Prospek Budidaya Tomat

Prospek Budidaya Tomat, Luas areal budidaya tomat di indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1961_1965, rata-rata areal budidaya tomat hanya seluas 41.00 hektar per tahun. Namun pada periode 1973_1977 meningkat menjadi 59.000 hektar per tahun. Kondisi ini menunjukan, tomat menjadi komoditas pertanian yang diprioritaskan.

Luasan areal budidaya berkolerasi dengan semakin meningkatnya produksi tomat di indonesia. Badan pusat statistik (BPS) menyebutkan, sepanjang tahun 1998_2005 total produksi tomat nasional telah meningkat dari 547.260 ton per tahun menjadi 647.020 ton per tahun.

Dalam periode yang sama, hanya dua kali penurunan produksi, yakni tahun 2001 dengan penurunan 109.401 ton dan pada tahun 2004 dengan penurunan 30.587 ton. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 2003 sebesar 657.459 ton, sedangkan produksi mterendah pada tahun 2001 sebesar 483.991 ton.

Produksi Tomat Di Indonesia (1998_2005)

TAHUN PRODUKSI (TON)

1998 - 547.260 
1999 - 562.406
2000 - 593.392
2001 - 483.991
2002 - 573.517
2003 - 657.459
2004 - 626.872
2005 - 647.020

Sumber : BPS, 2005

Sementara itu, jika dilihat prwilayah, pulau jawa mampu memproduksikan tomat npaling tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lainya. Hal ini menunjukan, pulau jawa merupakan sentra penanaman tomat yang paling besar. Salah satu provinsi di pulau jawa, jawa barat misalnya, memiliki total produksi tertinggi pada tahun 2003 sebesar 313.926 ton. 

Di sisi lain, produktifitas tomat di indonesia sepanjang 2000-2005 relatif stabil, hanya pada tahun 2003 terjadi kenaikan sebesar 173,3 kiuintal per hektar (kw/ ha). Pada tahun-tahun berikutnya hanya terjadi sedikit kenaikan produktivitas, bahkan sempat terjadi dua kali penurunan, yakni pada tahun 2001 dan 2004. Produktivitas tomat di indonesia dapat dilihat pada tabel 4. 

Produksi Tomat Di Indonesia

TAHUN PRODUKTIVITAS (Kw/ Ha)

2000 - 131.24
2001 - 112.25
2002 - 115.96
2003 - 173.3
2004 - 118.9
2005 - 126.4

PELUANG EKSPOR

Selain digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, tomat juga untuk mememnuhi kebutuhan ekspor. Saat ini, peluang ekspor tomat relatif besar, seiring banyaknya permintaan dari luar negeari.

Sepanjang tahun 2000_2004 volume ekspor tomat indonesia cenderung bersifat fluktuatif. Hal ini diduga karna indonesia masih fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada periode tersebut, rata-rata ekspor mencapai 3.686.254 kg per tahun dan ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2001 sebesar 4.019.073 kg. 

Volume Ekspor Tomat Indonesia

TAHUN VOLUME (kg)

2000 - 3.435.409
2001 - 4.109.073
2002 - 3.665.302
2003 - 3.691.402
2004 - 3.620.084

Selama ini ekspor tomat indonesia, baik dalam bentuk segar ataupun olahan, masih terbatas untuk negara tetangga, seperti malaysia, filipina, singapura, dan brunei darussalam. Tahun 2004 misalnya, sebagian ekspor tomat segar indonesia ditujukan untuk malaysia sekitar 490.873 kg dan singapura sekitar 194.949 kg.

Pada tahun yang sama khusus tomat olahan, sebagian besar ditujukan untuk sinsapura sekitar 973.699 kg dan filipina sekitar 601.794 kg. Ketika itu, negara lain, seperti amerika serikat, jepang, hongkong, australia, dan arab saudi juga menjadi tujuan ekspor tomat indonesia, tetapi peruntukanya relatif kecil. Hal ini menunjukan, produksi tomat indonesia semakin di gemari negara maju dan bisa bersaing dengan negara lain di pasar nasional.

Dari sisi nilai nominal yang diterima, ekspor tomatn indinesia juga terus mengalami peningkatan dari taun ke tahun. Pada tahun 200 misalnya, nilai ekspor mencapai US$ 1.493.970 dan pada tahun 2004 mencapai US$ 2.680.397

Sementara itu, perkembangan impor tomat indonesia cenderung tidak stabil, sebab impor hanya ditujukan untuk memenuhi varietas tomat tertentu yang belum bisa di produksi di indonesia. Badan pusat statistik mencatat, impor terbesar sempat terjadi pada tahun 2004 sebesar 8.192.280 kg dan impor terkecil pada tahun 2001 sebesar 5.752.475 kg.

Volume impor tomat di indonesia

TAHUN VOLUME

2000 - 6.165.532
2001 - 5.752.475
2002 - 7.616.241
2003 - 6.623.439
2004 - 8.192.280

Dari sisi importir, pada awalnya cina paling mendominasi. Pada tahun 2000 misalnya, sebesar 384.938 kg tomat olahan di datangkan dari cina. Namun demikian, impor dari cina sempat mengalami penurunan, terutama untuk jenis tomat segar. Bahkan pada tahun 2004, impor tomat segar terbesar dari australia sebesar 88.955 kg dan untuk tomat olahan masih di dominasi cina sebesar 2.789.345 kg.

Seperti komoditas pertanian lainya, harga tomat juga berfluktuasi. Harga yang befluktuasi menjdi kendala bagi petani tomat untuk mendapatkan untung yang maksimal. Apalagi ketika panen raya tiba, harga bisa anjlok. Sebab, sesuai mekanisme hukum permintaan dan penawaran, jumlah suplai meningkat dan permintaan cenderung tetap, sehingga harga jual menurun. selain itu, harga ynag berfluktuasi menybabkan petani tomat tidak bisa memperkirakan harga jual tomat ketika musim panen tiba.

Akibatnya, petani kesulitan dalam memperkirakan keuntungan dan kerugian pada kegiatan budidaya yang dilakukanya, setelah tomat dipasar.

Agar tidak merugi, ketika akan melakukan pemasaran, petani harus terlebih dahulu menguasai informasi hargatomat. Jika akses informasi baik, petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Caranya, petani harus menjalin hubungan yang baik dengan para pelaku pasar, seperti tegkulak, pengepul, atau pedagang besar. Selain itu, petani juga harus rajin berkunjung atau turun langsung ke pasarb yang menjual produk-produk hortikultura, seperti pasar induk atau supermarket.

Itulah sedikit informasi mengenai prospek budidaya tomat, semoga bermanfaat.