. Tiap liang gerekan umumnya ditinggali oleh satu ekor ulat saja.

Ulat bermetamorfosis menjadi kepompong umumnya pada usia 81 sd 151 hari setelah ditetaskan. Ulat berkepompong di dalam kamar kepompong yang panjangnya 7 sd 12 cm yang dibuat dalam liang gerekan. Liang gerekan ketim ulat tengah berada pada fase kepompong umumnya ditutup bagian atas dan bawahnya menggunakan kotoran atau sisa gerekan.

Kepompong menjadi ngengat (imago) setelah 21 sd 30 hari setelah dimulainya fase kepompong. Untuk menjadi ngengat jantan, lama stadium kepompong memerlukan waktu 27 sd 30 hari, sedangkan untuk menjadi ngengat betika memerlukan waktu 21 sd 23 hari. Imago keluar dari liang gerekan dan kamar kepompong dengan meninggalkan kulit kepompong pada liang gerekan. Imago ini kemudian meneruskan siklus hidupnya dengan meletakan telurnya pada tanaman kakao lainnya. Hama ini juga dapat menginang pada beberapa tanaman selain kakao, seperti bungur, jati, mahoni, randu, jambu biji, kopi, dan kina.

Pengendalian

Pengendalian penggerek batang kakao dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari cara kultur teknis, pengendalian secara hayati, hingga cara-cara kimiawi menggunakan insektisida.

1. Pengendalian kultur teknis

Pengendalian dengan cara kultur teknis dapat dilakukan dengan sanitasi dan pemusnahan cabang atau batang tanaman yang terserang agar siklus hidup hama ini dapat terhenti. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan penyemprotan larutan garam pada liang gerekan menggunakan handshack agar ulat penggerek dapat keluar untuk kemudian dimusnahkan.

2. Pengendalian hayati

Pengendalian secara hayati dilakukan dengan mengaplikasikan musuh alami ulat penggerek batang. Musuh alami tersebut salah satunya adalah jamur Beauveria bassiana yang bersifat patogenesis. Efektivitas jamur ini dalam mengendalikan serangan ulat penggerek batang diketahui dapat mencapai 100%. Untuk mengendalikan ulat zeuzera pada kebun seluas 1 hektar hanya dibutuhkan 60 gram jamur Beauveria bassiana. Jamur tersebut di kemudian dilarutkan pada 1 liter larutan air deterjen untuk selanjutnya disaring dengan kain dan dilarutkan kembali dalam 4 liter air bersih. Larutan inilah yang lalu disemprotkan ke liang-liang gerekan . ulat zeuzera dapat mati pada 4 sd 5 hari setelah terinfeksi.

Pengendalian hayati juga dapat dilakukan dengan menginokulasi musuh alami yang bersifat predator seperti Amyosoma zeuzera, Eucarcella kockiana, dan Sturnia chatterjaena.

3. Pengendalian kimiawi

Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan menyumbat liang gerekan menggunakan kapas yang sudah dicelupkan dalam larutan insektisida atau dengan langsung menyuntik liang gerekan menggunakan insektisida tersebut.