Beberapa Gulma yang Berperan sebagai Inang Predator, Hama dan Patogen

Beberapa Gulma yang Berperan sebagai Inang Predator, Hama dan Patogen

Secara umum, gulma merupakan tumbuhan yang di pada suatu sistem budidaya tanaman keberadaannya lebih bersifat merugikan daripada bersifat menguntungkan. Salah satu sifat merugikan yang ditimbulkan gulma secara tidak langsung adalah gulma dapat berperan sebagai inang untuk berbagai macam hama dan patogen penyebab penyakit. Walaupun demikian, keberadaan gulma sebagai inang organisme lain tidak selalu merugikan, ada beberapa gulma yang digunakan sebagai inang hewan predator sehingga hama dapat dikendalikan oleh predator dengan sendirinya. Keberadaan gulma sebagai inang bagi hama dan patogen terkadang juga memberikan keuntungan misalnya pengendalian hama dan patogen menjadi lebih mudah ketika hama dan patogen yang menyerang hanya berkumpul pada tumbuhan gulma. 

Berikut adalah beberapa contoh gulma yang menjadi inang predator, hama, dan patogen tumbuhan: 

1. Gulma sebagai inang predator 

a. Ludwigia hyssopifolia (G.Don) Exell sebagai inang Coccinella arquata yang merupakan pemangsa wereng coklat 

b. Vernonia cinerea (L.) Less. adalah inang Diadegma eucerophaga yang merupakan parasitoid pada Plutella xylostella (serangga pemakan kubis) 

c. Ageratum conyzoides L adalah inang Platigaster oryzae yang merupakan parasitoid hama ganjur yang menyerang padi. 

2. Gulma sebagai perangkap nematoda 

a. Trypsacum laxum adalah tumbuhan perangkap nematoda Platylenchus loosi yang menyerang akar teh. 

b. Tagetes patula dapat berperanan sebagai tumbuhan antagonis nematoda Meloidogyne hapla. 

c. Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray tumbuhan perangkap Regidoporus lignosus yang menyerang Flemingia congesta. 

3. Gulma sebagai Inang Hama 

a. Amaranthus gracilis sebagai inang hama L. huidobrensis yang menyerang kubis. 

b. Leersia hexandra Swartz. Sebagai inang hama Orceolea oryzae yang menyerang padi 

4. Gulma sebagai inang patogen 

a. Ageratum conyzoides L. sebagai inang virus Ruga tabaci yang menyerang tembakau. 

b. Eleusine indica L. sebagai inang jamur Pyricularia oryzae yang menyerang padi. 

c. Amarantus spinosus sebagai inang nematoda pratylenchus yang menyerang padi. 


Sumber

Herlinda, Siti. 2004. Jenis Tumbuhan Inang, serta Populasi dan Kerusakan oleh Pengorok Daun, Liriomyza huidobrensis (Blanchard) pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.). Jurnal Tanaman Tropika 7:59-68 

Sitompul, Y. F. 2003. Nematoda Parasit pada Gulma Padi Sawah di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor. 

Soejono, A.T. 2006. Gulma dalam Agroekosistem: Peranan, Masalah, dan Pengelolaanya. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar. Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.