Pupuk Kimia

Selama ini para petani Indonesia, dengan sadar atau tanpa sadar telah menjadi kecanduan dengan pupuk kimia yang setiap tahun harganya naik, dan tentu saja semakin lama ini akan semakin memberatkan para petani, yang akhirnya para petani setiap tahun selalu merugi karena biaya lebih besar daripada hasil.

karena dengan pemupukan kimia yang mahal tersebut, maka pemupukan menjadi disesuaikan dengan kemampuan petani untuk membelinya, yang terkadang pemupukan tersebut tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, sehingga unsur hara yang dkembalikan ke tanah dengan yang diambil oleh tanaman untuk tumbuh menjadi tidak seimbang, sehingga unsur hara tanah semakin berkurang, dan menyebabkan hasil panen setiap tahun menurun.

Beberapa jenis pupuk kimia yang sering digunakan oleh para petani indonesia adalah

1. urea

urea adalah merupakan suatu senyawa hasil reaksi amoniak (NH3) dengan karbon dioksida (CO2), urea yang memiliki rumus kimia CON2H4 atau (NH2)2CO adalah pupuk yang setelah di tanah maka Nitrogen yang terkandung dalam urea ini akan diuraikan oleh Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum menjadi senyawa nitrogen yang dibutuhkan tanaman.

dalam praktik dilapangan, Nitrogen ini dapat pula didapatkan dari kotoran hewan yang banyak mengandung amoniak, seperti kotoran domba dan kelinci. dipasaran urea ini mengandung 46% Nitrogen.

2. TSP

TSP (Trisodium phosphate) dengan rumus kimia Na3PO4, merupakan penyedia Natrium dan Phosphate. dipasaran untuk pupuk pertanian berbentuk butiran butiran keras berwarna abu-abu.

3. KCl

KCl (Kalium chlorida / Potassium Chlorida) , merupakan penyedia Kalium, yang berguna untuk percepatan pembentukan akar, dipasaran untuk pertanian berbentuk butiran-butiran kecil berwarna merah.

4. NPK

NPK biasanya digunakan untuk penyebutan terhadapa pupuk yang telah mengandung unsur-unsur Nitrogen, Phosphate dan Kalium.

5. ZA

ZA (sulpate ammonium) merupakan asam inorganik, dengan rumus kimia (NH4)2SO4, yang mengandung 21% nitrogen, 24% sulpate. berfungsi hampir sama dengan urea yaitu penyedia nitrogen, namun dengan kandungan yang lebih kecil.

Kelebihan dan kekurangan pupuk kimia

Kelebihan
  • unsur yang terkandung cepat terurai
  • lebih cepat terserap oleh tumbuhan
  • pemupukan relatif mudah dilakukan
  • pemupukan intensif untuk tumbuhan lebih mudah, karena pupuk kimia telah dikonsentrasikan pada jenis unsur tertentu
Kekurangan
  • karena cepat terurai di alam, sehingga untuk mendapatkan efisiensi pemupukan yang optimal harus dengan dosis yang tepat
  • waktu pemupukan harus sering karena pupuk tidak tersimpan lama dalam media tanam
  • ketersediaan pupuk tergantung pihak lain, misal pabrik dan distributor
  • harga relatif tinggi
  • dapat menyebabkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah karena pemupukan yang tidak berimbang
  • dalam pemakaian jangka panjang dapat menurunkan PH tanah